
Kabar mengenai kemunculan Theor tersebar dari mulut ke mulut. Kabar itu tersebar simpang siur karena semua tidak tahu dari mana asal-usul Theor.
"Anak itu adalah anak dari kapten Arnette!"
"Seorang pemburu mengatakan anak itu memanggil kapten Arnette dengan sebutan ibu!"
Tentu saja kabar itu terdengar dengan cepat sampai ke telinga Kaisar.
Kaisar Erik Bavaria memerintahkan untuk mencari pemburu itu dan menghadap padanya. Dia ingin mendengar langsung kalau anak haramnya ternyata memiliki seorang anak apalagi kabarnya anak itu bisa menusuk jantung raja iblis.
"Apa benar anak itu memanggil ibu?" tanya Kaisar Erik.
"Benar, Yang Mulia. Saya sendiri mendengarnya," jawab sang pemburu.
Dari sini Kaisar Erik mulai paham akan rencana Arnette, sebelumnya dia marah karena merasa Arnette gagal dalam misinya mencari anak yang lahir di bulan merah.
Ternyata dia salah. Arnette ternyata lebih memilih mengandung anak yang bisa menusuk jantung raja iblis itu.
Namun, Kaisar Erik tidak bisa mencegah rumor yang beredar bahwa Arnette melahirkan anak haram.
Anak haram yang mempunyai anak haram.
Biasanya Kaisar Erik akan marah karena reputasi keluarga Kekaisaran semakin bertambah buruk. Tapi, kali ini sang kaisar tidak bertindak apapun karena memang dia bergantung pada Arnette.
Arnette yang selama ini bekerja keras untuk melawan Kekaisaran Aragon dan menggagalkan rencana Kane.
"Arnette lagi-lagi membuat kita malu, apa ayah benar-benar tidak melakukan apapun?" tanya William.
"Walaupun dia banyak berjasa, bukankah sekarang tindakannya keterlaluan?" timpal Bastian.
Kedua putra mahkota melakukan protes pada Kaisar, mereka ingin Arnette mendapatkan hukuman.
"Kapten, panggil Arnette seperti itu!" tegas Kaisar Erik.
"Daripada itu, lebih baik kalian membantu Arnette di medan perang," lanjut Kaisar Erik seraya menatap kedua putranya.
Dua putra mahkota yang selama ini dia andalkan justru berlindung di dalam kastil tanpa mau ikut andil dalam perang.
"Kalau kami ikut perang dan terjadi apa-apa seperti terakhir kali, bagaimana?" protes Bastian.
"Bavaria tidak akan mempunyai penerus tahta selanjutnya," timpal William.
"Kalian masih memikirkan hal seperti itu?" Kaisar Erik berkata dengan nada lantang karena kedua anak laki-lakinya masih membicarakan masalah tahta di saat kondisi Kekaisaran di ujung tanduk.
Bukan hanya sang Kaisar dan kedua putra mahkota saja yang berdebat keras.
Namun, Kane dan perwakilan dari Kekaisaran Aragon juga bersitegang karena munculnya anak yang digadang bisa menusuk jantung raja iblis.
"Bukankah anak itu ancaman bagi kita?"
"Kita harus segera membunuhnya!"
Kekaisaran Aragon merasa terancam karena munculnya Theor, tapi Kane berusaha membuat mereka tenang.
"Sebentar lagi raja iblis akan muncul, Aragon akan mempunyai kekuatan besar dan bisa mengalahkan Bavaria dengan mudah," ucap Kane percaya diri.
Kemudian Kane melakukan ritualnya lagi untuk memanggil raja iblis, dia sudah memberi tumbal yang sangat besar. Kane tidak akan terkalahkan.
"Bangkit! Bangkitlah!" seru Kane seraya membuka portal kegelapan. Dia bisa merasakan kalau raja iblis akan segera muncul.
Para monster iblis berterbangan muncul dan mereka semua berkumpul untuk menyambut bangkitnya raja iblis.
"Kita akan membunuh semuanya dan menguasai dunia!" Kane yang gila akan menghabisi semuanya termasuk Aragon, sekutunya sendiri.
"Tidak ada yang bisa menghalangi termasuk anak kecil yang tidak tahu apa-apa!"