The Red Moon

The Red Moon
TRM BAB 50 - Bangkitnya Raja Iblis


Arnette terus berusaha memalingkan wajahnya supaya terhindar dari tatapan Agam, setelah percintaan gila di lorong tersembunyi istana sebelumnya, dia sangat malu dan merasa bodoh karena tidak bisa mengontrol hawa nafsunya.


Berbeda dengan Agam yang justru senyum-senyum sendiri ketika mengingat kejadian itu.


"Paman malaikat kenapa?" tanya Theor yang merasa keanehan melihat Agam.


"Tidak apa-apa," jawab Agam. Dia mengambil cokelat yang dia bawa tapi lupa memberikannya pada Theor. "Ini makanan lainnya dari surga, kau pasti suka!"


"Ternyata paman malaikat banyak mencuri makanan surga," komentar Theor. Walaupun begitu, anak itu tetap mengambil cokelat pemberian dari Agam.


Agam mengusap kepala Theor, setelah ini mereka akan menghadapi hal jauh lebih sulit. Tapi, Agam yakin kalau dia akan segera diakui sebagai ayah Theor.


"Makanlah semuanya," ucap Agam sambil membuka pembungkus cokelatnya.


"Ini enak," Theor merasa suka dengan cokelat yang dia makan.


Tak lama mata-mata Bavaria lari ke camp untuk mencari Arnette karena ingin melapor hal yang penting.


Semua pasukan inti dikumpulkan dan mata-mata itu mengatakan bahwa Aragon sudah bersiap menyerang Bavaria.


Arnette memejamkan mata karena hari di mana semua dipertaruhkan akan tiba. Dia tidak bisa menunda dan mundur lagi.


"Kalau begitu, kita butuh strategi karena kita kalah jumlah," ucap Agam menyela rapat. Dia melihat di meja yang terdapat peta wilayah Bavaria.


Karena pasukan Arnette percaya pada Agam, mereka mendengarkan semua yang pemuda itu katakan.


Sementara Theor duduk sendirian dan menjauh dari rapat, anak itu sepertinya sedang memikirkan sesuatu dan Arnette langsung mendatangi anaknya. Pasti Theor merasa takut.


"Tidak apa-apa, ibu akan selalu berada di belakangmu," ucap Arnette berusaha menghibur.


"Aku tidak takut, kalau pun aku mati, aku akan pergi ke surga. Kata paman malaikat, di sana aku bisa mempunyai banyak keluarga dan makanan enak," balas Theor.


Arnette terkejut mendengarnya, bisa-bisanya Theor berpikir seperti itu.


"Tapi, aku takut kalau tidak bisa melihat ibu lagi," lanjut Theor.


"Sebenarnya apa yang kau pikirkan, hem?" Arnette memeluk Theor dan anak itu bisa merasakan sifat keibuan perempuan itu sekarang. "Kita akan selalu bersama!"


Arnette belum bisa menjawab pertanyaan putrany itu.


...***...


Kane melakukan ritual terakhir untuk memanggil raja iblis, semua syarat sudah terpenuhi, waktunya raja iblis bangkit.


Tiba-tiba langit yang sebelumnya cerah menjadi gelap, aura kegelapan sudah masuk ke seluruh benua.


Angin bertiup dengan kencang dan petir menyambar tanpa adanya hujan. Langit jadi begitu bergemuruh.


Sampai ada asap hitam tebal yang membumbung tinggi ditambah suara auman yang membuat telinga sakit.


Kane dan para monster segera berlutut untuk menyambut bangkitnya raja iblis.


Asap hitam yang tebal lama kelamaan menyusut menjadi kecil, rupanya raja iblis memilih menyamar menjadi manusia dan tidak mau menunjukkan wujud aslinya.


Seorang lelaki berjalan mendekati Kane dan para monster yang berlutut padanya.


"Jadi, kalian yang memanggilku?" tanya raja iblis itu.


Kane memukul dadanya dan mengutarakan niatnya untuk mempunyai kekuatan tak tertandingi.


Sang raja iblis tersenyum smirk, dia akan mengabulkan permintaan Kane dengan cepat.


Namun, karena kekuatan yang diberikan terlalu besar, tubuh Kane tidak bisa menampungnya. Bukannya mendapat kekuatan seperti yang dia inginkan, Kane justru mati dengan mengenaskan.


"Dasar manusia rendahan," ucap raja iblis itu.


_


Raja iblis kita ges, lagi mode nyamar jadi manusia ya, jangan oleng😅