Cinta Untuk Tuan Arga

Cinta Untuk Tuan Arga
Mimpi


"Pak Ray, kali ini saya kecewa dengan Anda. Anda sudah berani sekali mencampuri urusan keluarga kami. Dan kamu Lovely, aku tunggu kamu di rumah. Karena jika kamu tidak pulang, kamu tahu konsekuensinya. Ingat itu!" ucap Bisma sebelum meninggalkan keduanya.


Ray masih mendampingi Lovely. Pria itu mencurigai sesuatu, ada yang tidak beres dengan pria itu.


Setelah Bisma masuk ke dalam mobilnya, pria itu menatap sinis kearah keduanya. Kemudian mobil kembali melaju ke jalan raya. Mobil Bisma akhirnya pergi dan perlahan menghilang.


Kini, Ray menarik tangan Lovely dan membawa wanita itu masuk ke dalam mobilnya.


"Ray, lepasin! Apa-apaan sih kamu!"


"Masuk!"


Lovely terpaksa mengikuti permintaan Ray, kini gadis itu berada di dalam mobil dan Ray segera melajukan mobilnya ke jalan raya.


"Sekarang katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi? Aku tahu ini urusan keluargamu. Tapi aku merasa ada sesuatu yang kamu sembunyikan." Ray berkata sembari menatap ke arah depan. Memastikan dirinya masih fokus untuk menyetir.


Lovely terdiam. Apakah dirinya harus menceritakan kepada Ray apa yang sebenarnya terjadi. Tapi, Lovely masih takut dengan ancaman Bisma terhadap sang Mama. Jika dirinya bercerita kepada orang lain. Maka, sang Mama tidak akan selamat.


"Tidak ada, tidak ada apa-apa. Tolong antarkan aku pulang saja."


Ray mengerem tiba-tiba mobilnya ketika mendengar ucapan Lovely. Sontak Lovely terkejut saat melihat Ray dengan wajah seriusnya.


"Ray, apa-apaan sih!" teriak Lovely.


"Tadi kamu bilang tidak ingin pulang dan ingin bersamaku. Belum ada sepuluh menit kamu sudah minta diantar pulang. Mau kamu tuh apa sih sebenarnya? Kalau saja tadi kamu seperti ini. Sebaiknya ikut saja dengan Tuan Bisma!" seru Ray dengan nada emosi.


"Tolong, Ray! Jangan sebut nama pria itu!" Lovely berkata sambil menutupi kedua kupingnya. Ray menoleh ke arah Lovely yang terlihat seperti trauma yang mendalam. Apa yang terjadi pada gadis itu?


"Lovely, memang nya kenapa dengan Tuan Bisma? Apa dia pernah menyakitimu?" pertanyaan Ray semakin membuat Lovely meradang.


"Sudah kukatakan padamu, jangan pernah menyebut nama pria bajingan itu. Aku benci dia, aku benci!!!" Lovely berteriak sambil menangis. Spontan Ray memeluk gadis itu dan berusaha menenangkannya.


"Ssssttt, sudah-sudah! Aku minta maaf jika ucapanku sudah menyakiti perasaanmu!" ucapnya sembari mengusap rambut Lovely. Untuk sejenak Lovely menangis sesenggukan, trauma itu masih belum hilang. Bagaimana Bisma dengan jahatnya mengoyak kesuciannya, ditambah lagi ancaman Bisma akan melenyapkan sang Mama jika Lovely berbicara kepada orang lain.


"Jika kamu tidak ingin cerita, tidak apa-apa. Kamu bisa menangis sepuasnya bersamaku. Menangislah, tumpahkan semua kesedihanmu!"


*


*


*


Sementara itu, Bisma pulang dengan amarah yang meledak-ledak. Ia mencari keberadaan istrinya yang saat itu sedang berada di dalam kamar.


"Sayang, ada apa?" tanya Yolanda yang sangat terkejut saat melihat sang suami yang datang dengan membawa sebuah map berisi dokumen.


"Aku ingin kamu menandatangani ini sekarang sekarang juga. Aku ingin semuanya cepat selesai!" ucap pria itu sambil menyerahkan sebuah dokumen penting kepada istrinya.


Yolanda memeriksa dokumen apa yang ingin dirinya menandatanganinya.


"Ini harus mendapat persetujuan dari Raymond. Kita tidak bisa melakukannya begitu saja!" sahut Yolanda.


"Tidak perlu Raymond. Aku sudah tidak butuh dia lagi. Bila perlu kita hancurkan sekalian Raymond Shawn. Ternyata dia ingin menghancurkan keluargamu!" ucapan Bisma seketika membuat Yolanda berpikir. "Apa maksudmu? Bukankah kita sedari awal ingin menghancurkan Arga. Kenapa sekarang justru kamu ingin menghancurkan Raymond juga?" tanya wanita itu.


"Karena pria itu ingin mendekati putri kita. Ray bukanlah pria baik-baik. Aku takut Lovely akan menjauhi kamu. Baru saja aku melihat mereka berduaan di sebuah tempat. Aku khawatir saja pengaruh Ray akan memperburuk hubunganku dengan putrimu. Kamu tahu sendiri kan, aku ingin menjadi ayah yang baik untuk putrimu!" alibi Bisma yang mencoba mempengaruhi Yolanda.


"Jadi, kamu ingin aku menandatanganinya tanpa persetujuan Ray?" tanya Yolanda.


"Iya, Ray tidak akan pernah tahu jika dokumen itu sudah ditandatangani. Dengan begitu, kita tidak perlu susah payah menjaga image. Kita harus bergerak tanpa persetujuan Ray. Dengan begitu kita bisa cuci tangan dari segala tuduhan. Dan Raymond Shawn akan menjadi tersangka utama dalam merosotnya perusahaan Arga. Ini adalah permainan, Sayang! Kita harus bisa bermain cantik." ucap Bisma yang penuh kelicikan. Berlindung di bawah kekuasaan Yolanda untuk menghancurkan Arga yang juga merupakan musuh bisnis terbesarnya.


*


*


*


Dalam sebuah kamar yang gelap. Tiba-tiba Cinta terbangun dari tidurnya.


"Mamaaaa!!!" Cinta memanggil sang Mama dalam mimpinya. Wanita itu terlihat begitu gelisah setelah bermimpi tentang sang Mama.


Arga yang tidur di sampingnya, Tiba-tiba ikut terbangun. "Sayang, ada apa? Kamu pasti mimpi buruk." ucap pria itu sambil mengambilkan segelas air putih di atas meja.


"Minumlah!"


Arga memberikan minuman itu kepada sang istri. Cinta menerimanya dan meneguknya dengan cepat.


Arga melihat ada kekhawatiran pada wajah sang istri. "Ada apa? Kamu terlihat memikirkan sesuatu?"


"Mama, aku takut sekali. Aku melihat Mama dikejar-kejar oleh musuh. Dia terjatuh dan hampir saja masuk ke dalam jurang." ungkap Cinta yang masih ingat betul bagaimana mimpi yang menimpanya.


"Sudahlah, tidak akan terjadi apa-apa. Itu hanya mimpi. Ayo kita tidur lagi!" ajak Arga kepada istrinya.


"Tapi itu seperti bukan mimpi, aku melihat Mama berlarian ke sana ke mari tanpa arah tujuan. Dan akhirnya Mama tersandung dan terjatuh." ungkap Cinta yang masih terkesiap dengan mimpi yang baru saja Ia alami.


...BERSAMBUNG...