Tiara

Tiara
Part 11


Angin sepoi-sepoi yang memberikan rasa sejuk di kulit, tiba-tiba berhembus dan melewati tubuh dua orang anak kecil yang kini tengah duduk saling berdampingan di bawah pohon besar yang tumbuh di pinggir jalan.


Kedua orang itu tampak menutup mata dan menikmati angin yang berhembus sebelum tiba-tiba Tiara membuka mulut nya untuk bertanya." Kejadian yang seperti apa itu??"


"Kejadian nya seperti ini...


Saat itu, teman ku itu baru sampai di rumah sehabis pulang dari sekolah. cuaca saat itu juga sangat sedang terik, hingga mengakibatkan teman ku itu sangat kepanasan.


San saat itu, yang temanku itu pikirkan begitu ia tiba di rumah adalah langsung menuju lemari es dan mendapatkan air dingin untuk di minum. namun apakah kau tau apa yang ia dapatkan begitu ia sampai dan menginjakkan kaki di rumah nya??


pertama kali ia sampai ia malah mendengarkan tangisan. Saat itu, teman ku itu bingung dan bertanya-tanya mengenai tangisan siapa itu. Hingga akhirnya, ia mengabaikan rasa haus nya dan malah mendekatkan diri ke arah sumber tangisan itu.


Dan kau tau, saat ia baru pertama kali mendengar dengan jelas dan memastikan tentang suara tangisan siapa yang ia dengar itu,


hal apa yang menghampirinya??


ia saat itu langsung mendengar pengaduan dari saudara tiri nya yang mengatakan bahwa teman ku itu lah yang menjadi penyebab ia menangis.


Dan bukan hanya itu saja, teman ku itu juga mendengar kata-kata yang mengatakan kalau teman ku itu selalu saja menindas nya hingga ia sering di pukuli teman nya di sekolah dan membuat nya terlambat mengumpulkan tugas.


Saat itu, tubuh teman ku itu serasa di pakukan ke tanah. Bukan kah ia yang selalu di tindas, tapi kenapa malah ia yang di katakan menindas,.. Amarah mulai memasuki pikiran teman ku itu. Hingga pada akhirnya ia berlari dan memasuki ruangan yang di pakai oleh saudara tiri nya itu untuk mengadu yang bukan-bukan.


Kau tau apa yang di temui teman ku saat ia pertama kali memasuki ruangan itu?? Itu adalah pemandangan yang mengerikan. Semua tatapan tajam langsung mengarah pada nya. Mulai dari ayah nya, kedua saudara nya yang kembar, ibu tirinya, dan Saudara tiri nya yang babak belur."


" Iya,.. saat itu wajah saudara tiri dari teman ku itu penuh dengan lebam. Tidak tau ntah dari siapa itu, tapi yang jelas saat itu ia mengatakan kalau luka yang ia dapatkan berasal dari perlakukan temanku yang memukulinya saat pulang sekolah.


Kau tau, saat itu ayah nya teman ku itu sangat marah besar. Ia di tampar di kedua sisi wajah nya. Lalu di maki dan di Katai sebagai anak yang tak tau di untung. Lalu yang paling miris adalah, ke dua saudaranya yang kembar itu malah ikut menamparnya dan mengatakan kalau ia bukan saudara mereka lagi." Kembali berhenti dan tanpa Tiara sadari, air mata telah bergulir dari sisi wajah anak laki-laki itu.


"Saat itu, kenapa teman mu itu tidak menjelaskan yang sebenar nya?? dan bukan hanya itu saja, kenapa sejak sebelum nya, atau sejak pertama kali teman mu itu mulai di tindas oleh saudara tiri nya itu, ia tak pernah mengadu ke ayah atau saudara nya yang lain??" Bertanya dengan bingung.


" Awal nya teman ku itu tidak terlalu menganggap penting perlakuan buruk yang ia dapatkan dari saudara tiri nya itu. Apalagi teman ku itu adalah tipe orang yang cuek ke sekeliling, dan lebih pendiam ketimbang saudara nya yang lain. Hanya saja, setelah sekian lama perlakukan saudara tiri nya itu semakin sangat keterlaluan hingga mengakibatkan hubungan nya dan saudara nya kacau. Dan di saat seperti itu, penjelasan pun sudah tidak ada artinya. Dan menurut mu di saat keadaan sudah tidak kondusif lagi, apa ia dan kisah yang sebenarnya masih dapat di dengar oleh keluarga nya itu?"


" Menurutku.. Hmmm.. Tidak. Karena kalau ia menjelaskan di saat yang sudah seperti itu, bisa-bisa perkataan nya hanya dianggap sebagai upaya membela diri saja. dan jatuh nya, malah di kira ia sedang memfitnah saudara tirinya yang sebenarnya yang berbuat jahat."


" Nah itu kau tau."


" Lalu ada satu lagi, bagaimana dengan ibu anak itu,.. apa respon nya di saat kejadian itu di alami oleh teman mu itu??"


" Seperti ibu kebanyakan, ia akan lebih membela anak kandung nya ketimbang anak tiri yang tidak ada hubungan apa-apa dengan nya. Jadi, ibu tiri nya teman ku itu lebih percaya bahwa anak nya yang benar dan teman ku itu yang salah." Menjelaskan dengan lelah.


~•°•~


"Jika kau lelah, setidak nya berhentilah sebentar dan istirahat lah. jangan memaksakan dirimu terlalu banyak. karna bila kau jatuh sakit, orang yang paling di rugikan adalah dirimu sendiri."


~Bersambung.~