
Hai Readers!!
Welcome backk.. thor kini hadir dengan tema berbagi cinta. Memang Thor bukan penikmat cerita poligami. Tenang saja, pelakor bakal thor basmi. Kalau ada yang gereget sama cerita beginian, skip dulu ga pa pa. Tenang saja happy end, karena thor juga kesel ama pelakor dan pengkhianat!!! Jangan lupa untuk kasih like yang banyak supaya up jalan terus dengan lancar.
Jangan lupa tap like, gift yang banyak juga kasi vote, tolongggggggggg!!;
Happy reading!!
***
Drrttt drrrtt
Ponsel milik Ray bergetar, ternyata setelah ia melirik kea rah siapa yang menelepon, ternyata papa Jordanlah yang meneleponnya.
“Halo ada apa, Pa?” tanya Ray sambil meninggalkan Rara yang terbengong melihat Ray meninggalkannya sendiri. Ray berjalan menuju mobil tua yang berada di sisi taman sebelah kiri dekat gedung kantor AleRa.
Rara terkejut dengan penampakaan mobil milik Ray sekarang. Bukan sebuah mobil yang mewah tapi mobile kuno, yang pantas dimiliki oleh orang tua.
Dia mencoba mengikuti Ray yang pergi tanpa pesan dan kata kata perpisahan dengannya. Padahal ia tahu bahwa saat ini ia memang sudah dicerai oleh Ray mantan suaminya beberapa saat yang lalu. Melihat penampilan mobil Ray saat ini ia sedikit meragu, tapi dia ingin tahu kebenaran sebenarnya. Ia masih menyukai Ray, jadi ia berharap Ray berbohong kepadanya kalau ia sudah jatuh miskin,
Ray itu howt dude! Bermain cinta dengan Ray itu bukan hanya mengasyikan tapi juga memuaskan rasanya. Tidak ada yang pernah melakukan percintaan panas dengan dirinya yang memuaskan sama seperti Ray.
Rara menepiskan pemikiran tentang Ray, karena semakin memikirkan tentang Ray, dirinya auto memanas. Ingin sekali ia mengelus otot perut Ray yang kotak kotak hasil latihan olah raga yang rajin.
Rara heran karena Ray membelokan mobil bututnya ke arah Rumah sakit, Rara yang masih menyuruh ojek yang ditumpanginya untuk bergerak mengikuti mobil Ray kea rah sana.
Setelah membayar ongkos ojeknya, ia masih saja mengikuti langkah Ray yang masuk ke dalam rumah sakit itu dengan langkah yakin. Rara masih mengikutinya dengan menjaga jarak, supaya ia tidak ketahuan oleh Ray. Apa jangan jangan Ray punya kekasih lain yang lebih muda?
“Apa mas Ray punya kekasih lain?” monolog Rara dengan nada posesif.
Rara tetap mengikuti langkah Ray dari kejauhan, untung saja karena tempat rumah sakit siang hari itu sangat ramai, jadi Ray tidak tahu kalau saat ini Rara mengikutinya sampai ke rumah sakit tempat papa Jordan di rawat. Eh tapi Rara belum mengenal mantan mertuanya, jadi kemungkinan akan terjadi sedikit salah paham.
Sampai Rara melihat kalau Ray berbelok ke a rah sebuah ruangan yang tertera sebagai ruangan VVIP, Rara segera berlari mendekat ke arah dimana Ray berbelok itu. Setelah Rara mengintip di dalam kamar itu, Ia mendapati kalau kamar itu ditempati oleh seorang laki laki paruh baya yang menghadap ke arah sebaliknya. Ray terlihat sangat hormat dengan orang tua itu. Rara curiga bisa jadi, itu adalah mertua Ray, alias papa dari Ale Ale itu, batin Rara dengan hati yang penuh dendam dan kesal tentunya.
Batin Rara ini adalah kesempatan yang bagus untuk menghancurkan keluarga mereka sehingga berkeping keping, pikirnya dengan seringai jahat.
Rara sudah di puncak kesalnya karena ia sudah di cerai oleh ray dengan begitu saja. Jadi ia tidak terima, Rara pikir ini kesempatan yang baik untuk menghancurkan Ray sehingga tidak bisa balik dengan Ale itu.
“ Permisi, mas Ray..”
“Rara! Apa yang kamu lakukan disini? Bukankah aku sudah menceraikan kamu dan mengusir kamu dari Jakarta.”
“Emang Jakarta ini punya kamu? Bebas dong mas aku mau kemana! Lha ini siapa?” tanya Rara dengan sinis.
“Bukan urusan kamu juga! Ngapain kamu ikutin aku kesini!” bentak Ray dnegan nada kasar.
“Loh aku kan masih cinta sama kamu…” katanya dengan tidak tahu malunya.
“Cihhh!! Jangan membuat aku muntah dengan perkataan kamu.”
“Mas, ingat di dalam kandungan aku ini ada anak kamu!”
“OH ya? Baiklah .. mumpung kita ada di rumah sakit, aku kan menyuruh dokter untuk periksa, jadi bisa ketahuan sebenarnya itu anak siapa? Karena kamu kan sukanya berganti ganti pasangan.” Tuduh Ray dengan kejam.
