
Di sisi lain. Ray berniat membawa Lovely ke rumahnya lagi. Karena ia tahu ada sesuatu yang tidak beres dengan gadis itu. Ia merasa jika Lovely memiliki konflik yang cukup besar terhadap keluarganya.
"Ray, kau bawa aku kemana?" tanya gadis itu sambil melihat ke arah jalan yang menuju bukan ke arah rumahnya.
"Kita pulang, kamu sebaiknya istirahat. Aku akan membawamu ke rumahku!" balas pria itu sambil terus melihat ke arah depan.
"Tapi, Ray. Tolong antarkan aku pulang saja, Mama pasti sudah menungguku, aku khawatir dengan Mama!" Gadis itu masih mengkhawatirkan keadaan sang Mama. Karena ancaman Bisma masih sangat dikhawatirkannya.
"Aku tidak akan mengantarmu pulang, aku tahu kamu masih menyembunyikan rahasia dariku, dan aku tahu semua itu pasti ada hubungannya dengan Tuan Bisma, iya kan?" ucapan Ray nyatanya membuat Lovely mulai panik. Bagaimana bisa pria itu menduga demikian.
"Kenapa kamu berkata seperti itu? Tidak usah sok tahu kamu. Ini masalah keluargaku, sebaiknya kamu tidak perlu terlalu menduga yang tidak-tidak." Lovely membantah ucapan Ray.
"Kamu bisa saja menyangkalnya lewat ucapanmu. Tapi, jangan pernah berharap kamu bisa membodohiku. Aku tahu bagaimana caramu menatap Tuan Bisma. Aku tahu kamu sangat membencinya, kau tidak bisa berbohong padaku tentang ini,"
Lovely terdiam dan menundukkan wajahnya lemas. Bagaimana bisa Ray berpikiran seperti itu, apa mungkin pria itu tahu apa yang dirasakannya kepada Bisma.
"Kamu tidak bisa lagi menyembunyikannya dariku, Lovely. Tinggal menunggu kejujuranmu saja. Dan sekarang kamu sebaiknya tinggal di rumahku. Karena aku sangat yakin kamu merasa tidak aman berada di dalam rumahmu sendiri. Jikalau kamu merasa aman berada di rumah. Tentunya kamu tidak akan sering-sering kelayapan bersama temanmu itu setiap hari, bahkan kalian sampai berbuat hal gila seperti itu," Ray berkata sambil sesekali melihat ke arah Lovely yang masih menundukkan wajahnya.
Tiba-tiba saja Ray menyahuti ucapan Lovely. "Kata siapa tidak ada, masa depanmu masih panjang. Aku akan menikahimu!"
"Apa?"
Lovely menatap wajah Ray yang baru saja berkata seperti itu. Mimpi apa dirinya mendengar kata Ray yang akan menikahi dirinya. Padahal Ray pernah berkata tidak akan pernah menikahi dirinya. Karena Ray sangat terobsesi dengan adiknya, Cinta.
Ray menoleh ke arah Lovely yang sedang tercengang mendengar ucapan darinya.
"Kenapa menatapku seperti itu?" ucap pria itu.
"Tidak ada, hanya saja aku berharap kupingku tidak salah dengar. Hmm ... iya, mungkin saja telingaku butuh konsultasi ke dokter THT. Pasti aku salah dengar," sambung Lovely yang menyangka itu hanya sebuah guyonan dari seorang Ray.
"Salah dengar? Memangnya aku kelihatan bercanda? Kamu tidak percaya padaku? Aku berkata benar, aku akan menikahimu, apa kamu tidak suka?" ucap Ray yang tampak meyakinkan Lovely jika dirinya benar-benar akan menikahi gadis itu.
...BERSAMBUNG ...