Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN

Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN
Extrapart 1. Rara bunuh diri.


Setiap jumlah like mencapai 200 lebih, maka thor akan update 1 episode. Dijamin Extrapart ini adalah part yang kalian tunggu tunggu.


Like, Hadiahhh alias Gift juga Voate ditunggu yaaaaa, I lope lope yuuuuu..


Oh ya thor mau sedikit cerita buat dasar kenapa thor mau bikin cerita ini. Jadi ini diambil dari sebuah kejadian nyata yang memang pernah terjadi tapi dengan sedikit dilebihkan ceritanya. Sosok Ray sering berganti pasangan di real lifenya tanpa setahu istrinya. Dan bukan dijadikan istri muda, hanya perilaku **** bebas kala dirinya pergi kerja ke luar kota. Suatu hari, bukan terpergok tapi entah kenapa dirinya itu mengakui karena merasa tertuduh dan dihantui rasa bersalah tiap harinya. Hebatnya si istri tanpa syarat memaafkannya, padahal dirinya belum memiliki anak, jadi bisa saja ia mminta cerai. Nah, terkadang, thor juga bingung, apakah berarti istri ini bodoh? Nyatanya hidup mereka sekarang baik baik saja, suami tidak pernah lagi kerja keluar, hanya kerja wiraswasta bersama istrinya dan anaknya pun sekarang sudah gede gede. So kita tidak bisa bilang sesuatu jelek karena sudut pandang kita semata. Banyak sudut pandang yang mesti kita lihat, so be wise dan be carefull!! He he he thor hanya ingin menjawab secara global komen komen kalian ya..


Happy Reading!!


***


Di persidangan ini, keputusan hakim dibacakan. Ini lah keputusan hakim yang dibacakan oleh ketua hakim persidangan Rara dan juga Tuan Ridwan.


" Pada hari ini, jumat .....kami selaku ketua majelis hakim, membacakan hasil putusan sidang bahwasannya terdakwa Tuan Ridwan Elshaka Hakim dengan menilai segala aspek yang ada, juga tingkah laku serta kerjasama selama penyidikan berlangsung. Maka kami memutuskan terdakwa kasus pencobaan pembunuhan dan penculikan terhadap korban Alesya Wijaya dan juga penembakan terhadap Raymond Izaac yang status korban masih belum sadarkan diri. Tuan Ridwan Elshaka Hakim hanya dianggap mengetahui semua rencana, tidak berusaha mencegah dan melaporkan tindakannya ke kepolisian, dengan dalih untuk melindungi ibu Rara atau Laura Elevosa yang saat itu statusnya adalah istri siri dari tuan Ridwan Elshaka Hakim. Dan memberikan materi serta tempat bagi Ibu Laura Elevosa untuk mengeksekusi rencananya. Memutuskan Tuan Ridwan Elshaka Hakim bersalah dengan hukuman 2 tahun penjara dipotong masa tahanan. Sedangkan bagi ibu Laura Elevosa,..."


Keputusan hakim dibacakan membuat Tuan Ridwan Elzatta Hakim merasa lega, dirinya tahu bahwa dirinya sudah bersalah begitu rupa bukan saja kepada anaknya namun kepada istri dan juga kepada keluarga besar mereka. Dirinya sudah mempermalukan seluruh keluarga besar Elshaka Hakim karena dirinya telah berselingkuh, melakukan tindakan kejahatan, dan merusak rumah tangganya sendiri. Oleh karena itu dia tidak keberatan untuk melaksanakan hukuman yang memang adalah bayaran atas apa yabg sudah ia lakukan.


Sedangkan Rara terlihat tidak terima dengan putusan hakim yang mengabulkan permintaan jaksa penuntut umum yang menghukum dirinya dengan hukuman 15 tahun penjara, sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum yang juga memohon hukuman yang sama seperti yang akhirnya dikabulkan oleh surat keputusan hakim.


Keputusan hakim yang menurut Rara memberatkan dirinya membuat Rara tidak terima lalu marah serta memilih Kuasa hukumnya untuk naik banding terhadap keputusan hakim ke pengadilan yang lebih tinggi.


Namun rupanya kuasa hukum yang menangani kasus dari Laura itu menolak keinginan dari kliennya untuk naik banding ke pengadilan yang lebih tinggi.


Penolakan dari kuasa hukum yang menangani kasusnya membuat Rara menjadi semakin marah dan semakin tidak terkendali. Dia membanting seluruh barang yang terlihat di hadapannya termasuk membanting kursi yang ia pakai sebagai seorang terdakwa.


Tingkahnya itu sontak membuat polisi yang mengamankan jalannya sidangnya menjadi siaga dan langsung menangkap Rara dan mengamankannya supaya tidak merusak jalannya sidang yang memang belum selesai.


Tentu saja Rara memberontak dan tidak ingin diamankan oleh pihak yang berwajib. dia berteriak-teriak seperti orang yang kesetanan dan juga melakukan tindakan anarkis lainnya.


Pihak yang berwajib yang memegangi Rara sedikit kewalahan karena tindakan yang dilakukan oleh Rara. Dokter psikologi yang mendampingi jalannya persidangan Rara menganggap bahwa Rara sudah ada di ambang kejiwaan yang terganggu.


Kemungkinan juga akan direhabilitasi di rumah sakit jiwa Karena dianggap telah mengancam keselamatan jiwa orang lain dan dirinya sendiri sebab Tak lama kemudian Rara juga membenturkan kepalanya ke dinding ruang pengadilan itu sehingga kepalanya berdarah.


Pernyataan dari pihak berwajib dan juga pihak Hakim menyayangkan apa yang sedang terjadi saat ini, karena itu berarti Rara dikategorikan sebagai pasien rumah sakit jiwa yang berbahaya. Oleh karena itu Rara akan ditempatkan di sebuah ruangan yang akan diawasi dengan ketat supaya tidak ada tindakan yang membuat dirinya sendiri celaka.


Tentunya hukuman 15 tahun dipotong masa tahanan masih berlaku terhadap Rara, akan tetapi untuk sementara Rara akan menjalani hukumannya itu di ruang isolasi pasien yang perlu pengawasan ketat di rumah sakit jiwa.


Kabar masuknya Rara ke rumah sakit jiwa ditanggapi Zaki dengan dingin. Dia takut kalau Rara hanya berakting gila saja. Sehingga ia tidak terlalu menanggapi info dari asistennya yang selama ini berada di ruang sidang.


" Sya,aku cuman mau kasih info kalau Rara sekarang di rumah sakit jiwa ya. Kemarin masih sempat dibawa ke ruang tahanan, tapi karena dia terus meneris menyakiti diri sendiri, jadi dia di taruhdi ruangan isolasi di dalam.ruamh sakit jiwa." kata Zaki kepada Alesya melalui sambungan telepon.


" Lalu kondisinya bagaimana?"


" Ya ga tau! Aku hanya memberi info perkembangan jalannya sidang saja yang perlu kamu tahu." kata Zaki dengan santai.


" Hmm .. sudahlah, kita sudah tidak ingin mengetahuinya."


" Oke, next aku tidak akan menginfokan hal itu lagi kepadamu, kecuali penting banget ya." kata Zaki lagi. Ia tahu perasaan Alesya. Ia hanya ingin kasi info saja. Setelah berbasa basi sejenak, ia menutup panggilan telepon kepada Alesya.


Tiba tiba ia mendapatkan telepon dari pihak pengadilan bahwa terdakwa kasus pembunuhan dan penculikan itu meninggal dunia karena bunuh diri.


" Apa?"


.


.


.


TBC