Suami Yang Dibenci

Suami Yang Dibenci
Sexy ++


MATURE CONTENT !!!


Yang merasa masih dibawah usia 18 tahun, sebaiknya SKIP part ini.


Dan bagi yang tidak sanggup/tidak suka MATURE CONTENT boleh langsung SKIP saja.


"Tubuhmu mengatakan kau menginginkanku dan bibirmu berucap bahwa hanya aku yang mampu menyentuh setiap inchi dalam dirimu, hanya aku.."


Maria tengah berdiri menikmati udara pagi hari setelah mengantar putrinya berangkat ke sekolah, menarik nafasnya dalam-dalam dengan tangannya yang menggenggam pagar pembatas balkon. Senyuman terus menghiasi bibirnya sejak ia membuka mata. Tak dapat dipungkiri, semua kejutan yang telah di berikan oleh suaminya semalam sangat membuatnya bahagia. Jonathan memang suami yang sempurna. Type suami yang didambakan oleh kaum hawa. Maria sangat beruntung bisa memilikinya dan dia lah satu-satunya wanita yang memiliki hati dan jiwanya. Maria teringat kalung pemberian suaminya, dipegangnya, ditatapnya lekat-lekat, liontin berbentuk hati sebagai hadiah ulang tahunnya. Lalu bibirnya kembali tersenyum hingga kemudian perhatiannya teralih kepada suaminya yang kini berjalan ke arahnya.


"Sayang, kamu kenapa kembali lagi. Apa ada yang ketinggalan?"


"Tidak. Aku sedang tidak mood untuk masuk ke kantor hari ini." jawab Jo lalu menyandarkan sikunya pada pagar balkon


"Kenapa?"


Jo tersenyum tipis. Maria terkejut saat tubuhnya dengan secepat kilat sudah berada didekapan suaminya.


"Karena aku kangen kamu sayang."


Tubuh Maria bergetar saat Jo merengkuhnya dengan erat, setiap berada disamping suaminya ini dirinya selalu merasa aman dan nyaman. Lalu sedetik kemudian Jo menggendong Maria kedalam kamar, membaringkan tubuhnya diatas ranjang, mencium dan mlumat habis bibir tipis Maria. Tangan besar Jo bekerja menyingkirkan minidress Maria. Setelah dress itu terlepas, Jo membuka pengait bra Maria dengan terburu-buru tanpa melepaskan tautan bibir mereka.


Maria mengalungkan kedua tangannya dileher Jo dan sesekali meremas kasar rambut belakangnya. Jo mengangkat tubuh Maria hingga duduk diatas pangkuannya. Tangannya semakin leluasa menyentuh tubuh Maria dan perlahan bibirnya turun dan kembali menghisap leher jenjang Maria, salah satu titik sensitive istrinya.


"Eunghh Jo ..." mendengar lenguhan Maria karena ulahnya, membuat Jo semakin bersemangat. Kedua tangan besarnya meremas kuat dada Maria yang sudah tak tertutup oleh apa-apa lagi, mendekatkan telinganya didepan bibir Maria kemudian meremas kuat dada Maria lagi hingga dia melenguh kencang tepat didepan telinganya, kini keduanya sudah terbakar gairah.


Jo menundukkan wajahnya dan memasukkan p*ting Maria kedalam mulutnya. "Aaaahhhh..." Maria meremas kuat rambut Jo ketika dia semakin bersemangat mengulum dan menjilati sebelah dadanya, sedangkan sebelahnya lagi dimanjakan Jo dengan tangan besar miliknya .


Jo benar-benar memanfaatkan kedua tangannya dengan baik, dia menggunakan sebelah tangannya lagi untuk memasukkannya kedalam kewanitaan Maria dan mengeluar masukkan jari-jari panjangnya dengan keras ke dalam lubang hangat milik istrinya. Jonathan patut di acungi jempol dalam urusan ranjang.


"Kamu memang benar-benar terlihat berkali-kali lebih sexy dengan perut buncit seperti ini, sayang." Jo menggeram menikmati permainannya sendiri. Demi Tuhan, tubuh Maria selalu membuatnya ketagihan. Dia kembali memagut bibir Maria dengan kasar, seakan tak ada hari esok.


