Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN

Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN
13. Wajah asli Raymond Izaac


Hai Readers!!


Welcome backk.. thor kini hadir dengan tema berbagi cinta. Memang Thor bukan penikmat cerita poligami. Tenang saja, pelakor bakal thor basmi. Kalau ada yang gereget sama cetita beginian, skip dulu ga pa pa. Tenang saja happy end, karena thor juga kesel ama pelakor dan pengkhianat!!!


Jangan lupa tap like, gift yang banyak juga kasi vote, tolongggggggggg!!;


Happy reading!!


***


" Mas, Emang aku ini salah karena Aku belanja dan juga memberikan kepada orang tuaku sejumlah uang yang besar. Aku malu Mas kalau ngasih orang tua aku nominalnya kecil. Karena kan aku menikah dengan kamu yang notabene adalah orang kaya masa ngasih mertuanya kok sedikit. Padahal aku ini berusaha menaikkan derajat kamu di hadapan orang tuaku. Soalnya kamu kan tahu kalau aku ini sudah kamu perawanin dulu sebelum dinikahin. Jadi mereka itu sudah menganggap negatif kamu." kata Rara dengan lirih, dia berusaha memainkan drama playing Victim. ini sangat mudah bagi dirinya karena memang dia sudah piawai melakukan hal ini ini kepada klien-kliennya dulu.


Sontak Ray merasa bersalah, karena lagi-lagi dia diingatkan oleh Rara kalau dirinya sudah mengambil harta yang paling berharga yang dimiliki oleh Rara. Padahal sebetulnya itu adalah rekayasa yang dilakukan oleh Rara agar bisa menjerat Ray si Bosnya yang tampan dan menggoda. Rara suka dengan apa yang dimiliki oleh Ray. Dan Rara ingin memiliki Ray, apalagi Ray kaya raya, ia bisa morotin Ray habis habisan.


" Mas mestinya kamu itu malah marah sama istri tua kamu itu karena dia yang sudah memblokir rekening milik kamu loh Mas!" kata Rara sambil menabur garam Diatas Luka.


Ibarat kata Rara itu sedang membakar sekam supaya apinya itu semakin besar. Benar saja berkat perkataan dari Rara, Ray menjadi marah dengan Ale.


Lalu Ray memutuskan untuk menghubungi Ale.


Dia ingin sekali marah kenapa kok rekening bersama miliknya diblokir. dia meraih ponsel miliknya dan menghubungi istri tuanya itu.


Ray juga sudah tidak ingat lagi bahwa Rara sering melarang dirinya untuk menghubungi istri tuanya sekalipun hanya ingin mengecek keadaan anaknya saja. Dan saat ini Rara malah tidak melarang dirinya untuk menghubungi istri tuanya karena memang Rara ingin Ray memarahi Ale. Tidak Berapa lama panggilan telepon itu diangkat oleh Ale.


" Hallo.."


" Ale, kenapa kamu blokir rekening milik kita?" tanya Ray dengan nada yang cukup emosi, dalam hati Rara sangat senang ketika Ray memarahi istri tuanya itu.


" Emang kenapa? Aku melihat adanya pengeluaran-pengeluaran yang tidak lazim dan sangat besar yang terjadi di dalam rekening bersama itu, Emangnya uang sebesar miliaran itu untuk apa?" kata Ale dengan nada dingin namun tenang. Dia sudah mengumpulkan semua kekuatannya untuk melawan pengkhianat yang baru saja menelepon dirinya dan malah marah-marah karena rekeningnya diblokir.


" Ehm itu, mas ada perlu!" kata Ray dengan gelagapan.


Rupanya dia lupa kalau sebenarnya saat ini dia itu sudah bersalah di hadapan istri dan anaknya karena secara langsung dia tidak pernah meminta izin istrinya untuk menikah lagi dengan Rara.


Pun dengan keadaan di rekening bersama yang diambil untuk memberi nafkah lahir kepada istrinya dan juga untuk memberikan mahar ketika menikahinya.


Dia belum menjelaskan apa-apa malah sekarang dirinya marah-marah karena istri tuanya itu memblokir rekening milik mereka berdua.


Tanpa tahu ke mana larinya uang itu tentu saja Ale berhak untuk memblokir rekening mereka. Ini yang belum Ray persiapkan saat menelepon Ale.


" Ada masalah di kantor kita di Batam!" jawab Ray dengan singkat namun tidak memuaskan Ale.


" Masalah apa di kantor yang membuat kamu mengeluarkan uang sampai miliaran rupiah? Lebih baik kamu berterus terang saja Mas! Daripada kamu menutup-nutupi bangkai. Karena AleRa di Batam sudah tidak ada kan?" suara Ale masih saja dingin dan jujur itu membuat Ray bergidik ngeri. Dia mencintai istri tuanya itu, bahkan sangat mencintai.


Di sini ia hanya terjebak dalam nafsu sesaat karena perbuatan tidak senonoh yang dilakukan Rara untuk menjebak Bos tampannya itu.


" Sudahlah. Nanti kalau mas ke Jakarta, mas akan jelaskan semuanya."


Ray masih mempertahankan egonya supaya dia tidak terlihat seperti suami yang takut akan istri. Sejujurnya dia ingin mengatakan kepada Ale tentang pernikahannya yang kedua kali dengan Rara.


Awalnya dia juga ingin kembali ke Jakarta untuk menceritakan kronologi pernikahannya itu secara detil.


Gilanya dia berharap kalau istri pertamanya itu mau menerima madunya dan membagi harta mereka dengan istri keduanya itu, walau pada awalnya dia menikahi Rara karena dijebak tapi lama-kelamaan dirinya juga sudah mulai kecanduan dengan percintaan panasnya bersama dengan Rara yang dianggapnya masih muda dan mungkin juga lebih menggairahkan dibandingkan dengan istri pertamanya itu.


Bagi Ray itu adalah suatu bentuk keadilannya kepada kedua istrinya.


Padahal dia sendiri juga tahu bahwa semua harta kekayaan yang dimiliki bersama dengan istri pertamanya itu memang mutlak milik istri pertamanya. Selain pada awalnya itu merupakan harta warisan dari keluarga Ale.


" Kapan kamu balik untuk menjelaskan semuanya seperti katamu tadi itu?" tanya Ali dengan nada muak.


Sejujurnya Dia sendiri sudah malas untuk mengangkat telepon dari suaminya yang penghianat itu. Fia sudah menaburkan luka di hati Ale yang selama ini benar-benar menggantungkan harapan dan masa depan keluarga kecilnya itu kepada seseorang yang suami yang nyata-nyata menjadi seorang ba**ngan, karena telah tega bukan saja menelantarkan dirinya dan anak yang menjadi keturunan dari Ray, tapi juga sudah mengkhianati kepercayaan utuh yang sudah ditaruh Ale kepada Ray.


Dia baru mengetahui wajah asli dari suaminya yang ternyata egois dan juga tidak tahu malu.


Bukannya meminta maaf kepada keluarganya namun malah menorehkan Luka Dengan memberikan harta milik istrinya kepada selingkuhannya sekaligus istri siri suaminya itu.


Ale tidak akan rela membagi sedikitpun harta miliknya kepada selingkuhan suaminya itu, Ale pun juga tidak perduli bahwa selingkuhannya itu sudah menikah secara siri dengan suaminya.


Karena dia tidak pernah merasa memberikan izin suaminya untuk menikah lagi dengan wanita lain. Kalaupun suaminya meminta izin kepadanya untuk menikah lagi maka Jawabannya adalah tidak!! Fia tidak akan sudi membagi cintanya dengan wanita lain.


.


.


.


TBC