Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN

Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN
16. Penjelasan Ray


Hai Readers!!


Welcome backk.. thor kini hadir dengan tema berbagi cinta. Memang Thor bukan penikmat cerita poligami. Tenang saja, pelakor bakal thor basmi. Kalau ada yang gereget sama cerita beginian, skip dulu ga pa pa. Tenang saja happy end, karena thor juga kesel ama pelakor dan pengkhianat!!!


Jangan lupa tap like, gift yang banyak juga kasi vote, tolongggggggggg!!;


Happy reading!!


***


Sesampainya Ray di Jakarta dia langsung mencari-cari keberadaan istri pertamanya itu.


Bukankah dia sudah memberitahu kepada Ale bahwa dia akan datang ke Jakarta? Tapi ternyata istrinya itu tidak menjemputnya di bandara seperti biasanya.


Padahal biasanya kalau dia pulang ke Jakarta, Ale selalu menyambutnya di bandara beserta anaknya yang bernama Alex.


Karena dia sudah ingin pulang maka dia tidak menunggu lagi kedatangan Ale dan langsung memesan taksi online agar bisa cepat bertemu dengan Ale dan juga anaknya.


Sesampainya di rumah milik Ale dan dirinya dia langsung bergegas masuk ke dalam, tapi kenyataan sedikit menamparnya karena dia harus berhadapan dengan para Bodyguard yang berjaga-jaga di depan rumah besar nya itu.


Maka dia harus menelepon Ale dan memberitahukan bahwa dirinya sudah ada di luar rumah. Ale pun menerima panggilan telepon dari dirinya dan menyuruh Gani dan Zaki yang kebetulan ada di rumah untuk menjemput Ray di luar pagar.


Baik dirinya, Gani, maupun Zaki tidak memberitahukan kepada pengawal bahwa Ray adalah suami dari Ale.


Pengawal-pengawal yang ada di rumah itu adalah orang-orang yang baru saja Gani sewa untuk menjaga keamanan Ale dan juga anaknya.


Sedangkan ART yang ada di rumah juga sudah tidak ada lagi. Hanya pengasuh anak nya saja yang masih dipertahankan. Itu semua dilakukan oleh Ale karena dirinya sendiri sekarang sudah jarang berada di rumah.


Ini sebuah hal yang lumrah karena setiap dia berada di rumah itu dia kembali teringat dengan percintaannya bersama dengan suaminya, dengan masa lalu yang pernah dijalin oleh dirinya dan suaminya, dan jujur itu menyakitkan baginya.


Ray digiring masuk oleh Gani dan juga Zaki. Ray bingung dengan kehadiran Zaki di sana, karena dia tidak mengenal ke beradaan Zaki. Kalau Gani dia sudah mengenalnya karena Gani itu masih saudara sepupu ipar dari istrinya.


" Ale? Kenapa kamu tidak menjemputku di bandara, sayang?" tanya Ray dengan suara lembut karena dia belum tahu kalau istrinya itu sudah mengetahui segala keburukan yang sudah dilakukan di Batam.


" Hmm, aku sibuk." hanya sebuah jawaban yang datar dan dingin yang dilontarkan oleh Ale ketika menjawab pertanyaan Ray yang diungkapkan dengan suara lembut.


Ini membuat Ray menjadi terkejut. karena tidak biasanya istrinya itu bersikap dingin saat dia pulang dari luar kota.


Bagaimana tidak bersikap dingin kalau suaminya saja tidak bisa menjadi panutan bagi istrinya sendiri.


Tapi Ray tidak patah semangat dan dia terus mendekati Ali dan ingin memeluknya. Tapi lagi-lagi Ray harus kecewa saat menolak pelukannya dengan halus.


Gani dan Zaki yang tahu diri, meminta izin untuk ke ruangan kerja dulu menyelesaikan beberapa hal yang harus mereka selesaikan karena mereka tahu bahwa Ray akan menuntut harta dan juga rekening bersama yang sudah dipindah alihkan kepada rekening pribadi milik Ale dan hanya Ale-lah yang bisa akses akun rekening itu.