Ditengah kenikmatan yang menghampirinya, Maria menggerakkan kedua tangannya untuk menyingkirkan kemeja putih Jo, suaminya ini masih berpakaian lengkap sedangkan dirinya sudah setengah telanjang. Jo selalu tidak adil dalam urusan bercinta, tangan Maria bergerak turun membuka resleting celana Jo hingga tak sengaja menyentuh pangkal pahanya.


"Eunggghhh.." Jo melenguh ketika tangan Maria tak sengaja menyentuh miliknya yang masih berbalut ceI-dam. Melihat Jo melenguh seperti itu Maria menggodanya dengan meremas kencang kejantanannya yang sudah sangat tegang dan keras membuat Maria tersenyum .


Tak mau kalah Jo mlumat p*ting Maria dan menusukkan jarinya semakin dalam pada kewanitaannya hingga Maria menjerit nikmat dan menggelinjang di atas pangkuannya. Dalam bercinta versi Jo bukanlah take and give tapi give and give. Well, dia juga harus memberikan istrinya kepuasan bukan hanya mendapatkan kepuasan sendiri. Jo menambah jarinya dan semakin mengoyak kewanitaan Maria lebih dalam sampai akhirnya dia dapat merasakan jika sebentar lagi Maria akan keluar, dengan cepat dia menggerakkan jarinya didalam sana serta mulut yang aktif mengulum dan menggigit pydra Maria, pada detik selanjutnya Maria menggeram keras karena gelombang kenikmatan itu menghampirinya.


Jo tersenyum puas saat dirinya membuat Maria org*sme hanya dengan tangan dan mulutnya. "Kamu benar-benar luar biasa, sayang." bisiknya ditelinga Maria


Lenguhan keras Maria membangkitkan semangat Jo untuk memasukinya.


"Engh ahhhh ahhh Jo!!" berkali-kali Maria mendesah kencang ketika Jo semakin menusukkan kejantanannya dan dia menggeram tertahan merasakan kuatnya kewanitaan Maria mencengkram erat miliknya yang besar dan panjang.


"Ahh Ahh Jo Shh.." lenguhan keras itu kembali terdengar ketika Maria merasakan gelombang kenikmatan itu datang menghampirinya dan Jo masih terus menusukkan miliknya semakin dalam. Memegang paha Maria agar tidak bergerak semakin cepat dibawahnya, meskipun tubuh Maria tidak bergoyang lebih cepat seperti biasanya karena perutnya yang buncit.


Maria kembali merasakan gairah itu kembali ketika Jo masih terus menghujamnya dengan keras. Jo bahkan belum mendapatkan klimaksnya sehingga dia tidak membiarkan Maria beristirahat sejenak saja. "Ahh Maria kamu nikmat sekali Ahh.." Jo melenguh dan menyemprotkan sp*rmanya pada rahim Maria


Sesaat mereka saling memandang, tangan Jo bergerak mengusap lembut rambut panjang Maria, mendekatkannya pada tubuhnya, kembali mempertemukan bibir mereka dalam ciuman panas dan bergairah. Ereksi Jo kembali menegang. Dada dan tubuh telanjang mereka kembali bersentuhan. Kejantanan Jo mencoba bergerak pelan memasuki kewanitaan Maria untuk kesekian kalinya, dan sekali lagi Maria tak menolaknya. Kejantanannya masuk dengan perlahan dan menghentaknya dengan keras hingga membuat Maria kembali menjerit karena ulahnya.


"Jo Ahhh..." Maria merasa frustasi ketika Jo menghujamnya dengan sangat pelan dan kadang tidak bergerak sama sekali. Jo menjawabnya dengan gumaman karena mulutnya terlalu sibuk dengan pyudara Maria.


"Aaahh..." mendesah ketika Jo menghentakkan miliknya dengan keras kemudian memelankan gerakannya lagi membuat Maria tampak begitu frustasi karena permainannya.


"Jo..." panggilnya lirih


"Aku.... Aaaaahhhh.." Maria kembali mendesah ketika Jo meremas pydranya bersamaan dengan kejantanan yang di dorongnya semakin kuat.


"Katakan...aku akan memberikan apa yang kamu ingin kan."


