Tiara

Tiara
Kesal


Bintang memanggil sekretarisnya.


"Rini ke ruangan saya sebentar" perintah Bintang melalui interkom di ruangannya.


"Baik Pak" jawab Rini.


Tak lama kemudian Rini masuk ke ruangan Bintang.


"Siapa yang memberi izin wanita itu masuk ke ruangan saya?" tanya Bintang dengan suara lantang.


Rini tersentak dan terkejut, tidak pernah dia melihat Bintang semarah ini.


"Ma.. maaf Pak, Ibu Siska yang memaksa. Saya sudah melarangnya dari tadi. Tapi dia bilang mau mengucapkan selamat atas pernikahan Bapak secara langsung" jawab Rini terbatas - bata.


"Lain kali kalau dia datang ke sini lagi apapun alasannya jangan pernah kamu izinkan dia masuk ke ruangan saya. Atau kamu yang akan saya pecat" tegas Bintang.


"Ba.. baik Pak" jawab Rini.


"Siapkan bahan meeting kita pagi ini, saya tidak mau ada kendala lagi. Sudah cukup pagi ini saya menerima kesalahan kamu. Jangan sampai ada kesalahan lagi" perintah Bintang masih dengan nada kesal.


"I.. iya Pak. Kalau begitu saya kembali ke meja saya ya Pak, permisi" jawab Rini tergesa-gesa.


Bintang melonggarkan dasi yang sudah dia pasang rapi sebelum berangkat ke kantor tadi di apartemennya.


Bintang berangkat ke kantor dengan mengumpulkan semua semangatnya karena sebenarnya dia masih enggan untuk kembali ke Jakarta. Kalau bukan karena dukungan dari istrinya mungkin Bintang akan menambah cutinya satu minggu lagi.


Tapi setibanya di kantor Bintang benar - benar mendapatkan kejutan yang tidak terduga. Bintang sangat kesal sekali dengan kedatangan Siska.


Dia tidak pernah membayangkan Siska akan berani mendatanginya lagi apalagi meminta kembali setelah semua yang dia lakukan kepada Bintang sekitar lima tahun yang lalu.


Sedikitpun Bintang tidak merasa kasihan melihat Siska menangis dan memelas meminta maafnya dan ingin kembali bersama.


Bintang sangat tau kalau semua air mata Siska itu adalah palsu. Dia sudah tidak percaya kepada Siska karena Bintang sudah mengetahui semua belang Siska.


Siska hanya ingin mendapatkan hartanya bahkan sampai dia rela menjadi selingkuhan atau menjadi yang kedua dalam kehidupan Bintang.


Cih.. sialaaan.. Pagi - pagi sudah membuat hariku buruk jadinya. Umpat Bintang kesal.


Rini datang dengan membawa berkas meeting pagi ini dengan client.


"Ini Pak berkas meeting pagi ini" ucap Rini sambil menyerah beberapa dokumen di meja Bintang.


"Baik, tolong buatkan kopi pahit untuk saya. Sepertinya saya butuh sesuatu untuk mengumpulkan konsentrasi saya pagi ini. Wanita itu sudah merusah hari saya" ucap Bintang kesal.


"Baik Pak" Rini segera meninggalkan ruangan Bintang dan berjalan ke pantry untuk membuatkan Bintang kopi pahit seperti permintaan Bintang.


Tak lama Rini sudah kembali dengan membawa secangkir kopi pahit. Dan menghidangkannya di atas meja kerja Bintang.


"Rini siapkan ruangan meeting jam sembilan kita akan mulai meetingnya. Saya tidak mau ada yang terlambat" perintah Bintang.


"Baik Pak" jawab Rini sigap.


Sesuai dengan perintah Bintang jam sembilan dia sudah meeting dengan clientnya yang sudah dia dijanjikan dari waktu sebelum dia menikah.


Meeting berjalan dengan lancar sampai jam makan siang. Setelah selesai meeting Bintang langsung pergi ke Cafe Kenanga dan bertemu dengan Dian dan Roy.


"Hai Bin, kenapa wajah kamu jelek begitu?" tanya Roy.


"Dari tadi pagi aku kesal banget, Siska datang ke kantorku" ungkap Bintang.


"Apa? Ngapain dia?" tanya Dian terkejut.


"Dia berlutut sambil menangis memohon maafku tapi semua sudah terlambat. Tidak ada lagi kesempatan kedua. Dia malah rela menjadi yang kedua" jawab Bintang.


"Wanita gila" umpat Dian.


