Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN

Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN
41. Zaki marah!!


Pak Ridwan langsung memerintahkan salah seorang satpam yang biasa memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Paramita dan juga Mbok Siti.


Satpam yang ditunjuk langsung buru-buru menghubungi dokter Syarief yang biasanya memang memeriksa kondisi kesehatan orang yang ada di dalam rumah besar itu. tidak terkecuali para satpam asisten rumah tangga dan juga orang kepercayaan nyonya besar yaitu simbok Siti.


Pak satpam juga langsung membopong tubuh Bu Mbok Siti yang pingsan itu ke sofa keluarga di ruang tamu. Nyonya besar nya hanya bisa terseok seok karena kesakitan yang melanda di seluruh wajah dan juga tubuhnya dan kemudian duduk di ruang tamu juga. Nyonya besarnya ini sama sekali tidak mengucapkan kata-kata sedikitpun. Bahkan keluhan rasa sakit yang saat ini dia alami pun tidak dia lontarkan kepada orang-orang yang ada di sekelilingnya. Nyonya Paramita hanya diam, dia menangis didalam diam. Paramitha sama sekali tidak menatap wajah suaminya yang saat ini malah justru sedang memandang dirinya yang terlihat begitu menyedihkan.


Rupa-rupanya ada salah seorang asisten rumah tangga yang merupakan bawah Anda langsung dari Mbok Siti, menghubungi Zaki yang senantiasa memantau kondisi orang di rumah besar dengan menelepon ke rumah besar setiap hari.


Zaki yang menerima kabar dari asisten rumah tangga yang merupakan bawahan mbok Sitti langsung saja mengalihkan arah mobilnya menuju rumah besar.


Tadinya Zaki ingin ke rumah Ale untuk mengatur pertemuan yang membahas acara pengadilan besok. Yang ada di pertemuan itu bukan hanya dirinya dan Ale namun Ray dan juga Gani.


Darah Zaki se ketika mendidih, dia Hampir saja tidak percaya dengan kenyataan bahwa ayahnya tega melakukan tindakan yang begitu kejam kepada ibunya bahkan terhadap Mbok Siti yang setia kepadanya.


Zaki Melarikan mobilnya bak pembalap mobil internasional bahkan melanggar beberapa aturan lalu lintas hanya untuk mempercepat langkahnya menghampiri rumah besar di mana ibunya dan juga Mbok Siti butuh pertolongan.


Sesampainya di rumah besar dia melihat ayahnya masih ada disana dan dengan segera ia menghampiri ayahnya mencengkram leher kerahnya lalu segera memperingatinya dengan keras tapi dia tidak melakukan pemukulan sama sekali agar nantinya dia bisa menuntut ayahnya secara hukum karena telah melakukan tindak KDRT terhadap ibu dan asisten rumah tangga nya.


" Ingat, bapak Ridwan terhormat, aku akan mengirim kamu ke sel ruangan penjara yang bakal membuatmu menyesal karena apa yang sudah kamy lakukan kepada ibuku." ancamnya dengan nafas pendek karena dadanya begitu sesak menahan rasa sakit karena perilaku ayahnya kepada ibunya.


" Zak, maafkan ayah! Tapi kamu perlu tahu sesuatu tentang hubungan Ayah dengan ibumu terlebih dahulu supaya kamu bisa mengerti latar belakang Kenapa ayah melakukan semuanya ini sama dia."


"Ayah dan ibu itu adalah produk Perjodohan dari kakek kamu, sehingga kami menikah tanpa cinta! Karena ayah harus memberikan keturunan buat keluarga maka Ayah membuat kesepakatan dengan ibu kamu untuk melahirkan seorang anak laki-laki dan setelah itu aku akan bebas melakukan apa saja yang aku mau dan semua harta milik ayah akan jatuh ke tangan kamu begitu pula dengan harta kekayaan ibu kamu. Jadi sebenarnya saat ini Ayah hanya berusaha membebaskan diri dari pernikahan yang memang tidak pernah ada rasa cinta di dalamnya." kata Pak Ridwan dengan nada dingin.


