Cinta Untuk Tuan Arga

Cinta Untuk Tuan Arga
Pertemuan Ray dan Bisma


Setelah memberikan kalung itu pada Lovely. Ray pun berniat mengantarkan gadis itu pulang.


"Ya sudah, sekarang pulanglah! Biar aku antar kamu." seru pemuda itu sambil mempersilahkan Lovely untuk masuk ke dalam mobilnya. Di saat yang bersamaan, datang seorang pria yang sedang menyebut nama Lovely.


"Lovely, kamu di sini rupanya. Ayo kita pulang, Nak. Mamamu pasti menunggu di rumah."


Bisma, suara itu spontan membuat Ray dan Lovely menoleh ke arah seorang pria yang sedang berdiri menatap mereka berdua.


"Ck! Ngapain sih nih orang ada di sini? Bikin nggak mood aja!" umpat Lovely dalam hatinya.


"Tuan Bisma, ternyata Anda ada di sini juga. Senang rasanya bisa bertemu dengan Anda di sini. Waahh ini benar-benar pertemuan yang tidak terduga. Oh ya Tuan Bisma, saya sudah melakukan apa yang sudah Anda tunjukkan. Semoga saja kita berhasil," seru Ray sembari menghampiri Bisma. Mereka berdua tampak saling merangkul.


Tentu saja Lovely sangat kaget saat melihat Ray yang sudah akrab dengan Bisma. "Ray, bagaimana bisa dia bisa sedekat itu dengan Bisma? Apa mereka sedang merencanakan sesuatu?" pikir Lovely yang mulai curiga.


"Pak Ray, sedang apa Anda di sini. Lovely? Kalian berdua sudah kenal?" seru Bisma sambil menatap mereka bergantian. Lovely pun langsung pasang sikap waspada. Ia pun segera menarik tangan Ray dan berpura-pura mesra dengannya.


"Oh ya tentu saja. Kamu berdua saling mengenal, aku dan Ray adalah pasangan kekasih. Iya, kami berdua sepasang kekasih, bisa dikatakan seperti itu. Iya kan, Sayang!" sahut Lovely sambil memberikan kode dengan menginjak kaki Ray.


Ray merasakan jika Lovely sedang bersandiwara lagi. Demi menuruti permintaan Lovely. Ray pun mengikuti sandiwara Lovely dengan berpura-pura menjadi pacar gadis itu.


"Oh ya, tentu saja. Kami berdua memang sedang berpacaran. Ngomong-ngomong Tuan Bisma ini kok bisa kenal dengan pacar saya?" Ray membulatkan matanya sambil merangkul pundak Lovely dan sesekali mencium keningnya.


"Apa sih nih orang, dicium lagi nih jidat. Tapi ada untungnya sih. Biar tuh laki-laki berhenti deketin aku lagi, jijik banget sumpah. Kalau bukan demi Mama, aku nggak mau tinggal satu atap dengan pria brengsek itu," batin Lovely.


Bisma tersenyum dan mengatakan jika dirinya adalah ayah tiri dari Lovely. Tentu saja Ray sangat terkejut ternyata partner bisnisnya adalah ayah tiri Lovely.


"Waahh kebetulan sekali. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Ternyata Tuan Bisma adalah calon mertua saya," seru Ray. Entah kenapa Bisma kurang senang melihat kedekatan Ray dan Lovely.


"Emm ... iya mungkin. Lovely, ayo kita pulang. Mamamu sudah menunggumu di rumah." Bisma tiba-tiba menarik tangan Lovely. Namun, gadis itu menolaknya dengan alasan masih ingin bersama sang kekasih.


"Nggak mau. Aku masih ingin bersama Ray. Jika kamu ingin pulang, pulang saja sendiri. Tidak usah ganggu kami!" balas Lovely yang membuat Bisma sedikit marah.


"Lovely! Kamu sudah berani membantah perintahku! Aku sekarang adalah ayahmu." Bisma tidak terima diperlakukan seperti itu oleh gadis itu di depan Ray.


"Sayangnya aku tidak pernah menganggapmu sebagai seorang Ayah. Ayahku cuma satu. Fadly, hanya pak Fadly lah ayahku. Bukan bajingan seperti dirimu!"


