Suami Yang Dibenci

Suami Yang Dibenci
Jalan - Jalan


Jo malam ini mengajak Maria beserta kedua putrinya menonton film anak di bioskop. Dengan empat kotak popcorn dan juga minuman soda yang menemani. Jo dan Maria terlihat menikmati waktu mereka meskipun bersama putri kecil mereka. Jo hanya tertawa melihat adegan dilayar besar itu, begitupula Maria.


"Dad, apa semua mainanku di kamar juga bisa hidup saat aku tidak ada?" pertanyaan Syeina sungguh menggelitik perut Jo dan Maria. Anak mereka yang satu ini sangat konyol dan mudah percaya dengan adegan khayalan dalam film.


"Mungkin saja sayang. Pasti sekarang semua mainanmu sedang bermain, dan saat kita pulang nanti mereka akan pura-pura tidak bisa bergerak." Jo menjawab dengan sedikit tertawa


***


Usai menonton film dari bioskop, Jo membawa Maria beserta kedua putrinya ke restoran untuk makan malam.


"Bagaimana Rachel? Apa kamu suka filmnya?" tanya Jo kepada putri sulungnya sembari memotong steak di piringnya


"Suka sekali Dad, aku jadi ingin punya Ken." jawab Rachel. Ken adalah mainan barbie laki-laki yang berpasangan dengan boneka barbie perempuan di film bioskop tadi.


"Kalau Syeina?" sekarang Jo bertanya pada putri bungsunya


"Aku ingin boneka dinosaurus." jawab Syeina penuh semangat


Sementara Maria hanya tertawa dengan obrolan ayah dan anak ini sambil menyuapi si kembar.


"Lain kali akan Dad belikan. Tapi, kalian harus rajin.."


"Belajar." seru Syeina dan Rachel menimpali ucapan Jo


***


Sepulang dari restoran, Jo menghabiskan waktu bersama Maria dan kedua putrinya di ruang santai, menemani kedua putrinya belajar.


"Syeina dapat nol." Jo terkejut mendapati nilai pelajaran penjumlahan dan pengurangan dibuku putri bungsunya.


"Itu bukan nol Dad, itu telur." sahut Syeina, yang spontan mengundang tawa di bibir Maria.


Jo menghela nafas frustasi, kemudian beralih menatap Maria yang terlihat cengengesan.


"Dari dulu kamu tidak suka matematika kan?" tanya Jo menginterogasi


"Siapa bilang? Aku ini paling pintar di kelas tahu, aku selalu dapat juara satu."


"Hoo benarkah? Dulu siapa yang suka datang ke kelas tiga dan minta di ajari?" tanya Jo sambil menaik turunkan alisnya


"Hehe."


***


Setelah mengajari kedua putrinya, Jo dan Maria segera menidurkan putri mereka. Kamar mereka berada di lantai dua. Maria menidurkan Rachel dengan membacakan dongeng sebelum tidur. Sedangkan Jo menjaga putri bungsunya sampai terlelap. Syeina memejamkan mata sambil memeluk mainan robot astronotnya yang biasa ia panggil Buzz Lightyear. Karena mainan itulah dia terobsesi ingin menjadi astronot dan pergi ke luar angkasa.


Jo mengecup kening putrinya lantas keluar dan menuju ruang tengah karena masih pukul setengah sembilan. Terkadang dia juga ikut tidur lebih awal setelah menidurkan putrinya karena merasa lelah. Maria berjalan menuruni tangga menyusul suaminya yang duduk di sofa ruang tengah sambil menonton acara tv kesukaannya.


"Sayang?" panggil Maria yang sudah duduk disamping Jo


"Hmm?" tanya Jo tersenyum kepada Maria


"Terima kasih ya untuk hari ini, aku senang sekali." kata Maria sambil menyandarkan kepalanya di pundak Jo


"Iya sayang. Aku akan berusaha untuk meluangkan waktuku bersama kalian. Maaf ya akhir-akhir ini aku sibuk."


"Iya, tidak apa-apa sayang. Aku mengerti, kamu bekerja keras juga demi kami."


Jo tersenyum, lalu mengusap perut ramping Maria. "Aku tidak sabar menantikan anak ketiga kita lahir."


"Aku juga."


Bersambung