Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN

Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN
47. Tertembak?


Setelah Zaki memakai rompi anti peluru itu dia segera beranjak masuk ke dalam bersama dengan sekumpulan polisi dan juga pengawal yang dikirim oleh Gani. Mereka membentuk sebuah barikade orang yang berpakaian rompi anti peluru serta bersenjata api.


Tentunya ini semua dilakukan oleh Zacky karena antisipasi dari sopir yang sudah diinterogasi oleh Polisi bahwa mereka memakai senjata api sebagai perlindungan. Tapi pemikiran Zaki adalah, bahayanya kalau mereka menyerbu ke dalam dan melukai Ale karena kepanikan Rara dikepung macam ini.


Mereka membagi komplotannya menjadi 3 bagian, satu ke arah kiri, 2 ke arah kanan, dan yang ketiga mereka akan mengawasi dari depan, padahal Zaki juga menganjurkan mereka untuk menutup area belakang juga agar benar-benar mereka terkepung rapi oleh pasukan dari kepolisian maupun dari pengawal pribadi milik Ale.


Tetapi pihak kepolisian merasa bahwa 3 pasukan saja cukup karena pihak kelompok 1 dan juga kelompok 2 akan memutari bangunan itu dari arah kiri dan kanan.


Zaki pasrah dengan pengaturan pihak kepolisian tapi dia juga mengikuti kelompok 2 agar memantau pergerakan mereka supaya tidak melukai para korban yang di sandera.


Duarrr!!!


Tiba tiba ada satu kali bunyi tembakan yang sangat keras terdengar oleh telinga mereka karena mungkin senjata api yang dipakai oleh penculik Ale adalah senjata api tanpa peredam suara.


Hati Zaki udah habis separuh. Dia lemas seketika mendengar suara tembakan itu, ketakutannya akan kehilangan sang pujaan hati begitu besar. Dia sangat tidak yakin kalau Rara tidak melakukan penyiksaan total kepada Ale.


Ini yang ditakutkan nya sejak awal. Zaki tahu pasti bahwa Rara tidak akan melepaskan Ale karena dendamnya terhadap Ale begitu besar.


Tapi mungkin Zaki lupa kalau yang ada di dalam itu bukan hanya Ale tetapi kemungkinan Ray pun sudah ditangkap oleh pihak Rara dan bisa jadi yang tertembak bukannya Ale tapi Ray.


" Ayo kita mesti cepat menggerebek rumah ini karena bisa jadi mereka sudah melakukan tindak kekerasan kepada korban penculikan." kata Komandan yang merupakan teman dari Zaki. Zaki hanya bisa terdiam, dia seperti orang yang terkejut dan shock parah!


" Pak Zaki! anda tidak apa-apa?" udah tanya seorang Perwira Polisi dengan nada cemas karena melihat Zaki hanya terdiam.


" Tidak pak.. maaf, ayo kita gerebek rumah ini." kata Zaki tiba-tiba menahan geram.


Mereka yang tergabung dalam pasukan 2 segera mencari lokasi untuk mereka bisa masuk, Untung saja sopir yang sudah diinterogasi tadi mengatakan bahwa pintu samping menuju kearah dapur itu terbuka, karena slot pintu nya yang macet sehingga tempat itu tidak pernah dikunci. Jadi itu adalah tempat yang paling tepat untuk mereka bisa masuk namun juga bisa tempat jebakan paling berbahaya karena bisa jadi mereka sudah menaruh jebakan di sana.


Pimpinan kelompok 2 merupakan komandan yang menjadi sahabatnya Zaki dia langsung menyuruh salah satu orang untuk menguji tempat itu. Apakah tempat itu merupakan tempat jebakan atau tidak? Sedangkan yang lainnya mengcover dari belakang dengan senjata api yang sudah siap teracung ke arah di mana musuh bisa muncul.


Zaki ditaruh di barisan paling belakang karena memang Zaki tidak memiliki kemampuan yang mumpuni untuk menembak musuh namun tetap saja Zaki memegang senjata api kalau kalau dibutuhkan.


