Cinta Untuk Tuan Arga

Cinta Untuk Tuan Arga
Tugu Monas


Fajar menyingsing, sang Surya sudah mulai berani menampakkan wajahnya yang bersinar. Sebuah kamar yang menjadi saksi bisu bagaimana dua insan yang sedang beradu di dalam asmara.


Cahaya matahari mulai menembus tirai berwarna putih di dalam kamar seorang pria yang kini sedang tertidur pulas. Sementara di sampingnya ada seorang wanita yang juga sedang tertidur dengan memeluk Ray begitu mesra.


Perlahan, kelopak mata gadis itu mulai terbuka sedikit demi sedikit, untuk sejenak ia berusaha untuk menyembunyikan wajahnya dari pantulan cahaya matahari yang tepat mengenai wajahnya. Ia pun menutupi wajahnya dengan selimut.


Namun, tiba-tiba saja Lovely tersadar jika dirinya merasa ada sesuatu yang tidak beres. Ia mendengar seseorang yang sedang mendengkur. Bukan itu saja, ia pun merasakan jika miliknya terasa begitu lembab dan teramat becek. Belum lagi dirinya yang tanpa memakai sehelai benangpun.


Spontan, Lovely membuka selimutnya dan melihat dengan jelas jika ada seorang pria di sampingnya, dan yang lebih mengejutkan lagi adalah, ternyata pria itu adalah Raymond Shawn, pacar adiknya sendiri.


"Ray! Ngapain aku berada bersama Ray? Ih kok aku nggak pakai apapun dan ini rasanya sangat iyuuhhh! Basah banget, apa jangan-jangan aku dan Ray? Wait-wait, biar aku periksa," seru Lovely sembari membuka selimut yang menutupi tubuh Ray.


Setelah selimut itu terbuka, betapa Lovely sangat terkejut saat melihat sebuah tugu Monas yang sedang berdiri dengan gagahnya. Lovely membelalakkan matanya saat benda itu berdiri di tengah-tengah seolah sedang menyapa dirinya, "Hay Baby!"


"Huaaaaaa ...!" Lovely berteriak sekencang-kencangnya saat ia melihat keperkasaan seorang Ray.


Sontak, Ray terbangun dan membuka matanya dengan segera. Begitu juga dengan Ray yang tak kalah terkejutnya saat melihat wajah Lovely bukan wajah Cinta.


"Woi! Kamu ngapain di kamarku? Mana Cinta? Mana dia?" seru Ray sembari mencari keberadaan Cinta.


"Cinta, ngapain kamu nyari Cinta? Tutupi tuh terong kamu, udah jelek pakai noleh aku segala lagi," protes Lovely sembari menunjuk ke arah tugu Monas milk Ray.


"Idiiih, ngapain juga lihat punya kamu! Eh ngomong-ngomong kok aku ada di sini sih? Ah ... aku ingat semalam aku coba menghentikan mobil kamu, karena kamu terus maksa dan menganggap aku ini adalah Cinta. Setelah itu aku nggak ingat apa-apa lagi. Woi, mata kamu buta, ya! Masa secantik ini dibilang Cinta sih, lalu kamu melakukan hal tak senonoh denganku, iya kan? Ih jahat banget sih kamu, hiks hiks hiks!" Lovely mulai menangis sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Ray pun mulai mengingat-ingat kejadian yang sebenarnya, ia tidak bisa mengingatnya dengan jelas karena semalam dirinya hanya teringat dengan Cinta yang sedang bersama dengan Arga, kemudian Ray datang ke sebuah Bar untuk menghibur dirinya.


Ia berhalusinasi jika Ray sedang bersama Cinta. Tapi nyatanya bukanlah Cinta yang sedang bersamanya, tapi Lovely Kakak kandung Cinta.


"Shiiit! Apa aku salah orang? Harusnya Cinta yang mendapatkan keperjakaanku, kenapa harus dia? Oh My God, peluruku salah sasaran, bagaimana bisa aku bercinta dengan Lovely?" batin Ray yang mulai mengingat semuanya.


Sementara itu, Lovely semakin menangis, ia tidak menyangka Ray melakukan hal itu padanya. Ray pun berusaha untuk menenangkan Lovely.


"Iya iya, sorry! A-aku tidak sengaja melakukan itu padamu, aku khilaf. Aku pikir kamu adalah Cinta, tapi ternyata bukan." Mendengar ucapan dari Ray, spontan Lovely pun membuka kedua tangannya dan berkata, "Aku sudah bilang berkali-kali jika aku ini bukan Cinta, kamu aja yang tuli, dan sekarang semuanya sudah terjadi, apa yang harus aku katakan pada Monica? Dia pasti sangat kecewa padaku!" ucapan Lovely sontak membuat Ray teringat akan seorang wanita yang semalam berusaha untuk menghentikan dirinya membawa Lovely.


"Hah? Monica katamu? Cewek yang nggak ada cantik-cantik nya itu? Oh iya aku ingat sekarang, iya iya semalam dia mencoba menghadangku. Jadi, kamu dan dia itu pasangan ... weww! Ini benar-benar sangat mengejutkan Lovely. Wait! Kalaupun kamu dan dia itu pasangan kekasih, tapi kenapa kamu begitu suka bermain denganku, udah lima kali loh kamu berteriak kenikmatan," ungkap Ray yang masih ingat betul bagaimana mereka bermain semalam.


"Hah? Ngga mungkin itu, kamu pasti berbohong, nggak mungkin aku seperti itu, nonsen!" Lovely bersikeras mengelaknya.


...BERSAMBUNG ...