Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN

Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN
18. Di rumah sakit


Hai Readers!!


Welcome backk.. thor kini hadir dengan tema berbagi cinta. Memang Thor bukan penikmat cerita poligami. Tenang saja, pelakor bakal thor basmi. Kalau ada yang gereget sama cerita beginian, skip dulu ga pa pa. Tenang saja happy end, karena thor juga kesel ama pelakor dan pengkhianat!!!


Jangan lupa tap like, gift yang banyak juga kasi vote, tolongggggggggg!!;


Happy reading!!


***


" Tolong Zak.. tolong anakku!" kata Ale dengan nada pasrah dan dengan tubuh yang sudah melemah karena kehilangan banyak darah.


Zaki yang melihat itu menjadi gemetar sendiri karena wajah Ale yang pucat membuat dirinya sendiri yang melihat jadi sedikit ketakutan kalau-kalau terjadi sesuatu pada kandungan Ale.


" Kamu harus tenang dan tetap kuat, itu semua bukan untuk kamu tapi untuk anak yang ada di dalam kandungan kamu. Selain itu kamu harus membuktikan kepada pelakor dan juga penghianat rumah tanggamu kalau kamu itu seorang wanita yang tegar dan kuat. Tenang saja aku dan Gani akan terus berada di belakangmu untuk menolong dan menjaga kamu. Ingat kalau ada aku yang selalu menyayangi kamu apapun yang terjadi. Jadi jangan pernah ragu untuk memutuskan suamimu yang sudah menorehkan banyak luka di dalam kehidupan pernikahan kamu dan juga kepada Alexander yang menjadi korban dari semua perbuatan suamimu itu." kata Zaki dengan nada geram karena dia sangat kesal dengan kelakuan Rai yang sudah kelewatan itu.


Bahkan rencananya tanpa sepengetahuan dari Ale, dia akan membuat surat pelaporan atas tindakan kekerasan di dalam rumah tangga yang dilakukan oleh Ray yang bisa berakibat Ale kehilangan anaknya.


Zaki sudah tidak peduli lagi apakah nantinya Ale akan marah kepadanya saat dia membuat laporan atas tindak kekerasan yang dilakukan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh suaminya Ale itu karena apa yang sudah dilakukan oleh Ray itu sudah sangat kelewatan.


" Zak, sakit!" keluhnya lagi membuat Zaki menjadi gelisah dan memacu mobilnya semakin kencang menuju ke rumah sakit Pelita yang merupakan rumah sakit yang biasa menangani Ale dan juga keluarganya.


Gani tadi sempat menghubunginya lewat Ponsel dan mengatakan bahwa dia sudah memesan kamar di ruang gawat darurat dan mempersiapkan ranjang Rumah Sakit agar saat dia sampai di lobi, Ale sudah bisa langsung di bawa masuk ke ruangan IGD.


yang penting sekarang adalah bagaimana Zaki bisa mengantar Ali dengan selamat ke rumah sakit dan Rumah Sakit segera menangani Pendarahan yang sudah dialami oleh Ale pakan mobil sakit sudah terkena noda darah karena dia membawa Ali di jok mobil belakangnya. Bayangkan tanpa ragu Zaki menaruh Ale di mobil Lexus UK 300e yang mahal sampai jok belakang mobilnya ternoda darah. tapi Zaki benar benar tidak peduli yang paling penting bagi dirinya saat ini adalah keselamatan dari Ale.