Setelah mereka melewati pintu samping yang mengarah kearah dapur, mereka segera menyebar agar tidak tertangkap oleh CCTV maupun oleh musuh yang berjaga-jaga di sana.


Rupanya penjahat yang sudah menangkap dan menculik Ale bukanlah orang-orang yang profesional di dalam bidang kriminal seperti ini, buktinya mereka tidak berjaga-jaga di pintu samping yang terbuka yang bisa menjadi akses masuk bagi orang lain maupun pihak Kepolisian.


Apalagi tembakan yang keluarkan suaranya begitu dahsyat pasti bisa terdengar oleh tetangga-tetangga di sekitar rumah itu.


Kemudian pasukan 2 yang masuk kedalam segera memindai arah mana yang harus mereka tuju untuk mencari korban penculikan itu.


Pasukan satu yang masuk melalui sisi kiri rumah bisa menemukan jendela yang terbuka sehingga mereka bisa masuk ke dalamnya, dan bertemu persis di tengah-tengah rumah itu.


Kelihatannya rumah itu kosong dan tidak berpenghuni, namun mereka dengan jelas bisa mendengar bahwa ada suara tembakan yang begitu keras disana.


Pasukan 1 dan pasukan 2 berusaha mencari ke atas rumah itu dan ke bawah. Namun mereka tidak mendapati siapapun yang ada di sana, rasa-rasanya bisa jadi ini adalah jebakan kedua yaitu mereka sengaja mengeluarkan suara tembakan supaya pihak kepolisian menerobos masuk dan mereka si penjahat bisa menjebak pihak kepolisian ini.


Rumah itu kosong!! Sopir itu pasti telah berbohong dengan pihak kepolisian dan sayangnya Sopir itu ditinggal di mobil tahanan yang berada di luar rumah bersama dengan beberapa orang pengawal dari pihak Gani dan juga pihak kepolisian yang berjaga-jaga di depan rumah. Jadi sopir itu tidak bisa ditanyain sekarang, komandan polisi langsung menyuruh 1 orang dari pihak kepolisian yang masuk untuk membawa si supir agar bisa memberitahukan ke arah manakah mereka harus pergi.


" Mereka hilang? Kalau begini kita kehilangan jejak? Ini pasti ada sesuatu yang harus kita tahu. Jangan jangan si sopir itu ikut menghilang bersama dengan hilangnya orang-orang yang ada di dalam rumah ini!" kata Komandan polisi mengungkapkan pemikirannya kepada seluruh pasukan yang ada di sana.


Kecemasan mereka semua memuncak ketika mereka sadar bahwa si sopir yang ditinggal di mobil tahanan di depan rumah ini pun menghilang bersama dengan hilangnya orang-orang yang ada di dalam rumah ini. Mereka dengan jelas, tahu pasti, bahwa mereka mendengar suara tembakan, lalu tembakan siapakah itu dan siapa yang tertembak?


Misteri aneh ini membuat Zaki dan pihak kepolisian kebingungan luar biasa, tapi mereka mau tidak mau harus mengisi di tempat ini supaya mereka bisa mendapatkan bukti atau petunjuk dari kepergian orang-orang yang ada di dalam rumah ini. Sangat tidak mungkin kalau rumah sebesar ini tidak memiliki CCTV maupun kamera pengawas yang berada di depan.


Oleh karena itu mereka pasti sudah tahu bahwa mereka sudah dikepung oleh pihak Kepolisian. Mereka tidak berani berkonfrontasi dengan pihak kepolisian karena mereka sadar bahwa mereka kekurangan orang untuk bisa melawan pihak kepolisian dengan senjata api yang komplit. Jadi Zaki maupun pihak kepolisian mengambil kesimpulan bahwa mereka melarikan diri dan belum jauh dari tempat ini.


.


.


.


TBC


akan ada up lagi gaesss, ditunggu ya. Kasih like, gift dan juga vote nya donggg❤


Kalau banyak langsung up jam 13.00 makasihhh💋


Jangan lupa untuk baca karya thor ini, sambil menunggu pengkhianatan update yaaa. Kasih like dan gift juga😘