Pembalasan Psikopat

Pembalasan Psikopat
30


Atha dan King masuk ke kelas dengan posisi masih saling merangkul satu sama lain dan mengumbar senyum sumringah. Mereka berdua terlihat sangat berbeda hari ini, dari cara bicara, kedekatan mereka dan cara mereka saling berkomunikasi, tentu membuat orang-orang menatap siswa baru itu.


" Mau sampai kapan kita begini, kau mengambil kesempatan dalam kesempatan dasar pria mesum!" bisik Atha yang mulai geram dengan tatapan orang pada mereka berdua.


" Sabar neng sabar, bentar lagi sampai di kelas, kita kan pacaran!?" celetuk King seraya mencolek hidung mancung gadis itu.


" Dasar gila, " ketus gadis itu sambil mencubit pinggang King yang dia rangkul.


" jangan dicubit, sakit tau!!!"


" Habisnya Lo rese King!!" balas Atha dengan wajah cemberut.


Saat mereka berjalan dengan saling menjahili satu sama lain, Tasya dan gengnya menatap kesal pada siswa yang umbar kemesraan di sekolah itu. Dia menatap King dan Atha dengan tatapan jengkel.


" Tas, mereka pamer bucin di depan Kita, dasar adek kelas gak tau diri!!!" bisik salah satu teman Tasya.


" Kita labrak aja, lagian masih siswa baru tapi udah sok ngumbar kemesraan, jijik gue lihatnya!" tukas yang lain.


" Ya elah, Lo pada kok julid sih, ya suka-suka mereka lah, kan mereka yang pacaran kok kalian malah panas!?" celetuk salah seorang gadis tomboy teman sekelas Tasya.


" Ehh gak usah ikut campur ya Mona, dasar cewek setengah, penampilan Lo yang jelek itu aja urusin, gak usah ikut campur!!" ketus Tasya.


Mona merotasikan kedua bola matanya, dia menatap jengkel pada Tasya," idih siapa juga yang ikut campur urusan cewek sok cantik kayak Lo, modal make up doang bangga, cantikan tuh anak baru, Lo gak tau rumor ya, hahhaha... kecantikan palsu seorang Tasya sudah dikalahkan dengan aura girl crush siswa baru dari kelas buangan hahahha.... kalau gue jadi Lo udah pasti malu sampai ubun ubun!!!"


"Rasain lo kalah populer, makanya mata tuh dipakai buat baca bukan buat bacot!!!" ejeknya sambil berlalu meninggalkan Tasya dan gengnya disana.


Tasya mengepalkan kedua tangannya, dia mengeraskan rahangnya, sangat kesal dengan ucapan sarkas dari Mona.


" Sialan, memangnya rumor apaan sih!? kok gue gak tau apa apa!??" Tasya berdecak kesal.


"ta..Tasya, gawat popularitas Lo jauh dibawah itu anak baru, Si Atha dan King mereka jadi trending topik di halaman Mading online sekolah nasional, buset ini foto candid kayaknya baru diambil masuk sekolah tadi dan mereka langsung jati hot trending!!!" seru temannya sambil memberikan ponsel itu pada Tasya.


" What!??" mata Tasya membulat sempurna, seluruh platform sekolah sedang membicarakan sepasang anak muda dengan aura mematikan. Atha dan King digadang-gadang menjadi pasangan masa depan yang paling keren dan berani.


Bahkan nama nama tenar seperti Tasya, Zico, Nena dan beberapa siswa populer yang selama beberapa bulan berturut-turut dibicarakan langsung tenggelam dengan topik hangat mengenai konsep pacaran sehat ala kedua orang itu.


" Sialan,siapa yang membuat berita sampah ini, apa mereka gak punya mata hah!??!" Tasya mengeraskan rahangnya, dia benar benar kesal dengan berita itu, bagaimana bisa namanya sama sekali tidak ada dalam daftar trending topik, sepuluh besar pun tidak. Yang ada hanya nama King, Atha dan kelas buangan SMA Pratama.


" Tasya Lo kalah populer, wahh gak bisa dibiarkan ini, bisa aja anak-anak lain meremehkan angkatan kita, ini benar benar gila!!!" ucap Teman Tasya.


" Sialan, ini gak bisa dibiarkan, lihat aja ,gue bakal buat nama mereka rusak atau hubungan mereka hancur, berani banget ngehancurin popularitas gue di sekolah!" geram Tasya.


" Kak Tasya, ini berita apa sih!!!!" Nena berteriak dan menghampiri Tasya, dia termasuk dalam geng Gadis gadis populer di sekolah itu.


" Gue udah baca na, dan anak seangkatan Lo itu sudah menghancurkan popularitas kita, ini gak bisa dibiarkan!!" ucap Tasya.


" Kak masalah nya yang bahas bukan cuma sekolah kita, Si Atha itu ternyata pindahan dari THE CHAMBER HIGH SCHOOL!!!!" ucap Nena dengan mata berapi-api saat tau kalau gadis baru seangkatannya itu berasal dari sekolah bergengsi dan salah satu sekolah terbaik di dunia.