" Sayang, laki laki yang bersama dengan Gani itu tadi siapa? Kok aku baru tahu ya? Apa dia itu adalah sekretaris atau asistennya Gani?" tanyanya dengan sedikit nada cemburu.


Dia juga cukup peka bahwa dari tadi Zaki itu selalu menoleh ke arah istrinya. Dan tatapannya itu penuh dengan binar cinta dan tatapan memuja.


" Oh, dia adalah Zaki. dan dia adalah pengacara yang akan mewakili semua kasus-kasus aku.!" jelas Ali dengan nada santai, padahal sebetulnya Ale sudah ingin menangis meratapi nasibnya dan juga ingin mencakar wajah tampan suaminya itu yang pura-pura polos padahal udah menyakitinya dengan begitu rupa.


Tapi dia tidak boleh terlihat lemah dihadapan suaminya itu supaya suaminya tahu bahwa tanpa suaminya pun dia bisa melewati semua masalah yang dihadapinya saat ini.


" Untuk apa kamu membutuhkan seorang pengacara? Apakah Di kantor ada masalah? Kenapa kamu tidak bilang sama aku? lLalu aku ini kamu anggap apa?" tanya Ray dengan nada kesal. Sebenarnya dia tidak ingin mengungkapkan kata-kata itu. tapi dia terlanjur cemburu dengan fakta yang terlihat jelas di depannya ini.


Bahwa ada seorang laki-laki yang tidak kalah tampan dengan dirinya, tidak kalah kaya, dan juga tidak kalah bermartabat, yang saat ini menyukai dan mendekati istrinya.


" Emangnya kamu ingin aku anggap apa?" tanya Ale balik dengan nada sinis. Ini membuat Ray menjadi semakin bingung. Reaksi Ale begitu datar dan dingin, dan ini benar-benar tidak seperti biasanya. Ale adalah seorang pribadi yang hangat dan perhatian.


" Ma..maksud kamu apa sebenarnya?" tanya Ray dengan sedikit tergagap karena dia benar-benar terkejut dengan perubahan sikap dan perkataan dari istrinya itu.


" Aku hanya bertanya kepadamu, Mas !! Sebetulnya kamu ingin aku anggap apa?" tanya Ale lagi dengan nada lembut namun sinis.


Ray semakin kebingungan dengan tingkah laku dari istrinya yang begitu berbeda, jangan-jangan istrinya sudah tertarik dengan laki-laki lain? Atau bisa jadi istrinya sudah tertarik dengan si Zaki.. Zaki itu, pikirnya dengan negatif.


" Aku ini suami kamu, Alesya Wijaya Izaac!!!"


" Oh ya? Lalu siapa Laura alias Rara itu?" tanyanya balik dengan nada santai namun sarkas.


Ray langsung terkejut karena Ale sudah mengetahui tentang Rara istri keduanya. Padahal dia sudah berusaha menutup rapat-rapat informasi tentang Rara.


" Dia.. dia.. itu .. ehm aku bisa jelaskan." katanya melunak. namun tentu saja Ali tidak lagi bisa melunakkan hatinya melihat bahwa suaminya sudah menduakan nya bahkan tanpa seijin dirinya.


" Jelaskan saja!! Aku siap mendengarkannya." kata Ale dengan tegar.


" Dia itu istri siriku.." lalu mengalirlah cerita yang sebenarnya Ale sudah tahu.


Setelah selesai menceritakan tentang apa yang sudah terjadi antara dirinya dan juga Rara, Ray kemudian melirik kearah istri pertamanya itu.


Dia ingin melihat ekspresi apa yang dikeluarkan oleh Ale. Tapi Ray harus kecewa karena ternyata dia tidak melihat ekspresi kehilangan yang muncul dari wajah istrinya.


Ale masih saja datar dan dingin. ekspresi wajahnya sudah tidak lagi bisa tertebak karena raut wajahnya tetap flat dan dingin.


.


.


.


TBC


Sudah kesel sama Ray belum???


Sinih!! Kasih Thor gift yang banyak. Thor akan bikin Ray menderita berjamaah bersama Rara...(Thor ketawa jahat)