
" Lalu bagaimana dengan sapu tangan yang kita temukan ini apakah ini juga pemilik dari salah satu dari korban yang kita cari." tanya petugas polisi itu dengan nada ingin tahu.
Zaki Kemudian memegang sapu tangan itu dan membolak-balik sapu tangan itu mencari petunjuk tentang apa yang ditinggalkan disitu.
Kemudian setelah dia tidak mendapati ada petunjuk di lembaran saputangan itu kemudian dia mencium sapu tangan itu dan mendapati bahwa sapu tangan itu berbau maskulin yang dia kenali sebagai parfum milik Ray.
Kemudian Zaki berpikir dengan keras, mengapa Ray membuang barang-barang miliknya itu. Bahkan Zaki tidak menjawab pertanyaan dari petugas polisi yang penasaran dengan sapu tangan yang saat ini ada di tangan Zaki. Malah kemudian Zaki bertanya balik kepada petugas polisi yang menemukan benda-benda itu.
" Di mana kamu menemukan ini?" tanya Zaki dengan tatapan yang tidak bisa terbaca oleh mereka.
" Di depan rumah sebelah kanan rumah yang tadi kita geledah!" sahutnya dengan segera.
Zaki kemudian mencubiti bibirnya tanda dia sedang berpikir keras apa yang mereka lakukan dan dan darah siapa yang mereka temukan.
" Coba tolong kalian cek terlebih dahulu kira-kira darah itu milik siapa?" Tanya Zaki sambil masih terus berpikir sehingga pandangannya sama sekali tidak berada di situ melainkan entah melayang kemana.
" Golongan darah A rhesus positif. Laki laki." sahut petugas polisi yang udah mendapatkan hasil dari pengecekan darah yang ditemukan kan di gudang bawah tanah tadi.
" Jadi? Ray yang tertembak? Karena tidak mungkin kalau pihak penculik yang terkena tembakan sedangkan mereka semua bisa melarikan diri." kata Zaki dengan kebingungan juga. tinggal tergantung pada Rara apakah Rara akan menyelamatkan Mantan Terindah nya Atau malah memang berkeinginan untuk membunuh Ray sebagai mantan suami yang telah menceraikannya dengan kata-kata hinaan.
" Hebat juga si Ray temanmu itu, dia bahkan bisa meninggalkan barang bukti dalam kondisi dia tertembak? Kita masih harus berpikir keras sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka saat ini." kata komandan polisi.
" Apakah pihak kepolisian sudah bisa menangkap Tuan Ridwan dan Rara?" tanya Zaki dengan nada datar. Kalau Rara dan Tuhan Ridwan tidak bisa dihubungi berarti mereka memang melarikan diri dan benar-benar mereka lah yang melakukan penculikan terhadap Ale. Itu kesimpulan sementara yang didapatkan oleh Zaki. Tapi jawaban dari pihak kepolisian setelah menanyakan ke kantor pusat, membuat pikiran Zaki kembali kebingungan.
" Pak Zaki, ternyata Tuan Ridwan dan ibu Rara bisa dihubungi oleh pihak kantor pusat yang yang langsung membawa mereka berdua ke kantor polisi. Tidak lupa mereka juga sudah menyiapkan pengacara pengacara yang handal untuk membela kasusnya dan menyatakan bahwa bukti-bukti yang ada sertakan itu semua fiktif dan juga merupakan fitnahan yang besar untuk mereka." lapor petugas kepolisian yang sudah mendapatkan informasi dari kantor pusat langsung.
" Berarti bukti-bukti ini merujuk kepada masih adanya mereka berdua di tempat ini!" kata Zaki dengan suara keras.
Dia akhirnya mengerti mengapa Ray atau Ale membuang barang barang bukti di seputaran rumah ini, mungkin supaya mereka bisa meninggalkan jejak, kalau tadinya mereka diseret atau dipaksa untuk disembunyikan ke tempat ini.
Gawatnya kalo Rara sampai ditangkap oleh pihak kepolisian pasti dia tidak akan mau untuk mengungkapkan, dimanakah tempat persembunyian Ale dan juga Ray.
