Pembalasan Psikopat

Pembalasan Psikopat
FLASHBACK


Flashback kemarin,


King dan Atha mengumpulkan semua anak di rumah gadis itu. Semua siswa kelas 11 IPS 3 mereka hubungi untuk datang ke alamat yang mereka minta. Atha dengan senang hati membiarkan rumahnya dijadikan tempat untuk berdiskusi terkait masalah yang sedang mengahantui sekolah mereka.


Namun sebelum memanggil semua anak anak itu, dalam hitungan beberapa jam, Atha dan King dengan memadukan keahlian mereka berdua dan masing masing kelompok yang mereka pimpin mencari tahu semua seluk beluk kehidupan siswa kelas 11 IPS 3 untuk memastikan tidak ada bibit pengkhianat di kelas itu. Jika ada satu saja yang berkhianat maka rencana besar mereka untuk mengungkap semua kejadian misterius di sekolah itu akan sangat sulit di lakukan.


Ternyata, seisi kelas yang hanya tinggal 10 orang itu memiliki latar belakang yang berbeda-beda, tetapi mereka adalah orang orang yang terkenal setia baik di sekolah lama mereka , di lingkungan maupun di keluarga mereka.


Setelah memastikan semuanya aman, barulah Atha meminta Jin Ji untuk menghubungi semua anggota kelas untuk datang ke rumahnya dan membicarakan masalah terkait kematian kiel dan kejadian yang menimpa Cindy.


Sedangkan Hana secara khusus King membujuk Bobby untuk mengajak gadsi itu datang ke rumah Atha, karena dari info yang mereka dapoatkan , Bobby dan Hana sudah menjadi sahabat sejak mereka TK, dan hubungan mereka sangat dekat, hanya Bobby yang bisa membawa gadis itu dan mengajaknya bicara.


“ Apa tidak masalah? Mereka mungkin akan membocorkan alamatmu pada orang lain,” tanya King sambil menatap Atha yang duduk di sofa sambil memainkan laptopnya.


“ Ck.. sudah berapa kali kau menanyakan itu, apa kau tidak bosan atau kau kurang kerjaan? Dasar lamban,” ejek Atha sambil merotasikan kedau bola matranya.


“ ya elah neng....” King berdiri dan mengacak -acak rambut Atha dengan gemas,” gue Cuma tanya doang, buat mastiin lo nyaman apa nggak, apalagi disini kan ada barang barang kakak lo, entah lo gak suka atau nggak, dasar perusuh, ingin banget lo berdebat sama gue,” gerutu pria itu sambil menepuk bahu Atha.


“ King rambut gue berantakan dodol, lo bagaimana sih!? dikit dikti megang kepala, dasar cowo aneh,” kesal Atha sambil merapikan rambutnya.


“ Ya elah, cantikan begini Tha, “ celetuk King yang malah membuat rambut gadis itu kembali berantakan.


“ King.... please deh, jangan buat gue mengamuk....” geram Atha sambil mengeraskan rahangnya.


“ heleh... emangnya kalau lo mengamuk mau ngapain Atha jelek? Atha tembem hahhaha...” celetuk King sambil mencubit gemas kedua pipi Atha dari belakang bahkan sampai menggoyang kepala Atha ke kiri dan kanan seperti sedang bermain dengan boneka.


“ Arkhhh lo bikin gue pusing, King sini lo.. dasar perusuh!!" teriak Atha yang langsung meletakkan laptopnya begitu saja dan melompat mengejar King yang sudah berlari terlebih dahulu keluar dari ruangan itu menghindari Atha yang sedang mengamuk.


“ kiiinggg kemari lo, sini biar gue banting lo sampai mampus...”pekik Atha yang berlari sekencang kencangnya mengejar King.


“ ya ampun neng kasar sekali jadi cewek, yang lembut dong, manggilnya juga lembut, jangan teriak teriak kayak tukang minyak keliling hahahahah....” seloroh King sambil menjulurkan lidahnya meledek Atha.


“ ishhh bikin kesal ya, gila lo!!" teriak Atha sambil mengambil sapu dan mengejar pria itu sekuat tenaga.


“ hahaha manggilnya gini dong, bang King jangan begitu, Atha kan jadi keganggu, hahahahha yang lembut,yang halus baby...” seloroh pria itu lagi . Dia sangat senang menggoda Atha , tapi yang di goda sudah mengamuk seperti banteng dan mengejarnya sekuat tenaga.