" Apa!!??" Sontak mereka semua terhenyak mendengar ucapan Nena, bahkan Tasya sampai menganga tak percaya dengan kata kata gadis itu, bagaimana bisa seorang siswa dari sekolah elit dan paling sulit dimasuki justru pindah dari sana dan datang ke sekolah yang tak ada apa-apanya ini?


" Hah!? gila ya? terus kenapa dia kesini!??"


" kalau menurut ruang gossip, dia datang ke sekolah ini untuk memenuhi tantangan kalau dia bisa bergaul dengan rakyat jelata, gila sih, berarti kita satu sekolah ini dianggap rakyat jelasnya sama The Chamber!!?" celetuk Nena.


" Yah.. i..itu sih ada benarnya, Lo gak tau aja isi The Chamber itu anak anak yang bagaimana, semuanya anak sultan, cerdas dan otaknya kayak profesor, selain itu attitude nya keren banget, bener bener pioner deh!!"


" Loh kok Lo jadi ngebela sekolah itu sih? gak malu dikatain rakyat jelata Lo!?" ketus Tasya.


"Ya emang kenyataannya begitu kan tas, SMA Pratama gak ada apa apanya jika dibandingkan dengan THE CHAMBER HIGH SCHOOL!" jawabnya dengan yakin.


Tasya berdecak kesal, bagaimana bisa siswa baru yang belum ada sebulan di sekolah itu sudah menempati pencarian populer di situs siswa Nasional.


" Sialan gue harus balas itu anak!!!" kesal Tasya.


" Caranya gimana kak? Lo pikir semudah itu!? ini tag-nya senasional loh, emangnya Lo bisa apa!??" ucap Nena.


" CK..... bikin nama itu cewek sialan jelek, gue pasti bakal rebut itu cowok, mana ganteng lagi, sayang disia-siakan!!" ucapnya dengan seutas senyum licik di wajahnya.


"Lah berani benar Lo tas? tapi ya lo ada wajah sih, gue yakin Lo bisa balikin popularitas Lo lagi!!" ucap temannya.


" ya iya dong, gadis tercantik seluruh SMA akan kembali bangkit, biar dia senang dengan peringkat itu, setelahnya gue yang bakal menguasai!!" ucapnya dengan sombong.


Nena menatap Tasya, dia memiliki sedikit keraguan di hatinya," Ini THE CHAMBER sampai ikut ngebahas, padahal kan selama ini mereka tak pernah masuk dalam forum seperti ini? nama The Chamber itu ibarat nama mahal, kalau mereka sampai membahas tentang si Atha itu, pasti dia gadis yang punya pengaruh disana, Wahhh bahaya nih, jangan sampai kelas buangan itu naik pamornya gara gara ni cewek, Biar si Tasya yang usik, gue main dari belakang aja, " batin Nena.


Sementara itu King dan Atha sudah tiba di kelas mereka.


Plak...


Atha dengan ketus memukul tangan King yang masih merangkul nya," udah selesai, gak usah pegang-pegang!!" ketus gadis itu.


" Ya elah, kan kita pacaran beb!?" celetuk King sambil menggoda Atha.


" Hahahahha......" seisi kelas itu tertawa dengan tingkah pasangan palsu itu.


" akting kalian keren!!!" seru Alex sambil menaikkan kedua jempolnya.


" Wahh lihat nih berhasil gue buat jadi hot trending!!!" celetuk Jin-ji.


" Seisi sekolah panas dengan nama kalian hahahaha.. the best dah !!" celetuk Beer.


Mereka semua sudah merencanakan ini dengan baik. Atha dan King hanya mengangguk saja.


Gadis itu mendekati Hana yang masih saja murung,dia menggenggam tangan Hana," Han... Lo ga bakalan disakiti sama siapa pun," ucap Atha.


Teman-teman sekelasnya mendekati Hana dan duduk mengelilingi mereka sambil menatap gadis itu untuk memberi kekuatan baginya.


" Kami akan melindungi kamu na, yang kuat, semua akan berakhir, bajingan itu sudah di tangkap," ucap Josua.


" Kita sahabat, kita akan selalu ada buat kamu, jangan takut, percaya sama kami na," tambah Diana.


Hana mengangguk sambil menangis sesenggukan, dia sudah menceritakan semua yang dia alami pada teman-teman sekelasnya. Meski dengan perasaan yang hancur gadis itu menjelaskan apa yang dia alami selama ini.


Atha memeluk Hana, dia tau itu sangat berat, karena dia juga pernah mengalami nya, Perundungan melalui media online dan pelecehan verbal bahkan hampir mendapatkan pelecehan fisik telah mengguncang mental Hana.


" gue..gue beruntung ada kalian hiks hiks hiks....." Hana menangis sesenggukan sambil memeluk Atha dengan erat.


Mereka semua menatap Hana dengan perasaan sedih, kejadian yang dialami Hana benar-benar mengejutkan dan sangat menyakitkan.


.


.


.


like, vote dan komen