Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN

Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN
11. Mengurus hak Ale


Hai Readers!!


Welcome backk.. thor kini hadir dengan tema berbagi cinta. Memang Thor bukan penikmat cerita poligami. Tenang saja, pelakor bakal thor basmi. Kalau ada yang gereget sama cetita beginian, skip dulu ga pa pa. Tenang saja happy end, karena thor juga kesel ama pelakor dan pengkhianat!!!


Jangan lupa tap like, gift yang banyak juga kasi vote, tolongggggggggg!!;


Happy reading!!


***


Setelah Ale bangun dari tidurnya, Gani langsung meminta Ale untuk menandatangani berkas-berkas dan terselip salah satunya adalah surat untuk pemblokiran rekening bersama milik Ale dan juga Ray.


Tapi karena mungkin Ale sendiri dalam posisi yang tidak sehat, maka dia percaya saja dengan apa yang dikatakan oleh Gani dan menandatanganinya tanpa banyak bertanya.


Memang berkas-berkas yang disodorkan oleh Gani kepada Ale cukup banyak sehingga Ale sendiri tidak menyadari bahwa salah satunya adalah surat kuasa untuk pemblokiran rekening bersama milik dirinya dan juga suaminya.


Sebenarnya tidak mengapa kalau Ale ingin tahu tentang hal itu, Gani hanya menjaga agar Ale tidak banyak bertanya dan Ale tidak banyak tahu tentang apa yang sudah dilakukan oleh madunya itu. Karena bisa-bisa kandungan Ale lemah lagi kalau sampai Ale tahu tentang hal ini.


Setelah mendapatkan surat itu, Gani bergegas mengatur rencana untuk memblokir permanen rekening Itu dan memindahkannya atas nama Ale sendiri.


Zaki rupanya sudah dalam perjalanan menuju ke Jakarta karena ketika Gani meng hubungi ponsel Zaki ternyata masih di luar service area alias dimatikan.


Gani yang tidak ingin membuang waktu percuma, langsung bergegas pergi ke bank yang dimaksud. Dia sendiri sering mengurus keuangan perusahaan di bank yang sama. Memang mereka sudah memisahkan antara rekening perusahaan dan juga rekening pribadi serta rekening bersama milik Ray dan juga Ale. Jadi Gani tidak mengalami kesulitan untuk mengurus ke bank yang sama karena orang-orang dari bank itu sudah mengenal siapa sebenarnya Gani.


Dengan berbekal surat kuasa pemblokiran dan juga buku rekening bank pribadi milik Ale yang dia pegang, Gani langsung memblokir dan juga memindahkan sisa dana yang ada ke rekening bank pribadi milik Ale.


Dalam waktu 1 setengah jam apa yang dia lakukan itu sudah berhasil dilakukan. Dana yang masih cukup besar di dalam rekening Bank Bersama milik Ale dan suaminya sudah nongkrong manis di rekening pribadi milik Ale.


Memang Gani sengaja melakukan hal ini karena dia ingin berjaga-jaga kalau-kalau Ray melakukan hal-hal yang bisa mengancam perekonomian Ale dan juga Alex anaknya.


Bisa saja Ray mengambil seluruh uang yang ada di rekening bersama lalu mungkin juga menjual semua aset-aset yang ada.


Nah Langkah kedua yang dilakukan oleh Gani yang sudah ada di dalam persetujuan Zaki adalah memindahkan seluruh aset-aset yang ada di brankas dipindah ke brangkas di bank.


Jadi surat tanah, surat apapun itu yang berharga, yang bentuknya sertifikat dan sebagainya. Surat-surat berharga dan juga perhiasan semuanya dimasukkan ke deposit box yang ada di bank yang sama di mana mereka menaruh rekening.


Drrtt drrrtt


Gani melirik kearah ponselnya dan dia melihat bahwa Zaki menghubungi dirinya. Mungkin karena tadi sebelum dia ke bank dirinya sudah menghubungi Zaki jadi Zaki menelepon balik. Soalnya tadi telpon Zaki masih di luar service area.


" Halo?" kata Gani sambil mengangkat teleponnya.


" Gan, gimana Apakah kamu sudah mendapatkan tanda tangan di surat kuasa pemblokiran rekening mereka?" tanya Zaki ketika Gani mengucapkan halo.


" Iya aku sudah mendapatkan tanda tangan itu dan aku juga tidak membuang waktu karena bagiku kalau aku mengundur masalah ini kemungkinan rekening Itu akan dibobol kembali. Maka aku sudah langsung pergi ke bank di mana kami biasa melakukan transaksi dan langsung memblokirnya serta memindahkannya ke rekening Ali pribadi." sahut Gani dengan cepat.


