Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN

Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN
59. Semuanya (belum) terlambat!


Berkas dan kesaksian yng dilakukan oleh tuan Ridwan dan si supir yang tertangkap membuat 2 orang lainnya yang menjadi anak buah dari Rara juga ikut tertangkap.  


Paket  komplit  mereka membuat tuan Ridwan pun ikut terciduk dan masuk ke tahanan kepolisian. Tapi karena dianggap sebagai tokoh masyarakat yang berpengaruh dan memberikan keterangan yang membantu kinerja kepolisian, maka  setelah penyelidikan dan pembuatan berkas acara yang memakan waktu 2 x 24 jam, maka tuan Ridwan hanya kena tahanan kota dan harus melapor ke pihak kepolisian setidaknya setiap hari 1 x setiap jam 8 pagi.


Selama itu, tuan Ridwan di dampingi oleh pengacaranya yang setia dan juga Zaki mengirimkan asistennya yang terpercaya untuk membantu tuan Ridwan sehingga paling tidak karena kerja samanya, hukuman dari tuan Ridwan akan diperingan.


Tapi sebelum tuan Ridwan dipulangkan oleh pihak kepolisian karena dianggap bisa bekerja sama dan statusnya belum menjadi terdakwa, hanya tersangka serta pertimbangan karena tuan Ridwan belum pernah melanggar hukum, maka tuan Ridwan meminta untuk bertemu dengan Rara yang masih ditahan di tempat yang sama dimana dirinya di interogasi.


Polisi mengabulkan apa yang menjadi keinginan tuan Ridwan karena pada dasarnya sampai sekarang Rara masih menolak untuk memberikan keterangan dan bahkan ia tidak mengakui bahwa semua rencana penculikan ALesya  dan penembakan Rey adalah bagian dari rencananya. Siapa tahu kalau ditemui oleh tuan Ridwan Rara bakal mau berbicara dan mengakui semuanya. Apalagi ruangan itu kan direkam oleg CCTV.


“Waktu anda hanya 15 menit!” kata sipir dengan nada tegas. Sipir itu sudah membawa Rara untuk duduk di hadapan tuan Ridwan. Tuan Ridwan  mendesah pilu melihat wanita yang pernah dicintai lalu kemudian mengkhianatinya itu dalam posisi yang benar benar menyedihkan. Ternyata karma sangat cepat menghampiri wanita itu juga, sama seperti dirinya.


“Rara, mungkin kalu sudah tahu kalau aku sudah menceraikan kamu.” Kata tuan Ridwan mengawali pembicaraannya dengan mantan istri sirinya itu, namun Rara hanya mendongak kan kepalanya sebentar lalu menunduk lagi, seakan dia malas memandang tuan Ridwan yang dulu pernah bersamanya berbagi gairah.


“ Aku hanya ingin bilang kalau aku menyesal pernah membantu kamu melakukan segala tindak kejahatan yang pada akhirnya menjeratku di masa tuaku. Aku bahkan menyesal telah menyakiti istri dan anakku. Jadi aku berharap, bertobatlah, karena apa yang sudah kita lakuakn di masa lalu itu salah! Kita mesti kembali ke jalan yang benar.” Kata tuan Ridwan dengan nada tegas dan mencoba mempengaruhi Rara. Tetapi seperti tidak mendengar  apa yang dikatakan oleh Ridwan, Rara hanya diam menunduk dan memperlihatkan wajah yang datar.


“ Pergilah, kamu memang bukan orang yang aku inginkan. Sedari dulu aku hanya memanfaatkan kamu saja. Kalaupun aku mau, aku harus bertemu dengan Ray. Dimana Ray? Kenapa bukan dia saja yang mendatangi aku?” Katanya dengan nada datar dan dingin. Tuan Ridwan bukannya sakit hati tapi ia malah menatap wajah Rara yang berperangai agak aneh itu, rasa rasanya Rara sudah mulai gila betulan karena sangat mendamba akan Ray.


“Ray sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri, dan itu semua karena kamu. Kamulah yang menjadi penyebab kematiannya bukan?” tanya tuan Ridwan mencoba menguji kewarasan Rara.


“Tidak.. bukan aku yang membunuhnya. Yang membunuh adalah istrinya. Ale itu jahat, dia yang membunuh suaminya karena Ray cinta sama aku.” Kata Rara yang sudah semakin halu. 


“Sadarlah, sebelum semuanya terlambat!”


“Semuanya sudah terlambat!!” kata Rara lagi dengan seringai jahat di wajahnya.


“Penjaga!!” teriak pengacara tuan Ridwan yang berada juga disana, agar petugas yang berjaga bisa segera mengamankan Rara yang bertindak menggila. Ia takut kalau nanti akhirnya Rara bisa menyakiti tuan Ridwan yang saat ini duudk di hadapan Rara.


Penjaga bergegas masuk dan menatap pengacara itu dnegan kebingungan, karena Rara kemudian hanya diam setelah berteriak Ale jahat pada awalnya.


“Kami sudah selesai untuk berbicara dengan Rara, dan kayaknya dia berubah pura pura gila.” Kata sang pengacara dengan santai.


“Hmm kami tahu.” Kata tuan Ridwan yang sadar bahwa mungkin Rara sudah terlanjur terobsesi dengan Ray yang saat ini bahkan katanya belum sadarkan diri. Ridwan hanya menghembuskan nafasnya, mungkin dia lagi menyebut syukur, karena ia sadar tepat waktu, sehingga paling tidak ia bisa menebus segala kesalahannya. Tinggal menghubungi istrinya itu dan memohon maaf kepadanya. 


Saat ini istrinya ada di rumah, ia sudah kembali dari rumah sakit, namun saat ini Mitha belum pernah keluar rumah. Jadi Ridwan berkeinginan untuk meohon ampun langsung.


Awalnya ia ingin meminta tolong Zaki tapi Zaki menolak dan meminta ayahnya saj a yang meminta maaf langsung tanpa video macam itu.


.


.


.


TBC


  


Jangan lupa untuk memberikan like, gift dan juga vote yang banyak untuk mendukung author. Komen positif juga selalu dinantikan oleh author ..


Happy Reading!!


Hai readers..


Mulai hari ini thor akan daily up sampai kalian puassss… wk wk jangan lupa untuk terus dukung thor di sini ya, kasi komentarnya dan ikuti insta nophie_author juga.


Komen yang banyak dan komen yang terbaik akan mendapat hadiah yang akan diumukan di story insta thor, syaratnya follow akun thor dan di insta juga.


Happy readinggg!!