
Walaupun Arnette merasa was-was tapi dia ingin mencoba rencana dari Agam untuk menyebarkan rumor tentang Theor sampai terdengar oleh pasukan Aragon.
Anak itu berasal dari surga!
Dia bukan anak haram tapi utusan dari langit!
Berita itu sengaja disebarkan dan Theor harus menunjukkan kekuatannya supaya pasukan Aragon mempunyai kecemasan saat menyerang pasukan Bavaria.
"Jangan takut, aku akan selalu ada di belakangmu," ucap Agam pada Theor. Dia memberikan bom jarak jauh pada anak itu.
"Aku hanya perlu meletakkannya pada musuh atau monster?" tanya Theor.
"Benar, setelahnya serahkan padaku," balas Agam.
Theor mengangguk paham, dia berjalan untuk mendatangi Arnette yang tak jauh darinya.
"Apa kau sudah siap?" tanya Arnette.
"Aku siap," jawab Theor.
Arnette akan membawa Theor ke pemukiman penduduk untuk memancing musuh keluar. Dan Agam akan mengikuti mereka dari belakang.
"Aku tidak akan takut," ucap Theor dalam hatinya. Dia selama ini hidup dalam persembunyian dan sekarang dia akan melihat dunia luar yang sesungguhnya.
Kemunculan Theor langsung menjadi pusat perhatian.
"Apa masih ada penduduk yang keracunan?" tanya Arnette pada para penduduk di wilayah Bavaria.
"Semua bahan makanan sudah dibakar sesuai instruksi dan bahan makanan cadangan digunakan untuk penggantinya," ucap salah satu penduduk yang mewakili.
"Baguslah," balas Arnette.
Fokus penduduk kini tertuju pada Theor dan mereka merasa bersyukur atas kedatangan makhluk kecil dari surga itu.
Rupanya upaya untuk membawa Theor ke dunia luar berhasil karena salah satu mata-mata Aragon melaporkan apa yang dilihatnya pada Kane.
"Mari kita buktikan kalau anak itu tidak berarti apa-apa," ucap Kane. Dia memerintahkan beberapa monster untuk menyerang penduduk Bavaria.
Para monster yang diutus itu terbang dan mulai menyerang dengan mengeluarkan api dari mulut mereka.
"Semua berlindung!" teriak Arnette.
Dan beberapa anak buah Arnette yang ikut juga ikut membantu.
"Mereka langsung mengirim monster," ucap Agam yang merasa cemas. Dia ingin keluar dari tempat persembunyiannya tapi Simon mencegah langkah pemuda itu.
"Jangan! Kalau kau keluar sekarang, rencana akan gagal," Simon menarik tangan Agam supaya kembali ke tempat semula.
Sekarang Agam hanya bisa mengamati keadaan dari tempat persembunyiannya.
Sampai akhirnya Theor mencoba memancing para monster itu untuk fokus padanya. Dengan melawan rasa takutnya, Theor mengangkat bom yang diberikan oleh Agam.
"Hei, makhluk jelek! Coba serang aku!" teriak Theor.
Atensi para monster langsung mengarah pada Theor dan makhluk iblis itu terbang untuk menangkap Theor yang menantang mereka.
Theor tidak melawan sampai tubuh kecilnya dicengkram oleh kaki monster dan dibawa terbang.
Di atas sana, Theor berusaha mengikat bom yang dia bawa ke kaki monster. Lalu dia menjatuhkan dirinya sebelum dibawa terbang semakin tinggi.
"Aaaa..." Theor berteriak saat jatuh ke bawah.
Namun, hal itu dia rasakan hanya beberapa detik saja karena Simon membantunya untuk berteleportasi ke tempat Arnette berada.
Sadar jika Theor menjatuhkan diri, para monster terbang ke bawah lagi untuk mengambil Theor.
Hal itu dimanfaatkan oleh Theor, anak itu mencoba melakukan beberapa gerakan untuk membaca mantra.
Sementara Agam bersiap dengan pemicu ledakan dari bom.
Ketika Theor membuka kedua tangannya dan berteriak, Agam langsung memencet tombol pemicu.
DUAR!
Terjadi ledakan hebat yang membuat monster yang diikat bom oleh Theor langsung musnah.
Monster yang tersisa segera pergi dan Theor dianggap memiliki kekuatan suci.
"Cuaks!" batin Agam karena rencananya berhasil.