Apa yang dilakukan oleh sakit tidak sia-sia, dia berhasil mengantarkan Ale ke lobby rumah sakit Pelita. di sana Ale langsung ditangani oleh para perawat dan juga dokter yang membawanya langsung masuk ke ruangan unit gawat darurat. setelah Zaki melihat bahwa Ali sudah dibawa ke ruangan penanganan dokter dia langsung menelpon gani dan bertanya Ganis sudah sampai di mana. Zaki cukup geram Bahkan dia ingin langsung saat itu juga membuat laporan kepada kepolisian bahwa Rai melakukan tindakan kekerasan di dalam rumah tangga sehingga mengakibatkan korban dilarikan ke rumah sakit. tapi Gani masih melarang hal itu karena dia tidak mau kalau Ale nanti marah dan mengakibatkan kandungan nya bermasalah lagi. Zaki menuruti apa yang menjadi keinginan Gani dengan sedikit kesal tapi menurut dia apa yang dikatakan oleh Gani Betul juga. Zaki akhirnya menutup sambungan ponselnya dan memilih untuk Menanti kabar Ale di depan pintu ruangan unit gawat darurat agar ketika dokter dan perawat keluar dari ruangan itu dia bisa langsung mendapatkan kabar terbaru tentang Pujaan hatinya itu.


lama Zaki menunggu di depan pintu ruang unit gawat darurat itu dan melihat bahwa lampu merah tanda mereka sedang menangani Ale masih menyala. sakit benar-benar tidak sabar melihat lampu merah itu berubah menjadi hijau dan dokter pun keluar dan beritahukan kondisi Ale kepada dirinya.


" Keluarga Ibu Aleysia? " tanya dokter itu kepada Zaki karena dokter hanya mendapati Zaki yang seorang diri berjaga di sana.


" Ya, saya dok!" kata Zaki sambil berdiri.


" Suaminya ya? Kami akan memberitahukan sebuah kabar baik buat Anda. Jadi walaupun tadi ibu Ale banyak mengeluarkan darah tapi walau pun begitu, kondisinya baik-baik saja bahkan anak di dalam kandungan nya pun tidak terpengaruh. Tapi Ibu harus banyak beristirahat kalau bisa dia harus bedrest terlebih dahulu karena baru saja dia kehilangan banyak darah. Untung dari pihak rumah sakit memiliki stok darah yang sama dengan ibu Ale. Tolong untuk lain kali bapak bisa menjaga Ibu Ale agar tidak sampai kejadian seperti ini lagi. Kondisi seperti ini sangat riskan kalau terjadi kembali." kata dokter itu dengan senyum ramah di wajahnya dan info yang diberikan kepada dokter itu membuat Zaki bisa bernafas lega karena baik Ale maupun anaknya yang ada di dalam kandungan baik-baik saja mengingat kandungan Ale sudah 3 bulan lebih.


Zaki juga tidak menolak ketika dokter mengatakan bahwa dirinya adalah suami dari Alesya. Biarin saja toh suami yang sebenarnya hanya bisa menorehkan luka kepada Ale.


Pokoknya setelah ini, Zaki akan menjaga betul Ale agar suaminya itu tidak bisa lagi mendekati dirinya Karena takutnya ramai akan berusaha untuk menyakiti Ale agar bisa mengambil hartanya.


Gani Kemudian datang bersama dengan Melva rupanya tadi Gani cukup lama sampai ke rumah sakit karena dia harus menjemput istrinya terlebih dahulu agar istrinya bisa menjaga si Ale di rumah sakit. Sedangkan simbok Iyem yang menjaga Alexander sedang berada di rumahnya karena Alexander tinggal di rumah Gani sudah dua hari ini.


" Gimana dengan kondisi Ale dan anaknya? Dan skarang di mana dia?" tanya Gani dengan membabi buta begitu pula dengan Melva yang menatap Zaki dengan tatapan ingin tahu.


" Tenang !! Ale sudah dalam kondisi yang stabil, baik ibu dan anaknya sudah baik-baik saja. Tapi dokter tidak bisa menjamin kalau hal ini terjadi lagi kemungkinan efeknya bisa jadi parah. Lalu aku tadi kepikiran untuk menjauhkan Ale dari suaminya terlebih dahulu karena bisa jadi suaminya akan menjadi marah karena dia tidak mendapatkan harta itu lalu menyakiti Ale." kata Zaki menjelaskan kepada Ganixan Melva. Mereka sudah pasti setuju karena melihat apa yang dilakukan oleh Ray, mereka takut Ale kenapa kenapa.


.


.


.


TBC


Sukurin deh lu Ray!! Next episode Ray udah mulai kena karma ya... siapa setuju?