
Hari demi hari dilewati oleh Ale dengan sedikit berat. Penjagaan yang maha ketat dilewati oleh Ale sehari-hari.
Apalagi dirinya saat ini Ale masih hamil 5 bulan lebih. Beruntungnya Ray menjaga betul kepercayaan Ale kepadanya, dengan tidak melakukan sentuhan fisik dan juga tidur di kamarnya masing-masing.
Ray menemani Ale dan juga Alex serta melakukan tindakan seperti suami suami lainnya yang mengantarkan istrinya untuk memeriksa kehamilannya. Serta mencoba untuk menuruti keinginan Ale dalam ngidamnya.
Betapa tersiksanya Ray saat dirinya melihat sosok anak perempuan yang dia dambakan ada di dalam kandungan istrinya saat ini. Ray tidak bisa lagi melakukan hal-hal intim untuk sekedar membelai perut besar Ali untuk menyapa anak perempuan yang ada di dalam kandungan istrinya itu.
Begitu pula Alr yang tersiksa dengan kondisi anak yang ada di dalam kandungannya yang sangat ingin berinteraksi dengan papanya itu.
Hormon kehamilannya membuat Ali justru tertekan karena kemana-mana harus dikelilingi oleh banyak Bodyguard bak selebriti yang akan melakukan jumpa fans.
Dia pernah protes dengan Zaki dan juga Gani yang membawakan pengawal begitu banyak. belum lagi rayang sehari-hari Sekarang hanya bekerja lewat Ponsel dan juga laptopnya sehingga dia memiliki banyak waktu untuk menjaga Ale kemanapun dia akan pergi.
Ale sudah mulai bosan karena sudah 2 bulan ini dia ada di dalam monitoring pengawal yang bukan hanya 1 atau 2 namun puluhan.
Sedangkan Rara yang masih menjalani tahanan luar, dengan kooperatif melakukan apa yang menjadi tuntutan Zaki sebagai pengacara di pihak Ale yang merasa terganggu dengan tindakan Rara melabrak ke kantor Ale beberapa waktu yang lalu.
Yang menjadi kejengkelan bagi Zaki adalah tuntutan majelis hakim menjadi berubah sangat ringan menyangkut masalah prostitusi online yang sudah dijalani oleh Rara. Bahkan video panas yang dijadikan bukti oleh Zaki tiba-tiba tidak memberatkan Rara karena dianggap bahwa Rara disitu adalah korban.
Padahal jelas sekali bahwa selain dia melakukan prostitusi online, Rara juga dianggap melakukan tindakan pornoaksi dan pornografi.
Dengan menyebarkan video panas dirinya dan juga Ray. Memang sebelum menyerahkan semuanya ke pihak kepolisian Zaki sudah terlebih dahulu membuat video yang tampak wajahnya Ray menjadi sedikit buram. Hanya di bagian Rara saja yang dibuat jelas sekali. Pihak kepolisian seharusnya bisa memberikan hukuman yang seberatnya atas penyebaran video panas itu karena IP address dari sender pertama kali video panas itu adalah ponsel Rara sendiri.
Tapi entah kenapa bukti itu menjadi tidak lagi kuat saat Rara didampingi oleh pengacara yang memang sering melakukan hal-hal curang di dalam setiap pembelaannya.
Ayah Zaki sebenarnya sering sekali menghubungi Zaki agar mencabut tuntutannya terhadap Rara.
Tapi Zaki sama sekali tidak pernah mengangkat sambungan telepon apabila ayahnya menelepon. Sampai suatu kali Ayah Zaki marah besar dan pulang ke rumah Paramita hanya untuk meluapkan kekesalannya kepada ada istri tuanya itu.
" Mithaaaa!! Di mana kamu sekarang?" teriak Pak Ridwan dengan kalap. Saat ia melihat Paramitha turun dari tangga, Pak Ridwan lalu menghampiri istri tuanya itu dengan tatapan garang dan wajah yang sudah kalap karena emosi. dia menganggap bahwa sakit tidak mau menerima telepon dari dirinya Karena digosok-gosok in oleh istri tuanya itu agar membenci ayahnya. Padahal sebelum ini sakit dan ayahnya memiliki hubungan yang harmonis. sebelum Paramitha bisa menjawab pertanyaan dari suaminya itu, tiba-tiba rentetan perkataan kasar lainnya mampir ditelinganya begitu jelas.