"Gila harta. Dia pasti udah nyesal banget ninggalin kamu makanya segitunya dia memelas untuk balikan sama kamu" sambut Roy.


"Hati - hati Bin, wanita seperti itu pasti punya banyak tipu muslihat" ucap Dian.


"Dan dia akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan semua keinginannya" sambung Roy.


"Itu dia yang membuat aku kesal. Jangan sampai hal ini diketahui Tiara. Aku tidak mau dia khawatir ataupun malah berburuk sangka. Aku sudah cukup bahagia dengan apa yang aku jalani saat ini" ungkap Bintang.


"Kami dapat melihatnya" balas Dian.


"Pesankan aku makanan Yan, aku lapar sekali" pinta Bintang.


"Okey.. " Dian segera menuju dapur meminta koki untuk membuatkan makanan Bintang.


"Aku perhatikan belakangan ini kamu sering berada di Indonesia, dah setiap aku ke Cafe aku selalu melihat kamu di sini" ujar Bintang kepada Roy.


"Ada apa? Kenapa tiba - tiba kamu minta begitu?" tanya Bintang penasaran.


"Kan sudah aku bilang dari kemarin-kemarin aku lagi usaha mendapatkan hati seorang wanita" jawab Roy.


Bintang menaikkan alisnya, dia seperti mencium sesuatu di sini.


"Kamu ngapain?" tanya Roy ketika melihat Bintang seperti sedang mengendus tubuhnya.


"Aku mencium sesuatu di sini" jawab Bintang.


"Bau apa?" tanya Roy bingung.


"Bau.. bau.. ada maunya" balas Bintang.


"Mau apa?" tanya Roy penasaran.


"Aku mencium sesuatu gelagat mantan Casanova sedang mengejar cinta" sindir Bintang.


Roy terdiam ternyata gelagatnya sudah terbaca Bintang.


"Siapa?" tanyanya pura - pura.


"Nih orang yang ada di depanku" jawab Bintang tersenyum.


"Lagi usaha Bin" ungkap Roy.


"Kamu serius mau mengejar Dian?" tanya Bintang.


"Ya seriuslah. Udah lama lagi tapi dia gak pernah melihat perasaan aku" jawab Roy.


"Jadi udah di terima Dian?" desak Bintang.


Roy menggelengkan kepalanya.


"Susah, dianya masih belum punya rasa kali padaku" ucap Roy putus asa.


"Habis belang kamu udah dia ketahui semua sih. Aku rasa udah illfeel dianya sama kamu" sindir Bintang.


"Yah kan aku udah tobat. Bukannya lebih baik mantan preman dari pada mantan ustadz?" tanya Roy.


"Iya sih, tapi kalau dia sudah illfeel kan agak susah meyakinkannya. Dia pasti mikirnya kamu becanda. Atau pelarian karena kemarin baru patah hati sama Tiara" ujar Bintang.


"Kamu ngomong gitu seolah - olah gak punya andil ya dalam mematahkan hatiku?" ucap Roy kesal.


"Hahaha... sorry bro, jodoh gak akan lari kemana. Kalau memang Tiara jodohku pasti akan kembali padaku" jawab Bintang.


"Iya.. iya... aku udah ikhlas. Lagian sengsara membawa nikmat. Aku patah hati di tinggal nikah Tiara tapi aku punya peluang untuk mendapatkan cinta pertamaku" ucap Roy dengan mata berbinar.


"Serius? Dian cinta pertama kamu?" tanya Bintang tak percaya.


"Ya seriuslah masak seriosa... " jawab Roy.


"Waaaah kabar baik nih. Aku doain semoga berhasil ya" balas Bintang.


"Aamiin... jadi gimana tawaran aku tadi?" tanya Roy.


"Yang mana?" Bintang yang lagi banyak masalah jadi tidak fokus dan lupa.


"Ya elaaah udah tua nih anak, cepat lupa. Soal barter Cafenya. Cafe ini jadi milik aku dan Dian sedangkan Cafe di Bandung milik kamu seutuhnya" ucap Roy.


"Plus rumah dan segala isinya?" tanya Bintang.


"Iya.. iya... seraaah kamulah" jawab Roy.


"Gak ikhlas gitu. Seimbanglah.. harga tanah di Jakarta kan jauh beda sama di Bandung" ungkap Bintang.


"Iya.. iya.. Demi Dian lah... " jawab Roy pasrah.


"Hahaha.. Deal?" tegas Bintang.


"Deal" jawab Roy lantang.


Mereka saling berjabat tangan.


.


.


BERSAMBUNG