
Hai Readers!!
Welcome backk.. thor kini hadir dengan tema berbagi cinta. Memang Thor bukan penikmat cerita poligami. Tenang saja, pelakor bakal thor basmi. Kalau ada yang gereget sama cerita beginian, skip dulu ga pa pa. Tenang saja happy end, karena thor juga kesel ama pelakor dan pengkhianat!!! Jangan lupa untuk kasih like yang banyak supaya up jalan terus dengan lancar.
Jangan lupa tap like, gift yang banyak juga kasi vote, tolongggggggggg!!;
Happy reading!!
***
Ray yang sudah dua minggu ini di Jakarta benar benar sudah melupakan Rara, dia bahkan tidak mau lagi menerima telepon dari istri mudanya itu, dan me rejectnya.
Apalagi papa Jordan sedang salkit, dan Ray benar benar sedang mengurus usaha mandirinya dan juga memantau pengobatan papa Jordan. Dia juga sudah berjanji dengan papa Jordan kalau ia akan menyudahi pernikahannya dengan Rara dan menceraikannya.
Ray juga sudah bercerita dengan papa Jordan kalau ia sudah meminta ampun kepada Ale, walau Ale masih belum bisa memaafkannya dan tetap menuntut cerai darinya, tapi ia akan berusaha untuk mendapatkan lagi hati Ale dan anaknya.
“Ray, kamu sudah bilang sama Ale kalau papa ingin bertemu dengannya?” ini sudah hari ke sepuluh papa Jordan menginap di rumah sakit. Ray pun masih setia menemani papanya itu.
“Belum, pa! “ desisnya dengan menghela nafasnya kasar. Ia sudah mencoba menghubungi Ale lewat ponselnya, namun selalu yang mengangkat adalah Gani, sedang Ale tidak ada di rumah mereka itu, entah dimana Ale berada ia juga tidak tahu. Terakhir pertemuannya adalah saat papa Jordan masuk ke rumah sakit dan setelah itu ale kembali hilang di telan bumi.
“Kamu tidak berusaha mencarinya?” tanya papa Jordan mendesak jawaban dari anaknya itu. Ia rindu dengan Alex, biasanya 3 hari seklai atau maksimal seminggu sekali papa Jordan menemui Alex.
“Ray sudah berusaha mencarinya di tempat kami dan sekolahan Alex tapi Ray tidak menemukannya, Pa! papa beristirahat dulu biar cepat sembuh, jadi Ray juga bisa focus mencari mereka. Apalagi Ray sedang mengembangkan bisnis Ray sendiri di bidang trading yang dulu pernah Ray tekuni. Syukurlah ini bisa membuat Ray memiliki penghasilan sendiri tanpa AleRa.” Kata Ray sambil terus menekuni laptopnya.
“Kamu jadi laki laki harus bisa berjalan di atas kakaimu sendiri, kamu tahu om Shandy bos papa dulu? Dia lagi mencari kepala IT baru, kalau kamu mau, kamu bisa ikut om Shandy saja, bukankah kepandaianmu di bidang IT itu benar benar mumpuni. Om Shandy saja pernah menyuruh kamu bekerja bersamanya, tapi kamu menolak.” Kata papa Jordan sedikit mendesak.
“Baiklah, nanti kalau papa sembuh, Ray akan menghubungi om Shandy!” katanya dengan bijak.
“Gak usah, kemarin om Shandy kan menjenguk papa, dia bilang kalau pingin menarik kamu ke perusahaannya. Gimana kalau kamu mau, papa bisa langsung ngomong ke om Shandy!” desak papa lagi.
“Baiklah!” kata Ray, pikirnya Trading bisa ia lakukan di masa senggangnya jadi its okey kalau dia menerima pekerjaan dari om Shandy, toh ilmu teknologi informatika adalah kesukaannya.
“Bagus!! Kamu juga harus berusaha untuk mendekati Ale lagi. Jangan menyerah, soalnya dalam hal ini kamulah yang salah, jadi kamu harus bisa memohon pengampunan sampai Ale memaafkan kamu. Ah, papa rindu sama Alex.” Kata Papa Jordan dengan nada sendu.
“Iya, pa! Ray benar benar menyesal! “
“Kamu sudah menceraikan Rara?”
“Belum, Ray malas untuk menemuinya, biarlah Ray mengumpulkan niat dulu untuk bertemu dengan Rara.”
“Jangan jangan kamu masih mau bertemu dengannya!”
“Demi Tuhan, Ray sudah tidak mau memikirkan wanita jahanam itu lagi. Fokus Ray hanya kepada Ale dan Alex, kalau Ale masih tidak mau mengampuni Ray, Ray juga rela kalau seumur hidup hanya berharap sama Ale!” kata Ray dengan tegas.