" Baguslah kalau begitu. Memang kita harus melakukan hal ini secara cepat. Enaknya bagaimana?? Apakah aku harus meminta izin kepada Ali untuk melaporkan pembobolan ini atau tidak?" Tanya Zaki meminta izin kepada Gani karena Gani lah yang mengetahui kondisi kesehatan dari Ali.


" Jangan! Lebih baik kamu jangan melakukannya sekarang. Kandungannya masih bermasalah tadi, dan sekarang posisinya masih sedang bed rest di kantor. Jadi di kantor dia memiliki ruang pribadi. Dan karena aku tadi tidak sempat membawanya ke rumah atau ke rumah sakit maka dia terpaksa harus bed rest di kantor. Aku sangat khawatir dengan kandungan Ali, jadi aku bahkan tidak berani menggesernya 1 inci pun dari ranjang tempat dia tidur. Biarlah saat ini posisinya ada di sana dulu sampai kandungan yang kuat dan dia bisa pulang ke rumah. Tapi ya kamu tahu sendiri lah siapa Ale itu. Dia tidak akan tahan kalau ada di rumah. Makanya aku bilang lebih baik dia bed rest di kantor saja." jelas Gani sambil membuang nafasnya dengan kasar. Temannya itu memang sangat keras kepala, tapi dia kagum dengan tekad Ale yang kuat dan jiwanya yang tegar.


" Untuk masalah yang pemindah alihan hak di Batam sudah aku masukkan laporan ke kepolisian sebagai tindakan penipuan dan penyalahgunaan surat. Kita sedang menunggu proses mungkin 3 hari sampai 1 minggu. Aku akan segera dihubungi kembali oleh pihak kepolisian dan saat itulah saat dimana kita bertempur. Jadi kalau aku harap kamu bisa menguatkan Ale. Karena aku juga membutuhkan dia bisa hadir di sana. Kemungkinan pengurusan hal-hal seperti itu akan lebih mudah ketika sang pemilik ada di sana. Jadi supaya mempercepat kasus ini bisa naik ke persidangan." kata Zaki dengan nada Lirih, Sebenarnya dia tidak yakin bahwa nantinya Ale bakal mau bersaksi melawan suaminya sendiri.


" Tenang saja aku tahu apa yang menjadi maksud kamu. Dan aku akan mensupport sekuat tenaga supaya Ale bisa kuat ada di sana. Aku yakin ini bukan hal yang mudah bagi Ale. Apalagi saat ini kandungannya juga sedang bermasalah. Memang laki-laki bejad itu masih belum tahu bahwa dirinya akan mendapat keturunan lagi. Kebodohannya yang maha besar itu membuatku semakin geram. Aku yang sudah menikah hampir 1 tahun dengan istriku saja belum diberi kepercayaan untuk mendapatkan seorang keturunan. Tetapi dirinya yang begitu mudah mendapatkan keturunan malah seringkali menyia-nyiakan apa yang ada di depan mata." kata Gani dengan nada kasar.


Dia selalu berpikir kenapa Tuhan tidak adil dengan dirinya. Malah penghianat semacam Ray mendapatkan keturunan yang lucu dan ganteng. Sekalipun dirinya adalah seorang laki-laki tapi dia membenci tindakan perselingkuhan semacam itu. Karena ibunya pun pernah mengalami hal yang sama seperti yang dialami oleh Ale.


Oleh karena itulah dia tidak ingin Ale mengalami hal yang sama karena setelah ibunya mengetahui bahwa ayahnya menikah lagi, ibunya langsung bunuh diri. Sehingga ibu tiri Gani lah yang menguasai segalanya. Untung saja sebelum Itu semua terjadi Gani yang sudah berusia 18 tahun, langsung sudah menyembunyikan semua aset-aset yang dimiliki oleh ibunya. Dan mengusir ayahnya karena rumah yang mereka tempati itu adalah rumah milik keluarga ibunya. Oleh karena itulah Gani sangat membenci perselingkuhan karena gara-gara perselingkuhan yang dilakukan oleh ayahnya, dia kehilangan ibunya.


Dia bersumpah akan melindungi Ale, bukan hanya karena Ale sahabatnya, bukan hanya karena Ale sekarang sudah menjadi sepupunya, tapi karena dia tidak menginginkan bahwa kejadian yang menimpa ibunya akan terjadi pada Ale.


.


.


.


TBC


Sehari bakal up 1 maksimal 2 ya guys, kalau pas thor baik hati dan lagi ga keriting bisa up 3. Jangan lupa like dan favoritin dulu ya. Ditungguuu!!!