Sedangkan Zaki sendiri sama sekali tidak mendengarkan penjelasan dari ayahnya itu. Dia sedang mengumpulkan semua bukti-bukti untuk bisa menjebloskan ayahnya ini ke penjara. Dan kalau dirinya sudah bisa menjeblos kan ayahnya ini ke penjara maka dengan mudah dirinya akan menarik Rara masuk ke dalam sel bersama dengan ayahnya ini, karena tentunya Rara sudah tidak punya lagi pegangan yang bisa membebaskan dirinya dari penjara.


Biarlah pasangan mesum ini membusuk di dalam penjara. Melihat Zaki yang hanya terdiam menghadapi apa yang dia katakan membuat ayahnya Zaki semakin geram dengan ibunya berarti ibunya itu sudah men cuci otak dari anaknya itu sehingga anaknya sama sekali tidak peduli dengan ayahnya.


" Zak!"


" Aku sudah tahu dengan semua latar belakang cerita menjijikkan yang baru saja kamu ceritakan kepadaku. Ingatlah bahwa aku ini sudah bukan anak kecil lagi sehingga bisa kamu bohongi begitu saja. Sebelum aku mengantar dengan tanganku sendiri surat gugatan cerai ke pengadilan agama, Sebenarnya aku sudah menyelidiki semuanya tentang apa yang sudah terjadi. Bahkan kalau kamu ingin tahu sebenarnya istri siri yang menjijikkan itu adalah seorang pelacur. Dan saat ini pelacur itu sebenarnya ingin kembali dengan Raymond Izaac, suami sah dari Alesya, teman baikku yang pernah kau pisahkan dariku gara gara kata kalian bibit bebet dan bobotnya tidak seimbang dengan diriku. Tapi apa yang sekarang terjadi ? Apakah menurut ayah bibit bebet dan bobot seorang Rara itu seimbang dengan ayah? Bahkan ayah juga tahu dengan statusnya sebagai seorang pelacur. Apakah itu berarti Ayah adalah seorang yang rendah seperti itu?" perkataan dingin dari Zaki tiba-tiba membukakan mata seorang Ridwan tentang apa yang sudah dia lakukan di masa yang lalu.


" Zak, ayah..."


" Sebaiknya Ayah pikirkan dengan benar apa yang sudah Ayah lakukan saat ini karena ayah akan menghadapi aku sebagai pengacara dari ibu dan juga Mbok Siti yang sudah Ayah sakiti begitu rupa. Sekarang silakan Anda pergi dari tempat ini dan tunggulah sampai surat pengadilan itu memanggil anda sebagai seorang pelaku dari kekerasan dalam rumah tangga yang sudah tertangkap tangan baik melalui CCTV dan juga visum yang akan sebentar lagi aku ambil di Rumah Sakit bersama ibu dan juga Mbok Siti." jelasZaki lagi dengan nada dingin.


Kayaknya ayahnya ini memang harus dimasukkan kedalam penjara supaya lebih jera menghadapi segala sesuatunya.


Dan nanti ayahnya itu tidak akan sembarangan menurunkan tangan seenaknya untuk ibu yang tidak pernah membantah sama sekali perkataan dari ayahnya itu.


Ayah Zaki sadar bahwa saat ini lagi sedang ada di ambang amarah yang memuncak karena perbuatannya sendiri. Percuma kalau dirinya hendak membantah apa yang dikatakan oleh anaknya itu karena sebenarnya semua yang dikatakan oleh anaknya itu memang benar adanya. Mungkin mata Pak Ridwan saat ini tertutup dengan kecantikan Rara sehingga dia lupa sama sekali dengan apa yang harusnya dia prioritaskan. Dia tidak mungkin bisa membuat Rara menjadi istri sah-nya karena Rara sendiri bukan dari lingkup keluarga yang bibit bebet bobot nya bisa dipertanggungjawabkan.


Bukankah ini juga yang sudah dia lakukan terhadap Zaki?


.


.


.


TBC