Cinta Untuk Tuan Arga

Cinta Untuk Tuan Arga
Terima kasih, Cinta.


Lovely masih belum sadar dari pingsannya. Sementara itu Ray terus membawa Lovely masuk ke dalam kamar miliknya. Ray sudah dikuasai oleh hawa nafsunya. Pria itu tidak bisa berfikir jernih, dalam benaknya hanya ada Cinta, Cinta dan Cinta.


Ray meletakkan tubuh Lovely di atas ranjang tidur Big size itu. Dengan masih memejamkan matanya, Lovely tidak tahu jika dirinya sedang berada di dalam kamar Ray.


Ray menyeringai, pengaruh minuman alkohol itu benar-benar membuatnya gila dan hilang kesadaran. Entah apa yang ada dalam pikiran pria itu sehingga dirinya ingin sekali memiliki gadis yang ia kira sang kekasih itu.


Dengan sangat mudah, Ray melepaskan satu persatu kain yang menutupi tubuh Lovely tanpa terkecuali, Ray sangat yakin jika gadis yang sekarang ada dalam dekapannya adalah Cinta.


Dengan segala gairah yang sudah memuncak, Ray membenamkan dirinya ke dalam dasar samudera kenikmatan, pria itu sangat menikmatinya, tidak terlalu sulit bagi Ray untuk masuk ke bawah sana. Hanya dengan satu kali hentakan, ia merasa jika Cinta sudah menjadi miliknya.


Dalam ketidaksadarannya, Lovely seolah-olah ikut menikmati apa yang sebenarnya terjadi, sementara itu Ray begitu pintar membawa Lovely dalam sebuah kenikmatan yang hakiki.


Cukup lama Ray bermain dalam hasrat itu, pria itu selalu menyebut nama Cinta di sela-sela dirinya bergerak manja. Hingga tanpa sadar, perlahan Lovely membuka kedua matanya. Ia merasa ada yang berbeda, ada sesuatu yang masuk dan bergerak begitu lembut, ia pun merasa jika ada seseorang yang menindih tubuhnya.


Bukannya kesakitan, Lovely justru menggigit bibir bawahnya, sensasi itu terasa begitu istimewa, sangat nikmat dan sangat menggairahkan. Dalam ruangan yang cukup gelap itu, mereka berdua benar-benar menikmati masa-masa itu, meskipun sebenarnya mereka berdua dalam kondisi setengah sadar.


"Cinta! Aku sangat mencintaimu, kamu milikku sekarang!" kata-kata itu terucap dari bibir Ray dengan berbisik di telinga Lovely. Seketika Lovely tersadar jika itu adalah suara Ray, kekasih adiknya.


"Ray, Kau!" seru Lovely sembari mengangkat wajah Ray yang saat itu sedang mencumbu lehernya.


Ray tampaknya masih belum sadar jika wanita yang sedang bercinta dengannya adalah Lovely. Ia pun tetap melanjutkan aktivitasnya untuk segera mencapai puncak asmara.


Bukannya mendorong tubuh Ray, Lovely justru semakin terbakar gairah, apapun yang dirasakannya saat ini sangat berbeda dengan apa yang dirasakannya bersama pasangan Buci nya.


Kini, Lovely yang memimpin jalannya percintaan, gadis itu begitu piawai dalam hal seperti itu, seolah dirinya menemukan sebuah kenikmatan sejati yang belum pernah ia temukan selama ini. Rasa kekecewaannya terhadap seorang pria yang membuat dirinya tidak percaya lagi pada laki-laki, dan itulah yang menyebabkan Lovely mulai menjauhi teman-teman cowoknya dan lebih tertarik dengan sahabatnya sendiri karena ia merasa cowok itu hanya selalu menyakiti. Sedangkan sahabat nya selalu ada untuk dirinya. Hingga akhirnya Lovely terjatuh dalam pergaulan bebas yang membuat dirinya ikut terjerembab dalam dunia Lesbian.


Tapi nyatanya, kini Lovely benar-benar merasakan kehangatan seorang pria yang membuat dirinya merasa nikmat dan nyaman. Setelah pergulatan hampir satu jam, akhirnya mereka berdua tiba di ujung kenikmatan. Lovely menjerit hebat seolah tubuhnya kejang, sementara itu Ray pun juga melenguh panjang karena dirinya berhasil mengeluarkan pasukan kecebongnya ke dasar rahim Lovely.


Setelah beberapa detik, akhirnya keduanya jatuh terkulai. Lovely memeluk Ray yang saat itu masih pada posisi di bawah gadis itu. Ray pun memeluk Lovely sambil mencium kening gadis itu, hingga akhirnya mereka berdua tertidur pulas.


*


*


*


Sementara itu di tempat lain, Cinta dan Arga pun semakin mesra, seolah dunia milik mereka berdua, sepulang dari makan malam, kedua insan itu pun saling mencurahkan segala rasa, Cinta pun sudah memberikan jiwa dan raganya hanya untuk sang suami.


"Seluruh yang ada pada diriku ini, kamulah pemiliknya, suamiku! Aku tidak tahu sejak kapan rasa ini muncul, tapi aku benar-benar tidak ingin berpisah darimu, kamu pria yang sangat jantan, biarkan orang menganggapmu aneh, tapi tidak untukku. Bagiku kamu adalah laki-laki paling hebat di dunia ini," ucap Cinta saat mereka berdua kembali akan mengarungi indahnya samudra percintaan.


Arga pun tersenyum dan langsung memeluk istrinya. "Terima kasih, Cinta! Namamu bukan hanya sekedar nama. Tapi namamu adalah sebuah keindahan dan sebuah anugerah untukku, temani aku untuk selamanya!" ucap Arga yang seketika mendapatkan jawaban dari sang istri.


"Itu sudah pasti, suamiku!"


...BERSAMBUNG ...