Cinta Untuk Tuan Arga

Cinta Untuk Tuan Arga
Madam Desy adalah Nyonya Desy


"Tuan muda yakin? Apa saya tidak salah dengar?" sahut pak Cipto yang pastinya pria itu sangat terkejut dengan pengakuan Ray.


"Astaga! Kenapa sih tidak ada yang percaya kepada saya? Tadi Lovely juga berkata seperti itu, sekarang Pak Cipto! Apa ucapanku ini kurang serius?" ucap Ray sambil berkacak pinggang.


Pak Cipto tersenyum kecil dan berkata, "Tentu saja saya terkejut mendengar apa yang Tuan muda katakan, itu artinya Anda sudah menerima jika Non Cinta bukanlah jodoh Anda. Saya ikut senang, itu artinya Anda iklhas merelakan Non Cinta hidup bahagia dengan kakak ...!" Pak Cipto tidak melanjutkan kata-katanya karena tiba-tiba terdengar bunyi telepon yang cukup membuat Ray kaget


Ray mengangkat telepon yang berada di atas meja di dekat sofa di mana ia berdiri di depannya.


"Halo!"


"Ada sesuatu yang harus kami katakan pada Tuan Ray!"


"Ada apa ...?"


Ray mendengarkan secara seksama seseorang yang sedang menghubunginya lewat telepon. Spontan Ray membelalakkan matanya ketika ia mendengar jika perusahaannya dalam bahaya besar.


"Shiiit! Kalian tunggu di sana, aku segera datang!" Ray segera menutup teleponnya dan ia pun bergegas untuk keluar rumah. Pak Cipto tampak bingung dengan sikap Ray yang tiba-tiba pergi begitu saja.


"Tuan muda mau kemana?" tanya Pak Cipto sambil mengikuti langkah Ray dari belakang.


"Saya harus segera pergi, Pak. Semua ini karena ulah si Arga. Dia mau coba-coba membuat perusahaan kita hancur. Ini tidak bisa kubiarkan. Dia sudah merebut Cinta dariku, tapi tidak untuk saat ini. Dia tidak akan bisa menghancurkan aku, aku akan buat perhitungan jika pria itu berani menyentuh perusahaanku. Sial!"


Tanpa berlama-lama Ray segera pergi menggunakan mobilnya dengan wajah kesal. Pak Cipto pun bingung harus berkata apa, rasanya ini akan menjadi perang saudara jika mereka dibiarkan tidak mengetahui rahasia besar itu.


"Astaga, semoga saja tidak terjadi apa-apa. Bagaimana bisa hal ini terjadi? Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus berbuat sesuatu. Aku harus pergi. Iya, aku harus mengatakannya kepada Nyonya Desy sebelum semuanya terlambat," ucap pak Cipto. Tanpa sadar ucapan pria tua itu terdengar di telinga Lovely yang saat itu sedang keluar dari kamarnya saat mendengar suara mobil Ray yang pergi dari rumah.


"Non Lovely, Anda ada di sini?" pak Cipto tidak menyangka jika Lovely sedang berada di belakangnya.


"Tadi saya keluar kamar saat mendengar suara mobil Ray. Dan saya lihat dia sudah pergi. Ngomong-ngomong Ray mau kemana Pak malam-malam begini?" jelas Lovely sambil memperhatikan wajah pak Cipto yang pucat.


"Hmm ... tadi ada telepon dari kantor dan tidak tahu kenapa Tuan muda tiba-tiba panik dan segera pergi ke kantor. Dia bilang sih ada hubungannya dengan Tuan Arga, Tuan muda kelihatannya sangat marah, saya takut saja jika Tuan muda emosi dan ...!" pak Cipto lagi-lagi tidak melanjutkan kata-katanya karena Ia tanpa sengaja melihat kalung yang dikenakan oleh Lovely pada lehernya.


"Dan apa, Pak?" sahut Lovely penasaran. Pak Cipto sangat mengenal kalung yang dipakai oleh Lovely. Itu adalah kalung yang diberikannya kepada Ray hadiah dari Mamanya.


"Darimana Non Lovely mendapatkan kalung itu?" tanya pak Cipto sambil memperhatikan secara detail kalung yang melingkari di leher Lovely.


Lovely tersenyum dan meraba kalung tersebut. "Oh kalung ini, tadi Ray memberikannya kepada saya. Dia menyuruh saya untuk memakainya, katanya kalung ini pemberian dari Mamanya. Bagus kan, Pak? Saya juga nggak tahu kenapa dia memberikannya kepada saya. Mungkin karena dia kecewa dengan Mamanya, makanya kalung ini diberikan kepada saya. Saya sih ngerasa ada sebuah filosofi dari kalung ini, ini bukan kalung sembarangan, ini adalah sebuah tanda kasih dari orang yang sangat menyayangi Ray!" ungkap Lovely menjelaskan.


"Anda benar, Nona. Kalung itu sangat bermakna sekali. Karena itu adalah pemberian Nyonya Desy kepada anak-anaknya!" pengakuan pak Cipto spontan membuat Lovely membulatkan matanya.


"Siapa, Pak? Nyonya Desy, emm tapi bukan Madam Desy, kan?" sahut Lovely yang mengira jika pak Cipto pasti salah orang. Karena yang Ia tahu wanita yang bernama Desy adalah ibunya Arga. Karena mereka pernah saling dekat saat Arga dan Lovely berpacaran dulu.


"Benar, Nona. Madam Desy adalah Nyonya Desy, ibu kandung Tuan muda!"


...BERSAMBUNG ...