
Sambil menunggu informasi dari Gani, Ray turun dari mobil dan berusaha berjalan menyelidiki satu-persatu rumah yang kemungkinan ada mobil hitam itu. Ray harus bisa menemukan istri dan anak yang ada di dalam kandungan istrinya itu. Dia tidak mau kecolongan sampai Rara bisa menghancurkan Ale melalui anak yang dikandung oleh istrinya itu.
Ray mengutuki dirinya sendiri yang dulu sampai bisa berhubungan dengan Rara si gila psikopat itu sehingga berakibat buruk terhadap keluarganya sekarang.
Tapi Ray ingat kalau saat ini dia tidak boleh putus asa dan patah semangat di harus tetap bisa mencari istrinya itu sampai ketemu. Jadi Ray mantapkan diri untuk tetap mencari Ale dengan berjalan kaki sambil melihat-lihat ke arah rumah rumah mewah yang ada di sana supaya dia bisa memantau keadaan di dalamnya.
Diaa menunggu sekitar 10 menit sambil berjalan jalan menuju satu rumah ke rumah yang lain untuk menyelidiki halaman rumah mewah itu, karena siapa tahu mobil warna hitam itu terparkir cantik di halaman salah satu rumah mewah yang ada di sana.
Ray menjadi sedikit cemas karena waktu terus berjalan dan Gani tidak menghubunginya bahkan pengawal yang diminta nya pada Gani masih belum menunjukkan batang hidungnya.
Kecemasan dari Ray sedikit mereda saat dia menerima panggilan telpon dari Gani. Asisten istrinya itu mengabarkan bahwa memang Pak Ridwan memiliki rumah mewah di seputaran perumahan elit yang saat ini Ray datangi. Ray langsung diberikan alamat di mana rumah tuan Ridwan alias ayahnya Zaki berada. Zaki pun menurut informasi dari Gani sedang menuju ke tempat dimana Ray menunggu.
Jadi menurut Gani, Ray harus menunggu Zaki sampai Zaki datang baru nanti Ray dan Zaki masuk ke dalam rumah milik ayahnya Zaki itu. Rumah ini memang tidak terdaftar dalam rumah eyang yang terbagi dalam harta gono-gini yang pastinya jatuh ke tangan Zaki. rumah ini dipersiapkan ketika dia Pak Ridwan sudah sah mempersunting Rara sebagai istri sah saat Dia bercerai dengan ibu Paramitha, alias ibu kandungnya Zaki.
***
Perseteruan Zaki dan ayahnya...
" Memangnya kalian sebagai orang yang sudah dewasa bahkan sekarang anda itu sudah tua, tidak mengerti ya cara untuk menyelesaikan masalah dengan baik tanpa membuat masalah semakin besar? Sudahlah jangan berbelit-belit! Sekarang yang saya ingin tanyakan adalah Di manakah kalian menyembunyikan Ale! Dan jangan bilang anda tidak tahu karena pasti anda sudah tahu tentang keberadaan Ale sekarang." tegas Zaki karena dirinya tahu bahwa saat ini sebenarnya ayahnya sedang yang mengajaknya berputar-putar putar supaya dia lupa dengan keberadaan Ale yang hilang.
" Kenapa kamu menuduh Ayah sebagai orang yang telah menculik pujaan hati kamu itu?" tanya Ayah Zaki dengan nada sarkas.
" Janganlah menghindar dari apa yang sudah kamu lakukan Tuan Ridwan yang terhormat. Saya bukan lagi anak kecil yang bisa kamu bohongi. Bukankah itu syarat mahar dari si pelakor itu agar dirinya mau untuk kamu nikahi secara sah setelah kamu bercerai dengan ibu Paramita?" Zaki berkata dengan suara dingin dan datar. Dulu aja ayahnya selalu menekankan bahwa kita sebagai laki-laki yang dipegang adalah omongannya, tetapi kenapa sekarang ayahnya sendiri yang mengingkari semua perjanjian dan perkataannya sendiri. Zaki miris dengan kelakuan ayahnya yang bukan semakin hari semakin baik namun Malah semakin hari semakin membuat Kepalanya pusing.
" Apa? Bagaimana.." Ayahnya sakit tergagap begitu mengetahui kenyataan bahwa anak semata wayangnya mengetahui tentang perjanjiannya dengan Rara, masalah untuk menculik Ale dan membuat Ale menjadi gila.
" Bagaimana aku tahu? Tuan Ridwan yang terhormat tembok-tembok di rumah Anda dan juga di kantor itu selalu memberitahukan kepada saya Apa yang harus saya lakukan terhadap orang tua yang tidak tahu diri seperti anda. Bagaimana seorang yang sudah tua tetapi tidak memiliki akhlak yang baik sehingga menghancurkan keluarga dan juga malah mengikuti perbuatan jahat yang seharusnya dilarang oleh hukum dan agama. sekarang adalah kesempatan kamu untuk memperbaiki segala permasalahan dan dosa-dosa yang sudah kamu lakukan. Katakan kepada saya di mana kalian menyembunyikan Ale!" dasar Zaki dengan nada tegas.
" Ya!!" tegas Zaki dengan nada mantap.
tiba-tiba Zaki melirik ke arah ponselnya yang tersemat pesan Whatsapp dari Gani yang mengatakan bahwa Ray saat ini mengikuti keberadaan Ale ke sebuah perumahan elit di daerah pinggiran kota. Zaki teringat bahwa ayahnya pernah memiliki properti di daerah itu. Sekalipun properti itu bukanlah termasuk harta gono gini yang akan jatuh ke tangan Zaki.
" Tuan Ridwan Apakah anda memiliki properti di daerah perumahan elit pinggiran kota ini?" Tanya Zaki dengan nada keras.
" Iya, kenapa?" suara Pak Ridwan sudah mulai was-was sepertinya dugaan saiki benar adanya bahwa rumah itu ditempati oleh orang-orang yang menculik Ale.
" Alamat tepatnya di mana?" tanya Zaki lagi dengan suara mendesak.
" Untuk apa kamu tahu tentang hal itu?"
" Aku sangat tidak menyangka bahwa Ayahku ternyata sekarang sudah menjadi seorang kriminal. Memang benar ya ternyata kalau kita berkumpul dengan orang yang memiliki perangai busuk orang itu akan menjadi busuk seketika dan orang yang berkumpul dengan orang yang berperangai baik maka orang itu akan menjadi baik. Apakah anda tidak ingat Tuan Ridwan bahwa diri anda itu sudah tua, seharusnya anda mencari jalan terang bukannya malah mengikuti jalan yang menuju ke neraka." kata Zaki dengan nada Sendu, walau bagaimanapun Tuan Ridwan adalah Ayah kandungnya sendiri. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa ayah kandungnya itu melakukan hal yang sama menjijikan seperti itu.
Zaki langsung menutup sambungan ponselnya dan langsung menyelidiki dimana property ayahnya berada, melalui bantuan detektif andalannya dan juga pihak kepolisian suda ia hubungi untuk menyisir area itu.
Percuma mengandalkan belas kasihan dari ayahnya itu.
.
.
.TBC