"Dasar wanita tua tidak tahu diuntung! Sudah mau bercerai aja masih suka nyusahin orang! Pasti kamu yang sudah mencuci otak anaknya ku sehingga anakku tidak mau lagi berhubungan dengan aku sebagai ayahnya! Maumu tuh sebetulnya apa sih? Aku kan sudah bilang dari awal kita menikah bahwa aku tidak pernah mencintai kamu! Kita hanya menikah karena Zaki!" kata laki-laki paruh baya itu sambil menuding nuding wajah istri tuanya itu dengan tidak berperasaan.
Bukan hanya Si Mbok Tapi semua asisten rumah tangga dan juga satpam bergegas menemui pasangan suami istri yang sedang bertengkar itu.
Ridwan yang sudah berubah kalap dan amarah yang memuncak ketika melihat istri tuanya itu bukan malah kasihan tapi tambah emosi.
Sehingga sekarang bukan hanya kata-kata kasar saja yang menghiasi pertengkaran suami istri ini tapi juga sudah mulai dengan pemukulan dan tamparan yang keras yang diberikan Pak Ridwan kepada Paramita.
" Astaga, tuan besarrr! Jangan sakiti nyonya !!" teriak si mbok dengan histeris.
Itu dilakukannya karena si mbok melihat bahwa ada darah yang kelihatan di sudut bibir Nyonya besarnya ini. Belum lagi karena pukulan yang sangat keras Nyonya besarnya ini sampai jatuh terduduk di lantai.
" Mbok!! Pergi semua kalian dari sini biar aku menghajar wanita jal*ng Ini supaya tidak main-main dengan Ridwan! Emang kamu pikir dirimu itu siapa hanya seorang wanita tua saja berani-beraninya menghasut anak laki-lakiku satu-satunya agar memusuhi ayahnya!" kata Ridwan dengan suara yang masih menggelegar, bahkan Paramita sebagai istrinya pun hanya diam walaupun merasa bahwa sekujur tubuhnya itu kesakitan akibat tamparan juga pukulan yang dilayangkan Pak Ridwan kepadanya.
Paramitha hanya diam dan tidak membalas dengan perkataan sedikitpun. Bukannya Ridwan semakin iba namun Pak Ridwan semakin marah melihat istrinya itu hanya diam dan membiarkan Apa yang dia lakukan kepada istrinya itu tanpa mengeluh sama sekali.
" Jangan tuan, jangan pukul nyonya lagi!" teriak si mbok dengan menumbalkan tubuhnya sendiri untuk kena pukulan dari Pak Ridwan, karena sibuk melihat bahwa nyonya besar nya itu sudah benar-benar kepayahan menerima pukulan dari suaminya itu. pukulan dari Pak Ridwan itu benar-benar tanpa perasaan karena begitu pukulan itu mengenai tubuh renta simbok, wanita paruh baya itu terhuyung dan kemudian jatuh pingsan.
Tiba-tiba saat melihat asisten rumah tangganya yang paling setia terkapar karena pukulannya, Pak Ridwan tersadar dengan apa yang sudah dilakukan. Dia melihat ke sekeliling tempat itu dan menatap semua orang yang sudah melihat kebrutalan dirinya dengan tatapan mata nanar.
" Panggil dokter Syarif, dan segera bereskan semua kekacauan ini." katanya dengan tatapan aneh. Tadi dia begitu kesetanan, tak bisa lagi menahan amarah yang bercokol dihatinya.
Bisnisnya terganggu, istri sirinya terus memaksanya untuk melakukan eksekusi Ale secepatnya. Anak laki lakinya tidak mau menerima telepon darinya, sekarang ia lampiaskan semuanya kepada istri tua dan akhirnya asisten rumah tangganya yang paling setia kepadanya kena bogem mentah telak yang membuatnya jadi pingsan.
.
.
.
TBC