
Malam itu, di tempat lain, seorang gadis cantik bertubuh seksi serta memakai pakaian super minim yang membalut tubuh moleknya, pergi ke daerah klub malam eksklusif yang ada di Jakarta.
Dia sengaja memakai pakaian seperti itu karena dia ingin mencari mangsa kelas kakap, yaitu pria-pria hidung belang yang berdompet tebal.
Gadis cantik itu tahu kalau tubuhnya yang seksi dan montok itu bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pria pria hidung belang serta laki-laki yang haus akan belaian.
Saat ini dia memang harus melakukan hal itu agar dirinya bisa mendapatkan uang yang banyak untuk melakukan aksi balas dendam kepada mantan suaminya dan juga istri pertama dari suaminya yang sudah mempengaruhi suaminya untuk menceraikan dirinya.
Ya, Gadis itu adalah Rara! Dengan bermodalkan tubuhnya yang seksi dan wajahnya yang cantik dia melenggang bak model di sebuah klub malam eksklusif yang terkenal sangat mahal dan hanya di buat nongkrong para eksekutif eksekutif muda dan juga pria-pria hidung belang yang berdompet tebal.
Sontak saja kehadirannya langsung menarik perhatian pria pria yang ada disana.
Mengenali bahwa ini adalah mangsa baru yang belum pernah terlihat di sana, membuat mereka berebut untuk berkenalan dengan Rara.
Sebenarnya ini tidak heran karena memang secara wajah dan tubuh, Rara memang memiliki segala yang diinginkan seorang wanita.
Tubuhnya yang seksi dan montok di tempat-tempat tertentu itulah yang menjadi aset berharga baginya. Apalagi dengan pakaian yang mengundang seperti itu jelas saja para pria hidung belang segera menghampiri untuk menawar dengan harga harga yang tinggi supaya bisa mengajak Rara untuk one night stand di tempat yang memang sudah disediakan oleh klub malam eksklusif itu.
Rara langsung mendekati meja bar untuk memesan minuman bagi dirinya.
Dia juga ingin membuat dirinya mabuk untuk menghilangkan kesalnya sekaligus perasaan cintanya kepada Ray.
Tidak dapat dipungkiri tubuh atletis milik Ray dan juga wajah tampan luar biasa milik mantan suaminya itu membuatnya selalu tergoda untuk memikirkan yang iya-iya saat bersama dengan Ray. Bahkan dengan memikirkannya saja dirinya sudah merasa basah.
" Singelton 12!" kata Rara kepada bartender tampan yang sedang melayani beberapa pelanggan.yang lain.
" Biar aku yang membayar tagihan milik gadis cantik ini, Ton!" kata seorang laki laki paruh baya yang rupanya menjadi pelanggan VVIP di klub eksklusif itu, terbukti dari ketika dia mengatakan bahwa ingin membayar tagihan milik Rara sang bartender langsung mengangguk saja dan tanpa banyak bicara dan memberikan apa yang menjadi keinginan gadis muda itu.
Rara melirik ke arah laki-laki paruh baya yang sudah dengan baik hati membayarkan tagihan minuman keras yang dia beli, dengan wajah sedikit acuh. Sebenarnya malam hari ini dia ingin mencari yang selevel dengan Raymond Izaac. Dia ingin memuaskan nafsunya dengan seseorang yang laki-laki yang paling tidak 11/12 dengan mantan suami siri-nya itu. Tapi karena om om ini sudah dengan baik hati membayarkan tagihan dari minuman keras ini, ya Rara akan melayani dengan setengah hati.
" Hai cantik? Sendirian?" tanya laki-laki paruh baya ini dengan gaya Sok Kenal Sok Dekat.
Sebenarnya Rara sedikit muak dengan laki-laki seperti ini, dia kepingin nya mendapatkan laki-laki yang masih fresh, tampan, tapi berdompet tebal .
