Suami Yang Dibenci

Suami Yang Dibenci
Cerai


"Dev, kenapa kamu sembunyikan ini dariku. Lalu sekarang aku harus bagaimana?"


Tak lama kemudian mobil Dev memasuki pintu gerbang. Dev turun dari mobil kemudian berjalan masuk menuju lantai atas. Saat memasuki kamarnya, dia terperanjat mendapati Maria yang menangis sambil memegang surat hasil pemeriksaannya dari dokter.


"Maria.."


Refleks yang di panggil menoleh. Dengan muka sembab berlinangan airmata.


"Dev.."


"Maria, maaf. Aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan hal ini darimu. Tapi aku masih bingung harus bagaimana." Dev menatap Maria sayu


Tanpa membalas kata-kata Dev, Maria pergi dengan buru-buru dari rumah.


"Maria, kamu mau kemana?"


Saat ini jantung Maria berdetak kencang. Bingung, sedih, takut, semuanya menjadi satu. Akhirnya dia pergi ke rumah sahabat setianya.


Tok Tok Tok


"Maria? kenapa kau kesini lagi." tanya Sasha bingung dan melihat bulir air mata dari wajah Maria


"Masuklah."


Begitu di persilahkan duduk, Maria langsung memeluknya dan semakin terisak.


"Kau ini sebenarnya kenapa?"


"Sha, aku hamil."


Deg


"Sekarang aku harus bagaimana?"


"Ya pulang lah ke rumah suamimu."


"Masalahnya tidak semudah itu. Aku, aku.." Maria berkata dengan sesenggukan "Aku sudah beberapa hari tinggal di rumah pacarku."


Sasha melotot.


"Bagaimana kau bisa melakukan itu Maria. Kau tidak memikirkan suamimu. Kau kan masih sah istrinya kak Jo."


"Iya, aku menyesal. Sekarang aku harus bagaimana?"


"Menurutku, sebaiknya kau pergi ke rumahnya. Katakan pada kak Jo yang sejujurnya."


"Tapi apa dia akan percaya. Meskipun aku dan pacarku tidak pernah melakukannya tapi tetap saja kami tinggal seatap."


Haha, tahu rasa kau Maria. Akhirnya sekarang kau merengek padaku kan. Dasar kepala batu.


"Lebih baik kau temui dulu suamimu. Dan katakan saja yang sejujurnya."


Maria pun mengangguk setuju. Kemudian bergegas pergi ke rumah suaminya. Sesampai di sana, dia disambut oleh seorang pelayan.


"Nona Maria?"


"Apa suamiku ada di rumah?"


"Tuan baru saja pergi."


Maria akhirnya berjalan pergi dengan lesu. Tak henti-hentinya dia bercucuran airmata. Dia masuk kedalam taksi dengan langkah pelan. Tubuhnya terasa lemas dan nafasnya mulai terasa sesak.


"Aku kaget sekali kamu ajak aku ketemuan lagi." kata Agnez


"Habis aku bosan di rumah. Apa kamu keberatan kalau aku ajak keluar?" tanya Jo


"Tidak. Justru aku senang sekali." jawab Agnez dengan ceria


Setelah mereka menghabiskan hidangan masing-masing, Agnez kembali melanjutkan percakapan dengan serius.


"Lalu, bagaimana dengan istrimu?"


"Aku sudah mengurus semuanya. Tinggal menunggu waktu."


"Apa kamu yakin?"


"Sangat. Aku sangat yakin. Aku sudah tidak ada alasan untuk mempertahankannya."


Agnez menggenggam jemari tangan Jo dengan tersenyum sendu.


"Semoga setelah itu kamu mendapatkan kebahagiaan baru."


"Terima kasih. Kamu selalu ada untukku."


Mereka saling memandang dan melempar senyuman.


***


Rumah Dev


Maria terus merutuki dirinya sendiri di dalam kamarnya. Menyesal? Tentu. Dia menyentuh perutnya dan terisak. Lalu ingatan tentang suaminya yang pernah menyetubuhinya kembali terulang. Airmatapun mengalir semakin deras.


"Aku harus bagaimana?"


Entah berapa lama Maria menangis. Sampai tak terasa waktu menunjukkan pukul 12 malam, dia pun terlelap.


***


Keesokan pagi


Maria memutuskan untuk tidak masuk kuliah. Hari ini pikirannya benar-benar kacau.


Ting Tong


"Dev, kenapa dia kembali lagi?"


Maria segera membuka pintu yang dia pikir adalah kekasihnya, namun dugaannya salah. Kedua matanya melebar setelah membuka pintu dan melihat siapa yang datang.


Jo memandang Maria dengan datar. Tanpa basa basi lagi, dia menyerahkan stopmap merah kepada Maria.


"A apa ini? Pengadilan agama?"


"Kamu jangan khawatir. Sebentar lagi kamu akan lepas dari rantai pernikahan kita. Dan aku tidak akan mengusikmu lagi." Jo memutar langkahnya berjalan pergi meninggalkan istrinya yang diam terpaku memandangnya. Ingin rasanya Maria berteriak memanggil suaminya agar kembali. Namun bibirnya membeku.


Kenapa semuanya jadi begini? Tuhan, apa yang harus aku lakukan?


Bersambung


Jangan lupa tinggalkan like dan komen ya😄