
Flashback
"Astaga!!! Jo, kau benar-benar nekad! Bagaimana kalau kau tidak bisa mengendalikan dirimu! Bagaimana kalau saat itu kau terjebak! Aku tidak bisa membayangkan kalau rumah tanggamu sampai hancur!"
Jo tersenyum.
"Untunglah aku bisa pulang ke rumah. Wanita itu adalah gadis yang pernah dijodohkan denganku di masa lalu. Dia terobsesi untuk memilikiku."
"Sepertinya ini memang sudah di rencanakan. Dia mencari kesempatan saat aku tidak ada. Hah.. aku baru cuti satu hari saja kau sudah dapat masalah besar."
"Aku yakin dia tidak akan berhenti sampai disini."
"Lalu apa kau akan diam saja? Kau harus memberinya pelajaran." tutur Ramon
"Iya, kau benar. Aku harus membuat perhitungan padanya. Antar aku ke restoran itu."
Beberapa hari kemarin, Jo dan Ramon pergi ke restoran tempat bertemunya Jo dan Jessica sebelum menuju ke kantor. Setelah lama di perjalanan, mobil Ramon tiba di depan restoran mewah khas Italia. Jo turun dari mobil didampingi oleh Ramon disampingnya. Mereka langsung menuju ke ruang manager setelah seorang pelayan menyambut mereka dan mengantar mereka kesana. Tanpa basa basi, Jo menyampaikan tujuan kedatangannya.
"Maaf, ada perlu apa tuan?" tanya manager
"Aku ingin melihat rekaman cctv sore hari kemarin, saat itu aku merasa pusing setelah meminum minumanku di restoran ini."
Sang manager tertegun, belum sampai dia bertanya Ramon mengulangi permintaan Jo dengan tegas.
"Cepat tunjukkan rekaman cctv nya sekarang juga." tegas Ramon
"Ba baik tuan." sang manager tidak berani melawan karena aura dari Jo dan Ramon yang terlihat menakutkan terlebih dengan sorot mata mereka yang tajam.
"Ini tuan." sang manager menunjukkan sebuah rekaman disebuah laptop dan terlihat dengan jelas ada Jo dan Jessica disana. Gelagat Jo menjadi aneh beberapa menit setelah meminum minumannya. Hingga kemudian Jessica merangkulnya pergi meninggalkan restoran.
"Sekarang juga panggil semua pelayan kemari." titah Jo
"Ta tapi tuan.."
Sang manager seketika menelan salivanya susah payah melihat amarah Jo yang meluap dari sorot matanya. Para pelayan kini berkumpul dan semuanya terdiam. Jo menatap mereka secara bergantian dengan penuh selidik.
"Jadi tidak ada yang mau mengaku?"
Jo bertanya, namun para pelayan masih terdiam.
"Baiklah. Jika tidak ada yang mengaku. Tapi siap-siap saja, aku akan menuntut restoran ini atas dasar mencampurkan obat terlarang kepada pelanggan. Dan kalian semua akan masuk penjara. Ayo Ramon, urusan kita sudah selesai."
Langkah kaki Jo terhenti.
"Hei kalian semua!! Cepat mengaku!! Siapa yang sudah menaruh obat di dalam minuman presdir V Company? Cepat jawab!!!"
Semua pelayan saling bertanya-tanya dan berbisik.
"Tolong ampuni saya tuan. Maafkan saya, saya yang melakukannya." akhirnya seorang pria berlutut di kaki Jo sambil merangkul kakinya dan memohon.
"Sungguh saya menyesal, tolong jangan laporkan saya ke polisi. Saya berjanji saya tidak akan melakukan hal itu lagi tuan. Tolong ampuni saya." mohonnya dengan muka memelas
"Harusnya kau pikirkan konsekuensinya dari awal. Kau beruntung karena aku tidak melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib. Tapi kau harus melakukan apa yang ku minta."
Jo meminta salah satu pelayan itu mengakui kesalahannya di dalam sebuah rekaman di ponsel Ramon.
"Terima kasih banyak tuan, terima kasih anda telah berbaik hati." ucap pria tersebut
"Ramon, ayo kita pergi. Aku tidak sudi menginjakkan kakiku di restoran ini lagi."
Jo dan Ramon pun berlalu meninggalkan restoran itu.
"Dasar!! Kau sudah mempermalukanku di hadapan orang penting!! Hampir saja nama baik restoran ini tercoreng!! Mulai sekarang kau ku pecat!!" ujar sang manager kepada pelayan tersebut
Flashback off
"Akhirnya masalahmu kelar juga. Aku senang wanita itu sudah berhenti mengganggumu. Tapi kenapa muka mu lesu begini?" tanya Ramon sembari mengemudi
"Putri kecilku, Syeina. Dia minta adik." Jo menjawab dengan memandang keluar kaca
"Ya bagus kan. Kenapa kau malah galau?" tanya Ramon
"Masalahnya, apa istriku mau? Apalagi sejak pulang kerja kemarin dia terus mendiamkanku." Jo menjawab dengan lesu
"Kenapa?"
"Entahlah."
Bersambung
Jangan lupa like & komen ya😃