Ini adalah kesimpulan yang diambil oleh Zaki setelah menghubungkan antara satu kejadian dengan kejadian lain juga dengan penemuan-penemuan yang mereka dapatkan saat ini.
" Mestinya, kamu jangan menjadi seorang pengacara tapi lebih baik kamu menjadi seorang detektif karena analisamu dan juga pemikiran yang kamu miliki sangatlah detail dan bisa jadi itulah yang terjadi!" kata Komandan polisi sambil bertepuk tangan menanggapi analisa dan kesimpulan yang ditarik oleh Zaki Sehubungan dengan kasus hilangnya Ale.
" Tidak! Ini semua aku bisa tarik dari penemuan-penemuan barang bukti dan juga kesimpulan yang aku ambil dari keberadaan Ayahku dan juga selingkuhannya. Pasti Ayahku sudah memberitahukan kedatanganku kemari kepada selingkuhanya itu sehingga dia mengambil rencana lain untuk menyembunyikan Ale terlebih dahulu dan mungkin sialnya bagi mereka, karena Ray mengetahui tentang hal itu, soalnya dialah satu-satunya orang yang ada disini saat kejadian berlangsung." kata Zaki dengan nada yakin.
" Saat mereka keluar dari persembunyiannya tadi, pihak kepolisian dan kita kan udah masuk ke pekarangan dalam rumah itu. Sehingga kita tidak mengetahui apa yang sedang terjadi di di parkiran mobil ini, kesimpulanku adalah Ale disembunyikan di dekat rumah ini, mungkin di sebelah rumahnya atau ditaruh di sebuah mobil. Nah ketika mereka melihat kita lengah dan Sopir itu sedang sendirian di mobil tahanan, tentunya mereka punya cara untuk membebaskan temannya. Aku pikir itulah yang terjadi tadi." kata Zaki dengan nada tegas.
Komandan polisi itu hanya bisa mengangguk anggukkan kepalanya tanda dia Mengerti penjelasan dari Zaki, bahkan dia pun juga menyadari bahwa mungkin itulah yang terjadi. Asumsi dirinya dengan Zaki dalam menarik kesimpulan hampir mirip.
" Baiklah, kita akan menyisir tempat ini, rumah sebelah sebelahnya maupun yang kelihatan mencurigakan. Rasanya mereka juga tidak memiliki banyak waktu untuk membebaskan si sopir dan juga menyekap teman-temanmu itu. Jadi aku rasa mereka pasti masih ada di dalam lingkaran tempat ini, mungkin hanya sekitar 100 meter lah." kata komandan itu memaparkan pemikirannya.
Zaki hanya bisa menganggukan kepalanya tanda ia berpikir hal yang sama.
" Kalau dilihat dari posisi mereka membebaskan si supir aku lebih condong kepada rumah sebelah kanan. Selain itu barang bukti ditinggalkan oleh Ray atau Ale, di depan rumah sebelah kanan itu kan?" kata Zaki sambil mencoba melihat rumah sebelah kanan.
" Kita selidiki saja, 100 meter di deret kanan depan dan juga kiri."
" Belakang ga sekalian, ndan? Siapa tahu ada di rumah kosong juga. Saya lihat ada rumah kosong di belakang rumah ini, sekalian diselidiki dulu sebelum nya. Bisa jadi barang bukti dibuang untuk mengecoh juga loh!" kata seorang petugas kepolisian memberikan pemikirannya.
Zaki dan juga komandan polisi kemudian saling tatap dan mengangguk-anggukan kepalanya tanda mereka juga memikirkan itu. Karena hal itu memang memiliki kemungkinan untuk bisa terjadi.
.
.
.
TBC
crazy up 3.. Besok lagi ya, tangan dah keriting🤣🤣🤣
Kali ini mau promo karya ter Hitsss di noveltoon... napennya MAMA RENI...Thor terfemes di grup "tetep sombong walau belum femes" 🤭🤭
Karyanya pun masuk ke dalam karya baru terhits versi noveltoon.
Jangan lupa untuk ❤favorit 🧡like, gift dan vote 💙Baca!!!!! wkwkwk happy reading😘