"Kumohon, jangan ahhh menggodaku shhh.."


"Hmm?"


"Bergeraklah, ahhh dengan cepat dan ahhh keras.." ucap Maria dengan desahan frustasinya. Membuat Jo benar-benar merasa senang ketika mendengar Maria memintanya untuk bercinta dengan keras seperti yang biasa dia minta padanya ketika bercinta. Dengan senyuman penuh kemenangan Jo menarik kejantanannya keluar dan hanya menyisakan ujungnya saja di dalam kewanitaan Maria, kemudian memasukkannya kembali dengan keras membuat istrinya mendesah kencang dan merasa begitu terpuaskan begitu juga dengannya.


"I'm coming baby..." ucap Jo setelah kembali mencapai klimaksnya bersamaan dengan Maria.


Nafas Jo terengah-engah lalu kembali memandang Maria.


"Sayang, sekarang giliranmu." pintanya


"Tapi aku.." Maria merasa ragu, dengan kehamilannya ini dia tidak mampu bergerak liar seperti biasanya.


"Ayolah sayang."


Akhirnya Maria bangkit dibantu oleh Jo yang kemudian membaringkan tubuhnya, menyerahkan permainan kepada istrinya.


"Bergeraklah, sayang."


Maria mulai bergerak perlahan, naik turun, sembari menatap wajah Jo dengan tatapan menggoda. Tangan Jo meremas pantat Maria dengan gemas lalu beralih menuju ke pydranya. Menyentuhnya lembut, sesekali meremas dan menekan p*tingnya.


"Oohh sayang.." Maria sungguh tak tahan, jika perutnya tidak buncit, dia sudah menggila dan bergerak liar sekarang.


Jo menikmati setiap gerakan yang dibuat oleh Maria di pusat tubuhnya. Tubuhnya semakin panas. Sebentar lagi dia akan sampai. Dia juga merasakan bahwa kewanitaan Maria mulai berdenyut dan semakin mencengkeram miliknya kuat-kuat.


"Keluarlah untukku, sayang. Aku juga akan sampai sebentar lagi." Jo mengerang saat merasakan seluruh sp*rmanya berkumpul menjadi satu di ujung kejantanannya, bersiap untuk meledak memenuhi rahim Maria.


"Jo..." Maria mendesah berkali-kali tanpa bisa menahannya. Merasakan nikmat yang sama seperti yang dirasakan suaminya.


Mereka sudah tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Maria menumpahkan cairannya bersamaan dengan milik Jo yang meledak membanjiri kewanitaannya. Nikmat. Hanya satu yang mereka rasakan saat ini. Terlalu nikmat.


Maria membuka matanya. Mendekatkan wajahnya pada wajah suaminya. Mlumat bibirnya sebentar lalu bergelung di dadanya. Jo lagi-lagi tersenyum. Dia mengecup kening dan puncak kepala Maria berkali-kali namun permainan masih belum selesai. Jo kemudian meminta Maria untuk kembali berbaring dan kembali memasukkan miliknya kedalam kewanitaan Maria.


"Ahh.." desahnya saat dia mulai menggerakkan tubuhnya.


"Ahhh!! Jo!! Oooh!!" Maria mendesah tubuhnya bergerak berlawanan arah dengan Jo, ranjang terdengar mengeluarkan suara berdecit. Desahan Maria membahana menggema dalam kamar. Peluh Jo yang menetes-netes dari dahinya membuatnya berjuta-juta kali terlihat lebih sexy.


"Sayaaaang.." Maria org*sme. Lagi. Jo semakin cepat mengeluar masukkan kejantanannya ditubuh Maria.


"I'm coming, baby!!" teriaknya, lalu menghentakkan kuat-kuat kedalam tubuh Maria hingga terasa sampai ke leher rahimnya.


Jo sampai dipuncak. Berkali-kali dia menembakkan jutaan sp*rma didalam tubuh Maria dan itu rasanya hangat.. membuat Maria kembali org*sme. Oh, nikmatnya dunia!


"I Love You.." ujarnya terengah, lalu ambruk disamping Maria. Maria menarik selimut menyelimuti tubuh mereka berdua, memeluk tubuh Jo kemudian memejamkan mata.


Bersambung