Namun Rara mengerti sebuah kode etik dimana dia tidak boleh menyinggung dan menyakiti hati orang yang mendekatinya atau menolaknya secara terang-terangan, karena Siapa tahu laki-laki paruh baya ini memang benar-benar berdompet tebal sehingga dia bisa mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya lalu dengan uang yang banyak itu dia bisa mendapatkan laki-laki muda yang bisa memuaskan nafsunya.
" Hai .. yah seperti yang terlihat.. " kata Rara dengan nada yang malas. Tapi rupanya laki-laki paruh baya itu tidak puas hanya begitu saja jadi dia dengan gigih terus mendekati Rara.
" Mau mas temeni?" tanyanya sambil mendekatkan tubuhnya yang sedikit gemuk itu ke arah tubuh Rara yang molek dan seksi. Bahkan Tangannya sudah mulai memeluk pinggang Rara yang tidak tertutup apa-apa karena dia memakai baju seperti itu Two Pieces gown, jadi bagian perutnya terbuka lebar, jadi tampak pusarnya yang memakai tindik, dan pria paruh baya itu merabainya dengan seduktif.
" Ehmang mas bisa bayar berapa?" tanya Rara dengan suara manja nya yang terdengar sangat merdu di telinga laki-laki paruh baya yang sudah ada di puncak gairah nya.
Netra Rara membulat seketika saat mendengar orang yang di hadapannya ini ternyata tajir melintir walaupun tubuhnya sudah tidak masuk dalam hitungan laki-laki yang bisa memuaskan nafsunya Rara.
" Ogh ya? Hmm, kalau 1 miliar emang Mas punya?" tanya Rara dengan nada sedikit meremeh namun tangannya yang lentik meraba-raba dada dari laki-laki paruh baya itu untuk mengimbangi perlakuan dari laki-laki paruh baya itu kepadanya.
" kalau kamu mau menjadi istri mas? masakan berikan kamu sebuah kartu platinum yang isinya bahkan lebih daripada itu. sebuah apartemen mewah akan langsung jadi milikmu malam ini juga! tapi kamu berjanji akan tinggal di sana Jadi setiap saat mas kepingin bermain sama kamu Kamu sudah siap." katanya sambil menciumi leher Rara yang terbuka lebar, dan kemudian Rara pun mendesah karena sedikit terpancing dengan alkohol dan juga perlakuan dari laki-laki paruh baya itu yang rupanya sudah sangat profesional dalam hal menaklukkan wanita seperti dirinya itu.
" Ughh, Siapa sih yang tidak mau dinikahin oleh tampan seperti kamu?" kata Rara merayu.
Padahal dalam hatinya dia sadar bahwa laki-laki paruh baya yang sedang menggumuli nya itu bukanlah tipenya Sama sekali. Tapi karena mendengar adanya uang yang banyak dan juga apartemen mewah maka matanya sudah hijau duluan.
Pikirnya dia akan memanfaatkan uang itu untuk bisa membalaskan dendam kepada Ray dan juga istrinya yang yang sudah tua itu.
Rara masih kesal dengan hinaan dan juga penolakan dari Ray kepadanya. Dia sadar bahwa dirinya sudah jatuh dalam pesona Ray si suami orang. Tapi dia tidak mampu mengalihkan kan rasa dan obsesinya yang mendalam dengan tubuh Ray yang menurutnya sangat seksi dan menantang.
Rara dan laki-laki paruh baya itu semakin melakukan hal yang tidak senonoh di dalam klub malam eksklusif itu sampai akhirnya mereka memutuskan untuk balik ke apartemen sang laki-laki yang sudah dijanjikan untuk menjadi miliknya saat besok mereka menikah di bawah tangan.
Mereka tidak menyadari bahwa ada satu sosok laki-laki tampan yang melihat adegan itu menjijikkan itu dengan raut wajah marah.
.
.
.
TBC
Jangan lupa untuk membaca karya thor yang lain ya..
dan
dan juga..
judulnya Rahasia Sang Menantu Miskin...sudah end dan masuk ke ses.2..
Makasih alll๐๐๐