
"Halo kakak? Kok diem sih!" Cinta melihat wajah Lovely yang tiba-tiba berubah. Hingga akhirnya Cinta tak sengaja memperhatikan tempat di mana Lovely berada sekarang. Sang kakak terlihat sedang berada di dalam sebuah mobil. Untuk apa Lovely malam-malam begini ada di dalam mobil? Dan mobil siapa itu?
"Oh nggak, Kakak nggak apa-apa. Oh iya kamu kenapa belum tidur? Sekarang udah tengah malam, Cin. Apa suami kamu tidak marah?" Lovely berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Suamiku sedang keluar, Kak. Dia pergi ke kantor ada urusan penting katanya, aku juga heran nggak biasanya dia pergi tengah malam begini. Tadi ada telepon mendadak dari kantor. Katanya dia harus menyelesaikan beberapa masalah di sana," ungkap Cinta yang tidak sengaja didengar oleh Ray, membuat Ray tiba-tiba mulai berpikir sesuatu.
"Untuk apa Arga malam-malam datang ke kantor? Pasti ada sesuatu yang tidak beres. Apa mungkin mereka sudah mengirim virus itu ke perusahaan mereka? Tapi nggak mungkin, karena semua itu harus ada persetujuan dariku," batin Ray sambil mengerutkan keningnya. Mengingat dirinya dan Bisma akan bekerja sama untuk sebuah tujuan yang sama yaitu menghancurkan perusahaan Arga.
"Apa mungkin pak Bisma dan istrinya sudah mendahuluiku? Karena saat ini Lovely sedang bersamaku? Apa mungkin gara-gara kejadian tadi? Ah shiiit kenapa banyak sekali teka-teki, apa yang sebenarnya terjadi?" Ray mencoba mencerna apa yang terjadi sekarang. Karena dirinya mulai merasakan ada sesuatu yang tidak beres.
Seperti biasa, Bisma menggunakan kekuasaan istrinya untuk mendukung setiap rencananya, tanpa Yolanda sadari jika suami brondongnya itu tengah memperdaya dirinya.
Di sisi lain, obrolan kakak beradik itu masih berlanjut.
"Kakak sendiri ngapain jam segini di dalam mobil, nggak pulang? Emangnya mama nggak nyariin? Ini tengah malam loh, Kak!" seru Cinta yang khawatir dengan keadaan sang kakak.
"Hmm ... iya, kakak sedang malas saja untuk pulang!" balas Lovely.
"Malas? Terus kakak sekarang sama siapa? Sendiri?" tanya Cinta menebak.
"Enggak, kakak nggak sendirian kok. Ada Ray yang ... eh!" tanpa sengaja Lovely keceplosan mengatakan jika dirinya sedang bersama Ray saat ini.
"Hah, Ray? Kakak sedang bersama Ray?" pertanyaan Cinta yang benar-benar membuat Lovely gugup. Apalagi Ray yang tampak mulai gusar.
"Em ... enggak kamu salah dengar kali. Nggak mungkinlah kakak bersama Ray, ini kakak sedang bersama Monica. Iya, biasa lah kami kan sering pergi bareng. Dia sedang keluar beli makanan," ucap Lovely beralibi.
"Oh ... kirain beneran ada Ray. Kalau pun ada Ray juga nggak apa-apa kok." Ucap Cinta yang tentu saja membuat Lovely membulatkan matanya, begitu pula dengan Ray yang terlihat semakin berkeringat.
"Maksud kamu apa, Cin?" Lovely balik bertanya.
"Nggak ada maksud apa-apa, aku cuma mau bilang sama dia, kayaknya dia harus bisa lupakan hubungan kami. Aku rasa percuma saja dia menungguku, Kak. Aku dan suamiku tidak akan pernah bercerai. Dan aku akan minta maaf kepada Ray, aku tidak bisa lagi mencintainya, karena sekarang aku mulai mencintai orang lain yang tak lain adalah suamiku sendiri."
Mendengar pengakuan dari Cinta, Ray tampak membuang wajahnya, tangannya mengepal sempurna. Ternyata Cinta sudah tidak mencintai dirinya lagi. Kalaupun dirinya bisa memisahkan Cinta dan Arga. Percuma saja meskipun Cinta berada bersamanya tapi jiwa gadis itu milik pria lain.
"Apa seharusnya aku akhiri saja ambisiku untuk merebut Cinta?
...BERSAMBUNG...