“Mas, ini benar anak kamu.”
“ Kalau pun itu benar anak aku, aku hanya mau mengambilnya dari kamu saja, dan tetap aku tidak akan mau menikahimu. Sampai kamu menangis darah sekalipun.” Kata Ray dengan santai, karena ia tahu kalau Rara berbohong. Entah drama apa lagi yang dimainkan oleh Rara. Karena pas ketemu dirinya tadi, ia tidak sedikit pun menyinggung masalah itu. Ini pasti hanya akal akalan si pelakor ini saja.
“Kenalkan om, nama saya Laura Elevosa, saya istri mas Ray.”
“Mantan yang tidak diakui!!” kata Ray dengan sengit. Ia takut kalau papanya Anval lagi kalau mendengar pernyataan yang tidak tidak dari Rara.
“Ohh!! Kamu belum menyingkirkan pelakor ini, Ray?” tanya papa dengan nada dingin dan datar tanpa memandang wajah Rara sama sekali.
“ Sudah Ray ceraikan, tapi yah begitu dia tidak mau dengan banyak alasan. Setelah tahu kalau semua harta milik Ray sudah tidak ada baru ia tidak mau lagi sama Ray.” Kata Ray dengan sinis melirik ke \arah Rara dengan tatapan penuh kemarahan.
“ Mas, aku..”
“Sudah diam!! Ray, bawa wanita ja**ng ini keluar dari sini, aku sudah tidak mau mendengar tentang wanita yang tidak memiliki akhlak ini. Hah? Bagaimana anak yang akan lahir dari rahim wanita murahan seperti ini. Harus bener bener diajarin tata krama dan etika terhadap orang yang lebih tua.” Keluh papa Jordan dengan nada sinis, ia malas mendengarkan pembelaan dan perkataan dari wanita murahan di hadapannya ini. Bikin eneg. Dasar anaknya yang bodoh! Bisa bisanya tertarik sama wanita macam kayak gini.
“Eh pak tua, jaga mulutnya ya! Emang saya jauh lebih muda dari anak anda yang sudah tua itu. Anak anda itu yang sudah turun mesin, pasti udah kendor semua. “ kata Rara yang marah dikata katain sama papa Jordan. Sepertinya Rara berpikiir kalau papa Jordan itu adalah mertuanya Ray, salah sasaran.
Ray dan papa Jordan tertegun dengan perkataan Rara, tapi kemudian papa Jordan mengibaskan tangannya seperti mengusir lalat yang berputar di sekelilingnya. Tanpa mau meralat kesalah pahaman yang terjadi.
“ Ayo kamu segera keluar dari sini dan jangan kembali lagi.” Kata Ray dengan nada dingin dan datar. Sambil menarik tubuh Rara yang terseok akibat tarikan dari Ray yang cukup keras.
“Eh sebentar.. ehh mas!!” katanya sambil masih mau menepis tarikan dari Ray!!
“ Jangan pernah kamu mencari aku lagi.” Kata Ray sambil menahan tone suaranya agar tidak meninggi, mengingat ia masih berada di lingkungan rumah sakit,. Sete;lah itu Ray menutup pintu rawat inap papa Jordan dan membiarkan Rara tertegun di sana.
Kejadian itu membuat Rara jadi sakit ghati dan super kesal. Ia berjanji akan disini dulu dan mencari cara untuk membalas dendam.
“Aku pastikan kalian akan membusuk!! Kalian harus membayar rasa sakit hatiku.” Kata Rara dengan nada kesal dan amarah yang membuncah. Bahkan ia menghentak hentakan kaki dengan keras supaya orang tahu kalau ia lagi kesel kesel kesellllll!!
“Bu!! Maaf ini di lingkungan rumah sakit, diharap ibu bisa berperilaku sopan, dan tidak mengganggu pasien yang sedang beristirahat.” Tegur seorang suster yang kayaknya adalah seorang suster kepala.
Teguran itu menambah kekesalan Rara, tapi ia sadar kalau ini di rumah sakit jadi dia memang tidak bisa bertindak seenaknya.
“Awass Kaliann!’ kata Rara sambil menuding suster itu dengan raut kesal.
.
.
.
TBC
Hai Readers ku yang kece.
Kali ini author ingin kenalin karya temen menulis thor yang sama sama adalah seorang mak mak rempong. Nama Pena-nya adalah Bubu.id.
Judulnya adalah Berbagi Cinta: Tetanggaku adalah maduku. Bisa dicek disini ya👇🏻👇🏻👇🏻
Rekomendasi Novel yang sangat bagus untukmu, Berbagi Cinta : TETANGGAKU TERNYATA MADUKU, di sini dapat lihat: https://share.mangatoon.mobi/contents/detail?id\=1456800&\_language\=id&\_app\_id\=2&\_share\_channel\=whatsapp
Keren banget deh karyanya, makanya dibaca dan jangan lupa dikasih gift, like dan vote yayaaa🙏🏻🙏🏻 Thank Youuu!!!