
Siang Hari
Kebiasaan Rachel dan Syeina begitu berbeda sejak kecil. Dilihat dari cara bicara, bersikap, dan cara berpakaian mereka. Pada akhir pekan, Jo punya kesempatan lebih lama untuk menghabiskan waktu bersama istri dan dua buah hatinya.
"Rachel, coba kamu mainkan nada-nada yang Daddy ajarkan." pinta Jo kepada Rachel untuk bermain piano
Rachel pun mulai memainkan piano dan berhasil menyelesaikan lagu dengan benar (beethoven fur elise).
"Yeeyy, Rachel hebat." Jo dan Maria bertepuk tangan untuk putri pertama mereka, dan Rachel pun tersenyum bangga.
"Sekarang giliran Syeina." pinta Jo kepada putri keduanya
Syeina pun mulai bermain piano, namun tak sampai satu menit dia sudah menyelesaikan lagunya.
"Apa kamu benar-benar sudah mengajarinya sayang?" tanya Maria
"Padahal aku sudah mengajarinya berkali-kali, tapi ujung-ujungnya tetap saja, doremifasolasido." jawab Jo heran
-
"Sekarang coba mainkan biolanya ya." Jo menyerahkan biola kepada Rachel, dan Rachel pun berhasil memainkan melodi dengan baik.
"Wow, Rachel hebat." ujar Maria
"Putri Daddy memang pintar." Jo memuji di iringi dengan suara tepuk tangannya bersama Maria
Rachel sangat suka lagu Alan Walker - Lily, jadi Jo mengajari putri pertamanya memainkan melodi lagu tersebut.
"Nah sekarang giliran Syeina." pinta Jo sambil menyerahkan biola kepada putri keduanya
Syeina mulai menggesek biola itu lalu sesaat kemudian Jo, Maria dan Rachel menutup telinga mereka dengan kedua tangan, mendengar Syeina yang bermain biola asal-asalan.
"Mommy, Daddy. Mana pujian untukku?" tanya Syeina
"Ooohh.. Syeina sangat hebat. Permainanmu luar biasa." sahut Maria dengan mengacungkan dua jempol
"Apa aku terlihat hebat seperti Daddy?" tanya Syeina
Refleks Maria melihat ke arah Jo yang saat ini berusaha menahan tawa.
"Iya sayang. Kau sangat hebat seperti Daddy mu." Maria menjawab dengan tersenyum geli
***
Malam hari
"Sepertinya Syeina tidak ada bakat sama sekali dalam bidang musik." Jo mengobrol dengan Maria di sofa ruang tengah
"Sudah malam, aku ingin melihat mereka. Apa mereka sudah tidur?" tanya Jo
"Tadi aku sudah membacakan dongeng untuk Rachel, dan dia sudah tidur."
"Syeina?"
"Dia sudah tidur, tadi aku juga membacakan dongeng untuknya."
Jo beranjak pergi ke kamar putri pertamanya, terlihat Rachel sudah terlelap. Kemudian ke kamar putri keduanya. Saat dia membuka pintu, terlihat Syeina masih bermain dengan robot-robotan.
"Syeina, kamu belum tidur sayang?"
"Aku tidak bisa tidur Dad."
"Mau dengar Daddy bercerita?"
Syeina pun mengangguk. Dia mulai berbaring dan mendengarkan baik-baik cerita dari ayahnya.
"Para musuh yang menyerang itu pun berhasil di kalahkan, dan akhirnya semua orang hidup bahagia." Jo bercerita sambil mengusap lembut kepala putrinya. "Good night baby." dia mencium kening putrinya yang sudah terlelap sebelum keluar dan menutup pintu
"Kamu bukannya membacakan dongeng tapi malah cerita tentang superhero. Anda sehat?" tanya Maria dari luar pintu
"Bukannya kamu bilang sudah membacakan Syeina cerita dongeng tapi aku lihat dia tidak bisa tidur. Jadi aku coba saja bercerita tentang versi cerita yang ku tahu, dia pun ketiduran." Jo menjawab sembari merangkul pundak Maria dan berjalan menuju ke kamar mereka
Syeina dan Rachel memang berbeda. Jika Rachel bisa tidur setelah di bacakan dongeng tentang putri dan pangeran, namun Syeina baru bisa tidur jika di ceritakan tentang kisah superhero. Mungkin itu karena sifat mereka. Rachel begitu feminim, sedangkan Syeina cenderung tomboy. Namun mereka berdua mewarisi separuh dari sifat masing-masing kedua orang tua mereka.
***
Esok Pagi
"Sayang." Jo memeluk Maria dari belakang
"Lepaskan aku, kamu kenapa menyusulku ke dapur?"
"Kita sangat jarang melakukan itu sejak mereka tumbuh besar. Aku rindu dekapanmu sayang."
"Tolong lepaskan. Nanti ada yang lihat."
Maria berusaha meronta, namun Jo tidak mempedulikannya. Dia mencium aroma leher Maria dan mendesah pelan di lehernya. Ketika dia hendak mengecup leher Maria, tiba-tiba sesuatu terjadi.
"Aaaaaa!!!! Daddy jadi vampir!!!"
Jangan lupa tinggalkan like & komen ya, biar author semangat nulis kelanjutannya😄