"Lovely!!!" Bisma berteriak seolah ingin menampar pipi gadis itu. Spontan Ray menahan tangan Bisma yang sudah terangkat ke atas. Bersiap menampar memukul pipi Lovely.


Bisma menatap tajam ke arah Ray yang berani sekali menyentuh tangannya.


"Anda tidak usah ikut campur urusan keluarga kami, Pak Ray. Urusan kita hanya sebatas bisnis, bukan yang lainnya!" ucap Bisma dengan ekspresi marah. Kali ini Ray tidak bisa begitu saja membiarkan perlakuan Bisma kepada Lovely.


*


*


*


*


Sedangkan di tempat lain. Arga memberikan kejutan untuk sang istri. Karena sebentar lagi mereka akan menghadiri acara ulang tahun sang Oma yang ke 70 tahun. Semua anak cucu dari wanita yang bernama Nyonya Debora Bimantara. Mereka juga akan mengundang kolega bisnis baik lokal maupun Internasional. Tak terkecuali Madam Desy sebagai menantu pertama dari keluarga tersebut. Tentu saja di pesta ulang tahun sang Oma nanti Arga akan memperkenalkan Cinta kali pertama sebagai seorang istri.


Arga berdiri di belakang Cinta yang saat itu sedang berdiri di depan cermin rias. Pantulan wajah sang suami terlihat begitu jelas dari arah cermin. Cinta berhenti menyisir rambutnya dan berkata kepada sang suami yang bersiap memeluknya dari belakang.


"Kenapa menatapku seperti itu? Apa ada yang salah dengan penampilanku?" ucap nya sambil melihat riasan wajannya sebelum tidur.


Satu lengan kokoh itu melingkar pada pinggang Cinta dan satu nya lagi memberikan sebuah kotak berwarna merah.


"Apa ini?" tanya Cinta saat melihat sebuah kotak yang diberikan oleh suaminya.


"Aku ingin kamu memakainya saat di acara ulang tahun Oma besok. Aku ingin istriku terlihat paling cantik. Aku ingin bilang kepada seluruh dunia. Jika istri seorang Arga adalah wanita yang paling cantik dan sangat menawan." ucapnya sembari membuka kotak itu.


Terlihat sebuah kalung berlian yang sangat cantik. Cinta tidak menyangka jika sang suami akan memberikan kejutan itu untuknya.


"Kamu suka?" tanya Arga.


"Suka sekali. Tapi, kalung ini pasti harganya sangat mahal. Sayang, aku tidak mau kamu menghabiskan banyak uang demi untuk membelikan aku barang-barang semahal ini. Aku tidak mau dicap sebagai istri yang memeras suaminya." ucap Cinta.


"Siapa yang bilang begitu? Aku tidak pernah merasa menghabiskan banyak uang. Aku memang sengaja ingin memberikan sesuatu untuk istriku sebagai hadiah karena dia adalah wanita yang berhasil memikat hati Arga. Jangan pernah berfikir seperti itu lagi. Apalagi berfikir sebagai istri pemeras. Tapi aku pikir-pikir, kamu memang sebenarnya adalah istri pemeras, nggak salah sih!" ucap Arga yang memaksa Cinta membalikkan badannya


"Tuh kan, kamu aja berpikiran seperti itu. Apalagi yang lainnya?" ucap Cinta sembari memainkan kancing baju suaminya. Arga menyeringai dan semakin menarik pinggang istrinya agar semakin dekat dengan nya.


"Iya, kamu memang istri pemeras. Bahkan setiap malam kamu selalu memerasku. Tapi tak apa, aku tetap suka. Karena cengkeraman mu benar-benar sangat nikmat, Sayang. Squishy !!"


Mendengar penuturan dari Arga. Cinta pun memukul-mukul dada suaminya. Dipikirnya istri pemeras adalah istri yang serakah dan tidak tahu diri. Ternyata, bukan itu yang dimaksud oleh Arga.


"Ihh ... kirain apaan. Nggak tahunya kebiasaan ku yang memeras santan tiap malam." sahut Cinta sambil mengerucutkan bibirnya. Arga pun tertawa kecil mendengar ucapan lucu sang istri.


...BERSAMBUNG ...