“Papa hanya bisa berharap kalau kemarahan Ale akan cepat mereda, sekalipun semuanya itu emang benar dari kesalahan kamu tapi papa ingin sekalii kalau Ale akan memaafkan kamu dan kembali menjadi istri kamu.” Kata papa Jordan dengan lirih. Ia menyadari kebodohan anaknya itu sangat fatal.
“Jangan lupa! Kamu mesti menceraikan Rara, apapun itu nanti hasilnya, meskipun Rara nantinya mengaku hamil!” Kata papa Jordan dengan geram.
“Ray habis ini akan mencoba menemui Ale di kantor AleRa, siapa tahu Ale sudah balik ke sana, karena ray juga tahu kalau sebenarnya Ale sudah pulang dari rumah sakit sejak lama.” Kata Ray dengan tekad kuat. Ia harus bisa menemui, paling tidak untuk menjalin hubungan kembali. Ray bukannya tidak rindu dengan Ale dan Alex, ia tahu karmanya sedang berjalan, pengkhianatan yang ia lakukan tidak bisa hilang begitu saja. Hanya waktu yang dapat membuktikan kesungguhan hatinya.
“Pergilah, papa tidak apa apa kalau kamu tinggal, toh papa juga sudah sehat.” Kata papa Jordan sambil mendorong tubuh anaknya untuk segera menemui Ale.
“ Iya iya, papaku sayang! Ray berangkat. Jangan betah di rumah sakit. Kalau bisa papa cepat pulang, jadi Ray tidak kepikiran.”
“Oke oke!!” kata papa Jordan sambil tersenyum ahngat. Ray sebenarnya anak baik, entah kenapa dia bisa melakukan kebodohan begitu rupa.
***
Sementara itu di Bandara Soekarno Hatta, seorang wanita cantik dan masih muda kini menggeret koper kecilnya untuk mencari taxi, agar bisa mengantarnya ke hotel. Wanita cantik itu adalah Rara. Dia sengaja datang ke Jakarta untuk mencari Ray, karena sudah hampir 3 minggu ia tidak bisa menghubungi suaminya itu. Mungkin no hape nya sengaja di blokir setelah beberapa waktu teleponnya di reject oleh suaminya itu.
Rara geram, ia mengira bahwa Ale lah yang sengaja membatasi geraknya bersama dengan Ray. Dia tidak suka dengan kenyataan bahwa ia harus kalah dengan istri sah Ray, bahkan ia awalnya menduga kalau kepulangannya Ray ke Jakarta itu untuk menceraikan istri pertamanya lalu menikahinya dengan sah.
Sebenarnya, inilah yang ditakutkan oleh Rara pada awalnya kalau sampai Ray itu bertemu dengan Ale, pasti jebakan yang dipakainya tidak akan berguna lagi. Karena Rara sejatinya tahu kalau sebenarnya yang di cintai oleh Ray adalah Ale, dirinya hanya pengisi waktu luang. Lagian dia menyukai Ray yang perkasa dan sangat tampan, jujur pesona Ray itu yang membuatnya jatuh hati kepada bosnya yang sudah beristri itu.
Tapi dia tidak terima dengan kenyataan itu, bahwa ia dikalahkan oleh wanita yang sebenarnya jauh lebih tua umurnya dari dirinya. Apalagi dia jauh lebih berpengalaman dibandingkan wanita itu.
Sesampainya Rara ke hotel yang ia booking, ia langsung menaruh barang barangnya dan segera mencari ojek online untuk berangkat ke kantor Ale Ra pusat.
Di AleRa pusat, Rara terkagum kagum dengan kemewahan interior dan eksteriornya, padahal ia baru mencapai daerah lobby dan belum masuk ke dalam ruangan megah itu. Sepertinya AleRa tidak cocok disebut sebagai kantor, malah kayaknya lebih cocok disebut museum karena banyaknya lukisan an patung yang di taruh di area lobby sehingga nampak mewah dan elegan.
Tiba tiba tangannya ditarik dengan kasar oleh seseorang yang sudah lama tidak bisa ia hubungi.
“Kamu? Untuk apa kamu kesini.” Suara baritone yang ia rindukan membuatnya ingin memeluk laki laki yang ada di hadapannya itu.
.
.
.
TBC
Hai readers, thor mau kenalin salah satu autor femes bersama yang juga karyanya gak kalah keren!! Napennya adalah WARNYI, judulnya adalah BERBAGI CINTA: ANTARA KITA silahkan kalian bisa masukin ke favorit buat karyanya WARNYI yaaa...baca, dan juga kasi gift🙏🏻🙏🏻