“ Dasar tiang listrik bajingan,kemari lo... kalau sampai dapat ku botak kau!!" geram Atha. Tanpa sadar gadis itu mengeluarkan sifat aslinya yang sudah lama tak keluar, sifat yang hanya dia tunjukkan pada Kiel, kakak kandungnya yang juga sama tengilnya dengan King.


Jack, bibi Mola dan anak buah The chmaber terdiam melongo melihat pemandangan baru di rumah yang biasanya sangat suram dan dihiasi dengan tangisan Pilu Atha di dalam kamar kakaknya. Biasanya rumah itu sangat gelap, tak ada tanda tanda kehidupan, suram dan mengerikan. Belum lagi Atha tak pernah menunjukkan ekspresi seperti saat ini.


Bibi Mola sampai tersentak, dia menjatuhkan kemoceng yang dia pegang sambil menatap nona mudanya dengan mata berkaca-kaca. Sama halnya dengan Jack, rahangnya menganga tak percaya dengan pemandangan yang dia lihat, Atha, nona mudanya mulai membuka diri pada orang lain.


“ Mola... itu.. nona muda kita kan? Dia nona muda kan?” suara Jack gemetar.


“ Iya lah, kau pakai mata atau tidak sih? Lihat yang jelas, jangan ganggu aku,” ketus Bibi Mola.


“ Ck.... dasar perempuan,” ketus jack.


“ Hahhah kenapa? Nyerah bestiee? Hahahha kasihan, gak dapat kan? Ini nih.. tangkap kalau bisa...” celetuk King sambil menunjukkan bokongnya dan mengejek Atha dengan wajah menyebalkan nya itu.


“ Grhhhhhh dasar menyebalkan...” geram Atha yang kembali mengejar King .


Mereka tiba di ruang depan, di saat yang sama pintu di buka oleh pelayan dan tampaklah teman teman mereka sudah tiba disana, di waktu yang sama.


“ sini lo, biar ku potong sekalian kepalamu itu...” teriak Atha.


“ hahaha wleekkk.. kejar sini .. kejar....” King berlari dengan kencang, tetapi karena tak memperhatikan jalannya tiba tiba pria itu menyenggol sofa dan....


Gedebuk...


“ Akrkhhhhh..... masa..de..pan.ku...akhhhhhh


King terjatuh tepat di lengan sofa dengan pusakanya yang membentuk sudut lengan sofa sampai membuatnya berteriak kesakitan.


“ Pfthh... bwahhahahhahaha”


Merkea semua menertawakan kekonyolan King yang terluka di tempat terlarang pula.


“ hahahaha... bodoh kok di pelihara, rasain, rese sih....” celetuk Atha yang tertawa puas melihat King terjatuh krena ulahnya sendiri.


“ ini rasakan , ini untuk yang tadi tiang listrik menyebalkan,” celetuk Atha sambil memukul bokong pria itu dengan sapu.


“ Ya Tuhan... kebaikan apa yang kami lakukan di masa lalu, sampai melihat nona muda kembali tertawa....” Para pelayan, Jack dan bibi Mola histeris kala melihat nona muda mereka tertawa untuk kali pertama setelah sekian lama.


Sebuah kejutan yang membuat mereka sangat bahagia. Tawa yang memudar itu kini kembali lagi merekah, bisa mereka saksikan secara langsung.


“ wahh.. kalian sudah bermain duluan ya, kenapa gak tungguin kita sih?” celetuk Jin-ji dan yang lain. Mereka menertawakan King yang meringkuk kesakitan dengan wajah memerah.


“ ehhhh... hahaha... kalian tiba? Ayo masuk, biarkan saja dia disana, ngeselin sih, ganggu gue melulu...” ketus Atha sambil menjulurkan lidahnya.


Anak anak terpana dengan wajah cantik Atha ketika dia tertawa, mereka menatap King, pria itu mengedipkan sebelah matanya dan memberi kode untuk mengikuti Atha.


Brian menaruh jempol di belakangnya begitu juga dengan Raiden, Diana dan Josua yang tahu kalau semua ini hanya akal akalan King untuk membuat gadis itu kembali tertawa.


Setelah mereka pergi, King duduk bersila di atas lantai sambil tersenyum sempurna,” dia berhak untuk tertawa, sangat cantik, ku harap semua akan berubah mulai sekarang,” batin pria itu sambil menatap foto Kiel yang dipajang di pojok ruangan itu.


.


.


..


Like, vote dan komen