
Atha dan anggotanya terkejut kala melihat gadis dengan kepala gundul itu menangis sesenggukan dengan tubuh gemetar ketakutan sambil meringkuk di atas lantai dengan luka-luka yang terpampang di sekujur tubuhnya.
Jack dan Bibi Mola langsung menopang Atha, tetapi Atha menolak, dia malah mendekati anak perempuan yang terlihat ketakutan itu. Tubuhnya gemetar, bibir gadis itu pun sampai bergetar karena menahan agar suara tangisannya tidak terdengar.
“ hei... ada apa denganmu?” Atha mendekati gadis itu dia masih memakai maskernya, berjongkok di dekat anak perempuan yang kabur dari kamar perawatannya.
Gadis itu hanya menangis, dia tidak merespon pertanyaan Atha. Tetapi tangannya menggenggam tangan Atha. Dia ketakutan, semua orang menatap ke arahnya. Mata para pria dan wanita seolah menghakiminya dan ingin menelannya hidup-hidup. Anak buah Atha berdiri mengelilingi mereka dan hal ini justru membuat gadis itu malah semakin ketakutan.
“ pergi.. arkhhhh pergi kalian,....jangan pukul aku.... jangan pukul aku,,, pergi dari sini...” teriak gadis itu histeris sambil menggoyangkan tangannya mengusir mereka semua yang berdiri menatapnya disana.
“ Nona tenanglah,” ucap Atha. Yang lain juga tak mengerti dengan apa yang terjadi pada gadis itu.
“ Pergi... arkhhhh pergi kalian, jahat... kalian jahat... pergi !!" gadis itu terus berteriak dan meracau ketakutan karena orang orang yang mengerumuni dirinya terlihat seperti semakin membesar dan ingin menelannya hidup-hidup. Dia menangis histeris sambil Memukuli kepalanya sendiri, memukuli dirinya untuk menghilangkan rasa takutnya.
“ Semuanya mundur!" suara bariton seorang pria yang berjalan ke arah mereka dengan membuka jaketnya. Langkahnya begitu besar dan cepat, tetapi anak buah Atha tampaknya tidak ingin nona mereka berdekatan dengan pria itu.
“ Apa kalian tidak dengar, minggir kalian!" pekik pria itu yang sontak membuat Atha menoleh, dia adalah King yang berjalan ke arah mereka dengan wayah datar dan digin dengan tatapan yang terus tertuju pada gadis yang kini sedang memeluk Atha sambil menangis sesenggukan.
“ Dia? Kenapa dia disini?” pikir Atha sambil menaikkan satu alisnya.
“ Mundur,!" ucap Atha. Hanya satu kata dan semua anak buah beserta Jack dan Bibi Mola mundur perlahan memberi jalan pada pria itu tetapi tetap waspada dengan keselamatan nona muda kesayangan mereka.
King berjalan mendekati mereka, dia menutupi kepala Cindy dengan jaketnya dan menepuk punggung gadis yang sedang memeluk Atha dengan lembut. Atha menatap King dan Cindy bergantian, dia masih memakai masker dan King tak menyadari kalau gadis itu adalah Atha.
“ Cindy.. maafkan kakak... tak akan kakak paksa, nggak perlu disuntik, selama kamu mau makan,” bujuk pria itu dengan suara selembut mungkin. Tentu saja Atha yang sehari ini melihat sisi bar bar dan sisi liar dari King terkejut saat mendengar pria itu malah berbicara dnegan bahasa yang lembut dan membujuk gadis yang menangis itu.
“ Pergi.... Pergi.. orang jahat hiks hiks hiks...” Cindy menangis sesenggukan sambil mempererat pelukannya pada Atha.
Atha sedikit sesak, dia menarik tangan Cindy yang memeluk tubuhnya, rasanya tidak nyaman dan dia tidak suka dengan hal ini,” Nona bangunlah, jangan cengeng, apa kau pikir dengan menangis dan merengek kau bisa sembuh, cepat berdiri dan ikuti orang ini kalau kau ingin sembuh,” hardik Atha tanpa peduli dengan kondisi Cindy.
“ apa yang kau lakukan? Kenapa kau membentaknya?” kesal King yang tak suka adiknya di perlakukan dengan kasar.
“ Nona...” Atha tak mempedulikan ucapan King, dia membawa Cindy berdiri dan menatap wajah gadis itu dengan tatapan tegas,” bangkitlah, “ ucap Atha dan langsung melepaskan tangan gadis itu dari tubuhnya,” aku tidak tahu apa yang kau alami tetapi sebaiknya jangan menyusahkan keluargamu,berjuanglah untuk sembuh, kalau tidak untuk dirimu setidaknya untuk keluarga yang lelah dan menghabiskan waktunya untuk merawatmu, itu namanya baru keluarga, kalau begini kau namanya beban keluarga,” ketus Atha dengan kata kata sarkasnya yang jika dibahas dengan logika tentu saja benar.
Dia pergi dari sana bersama anak buahnya, meninggalkan King dan Cindy tanpa peduli dengan efek kata-katanya pada Cindy.
Cindy terdiam dengan wajah pias, kata-kata Atha sangat menusuk di hatinya. Tangan gadis itu gemetaran, kata kata dan tatapan Atha tadi membuatnya kembali merasa buruk. Air matanya tak terbendung, dia menangis lagi dengan histeris.
“ Sialan, apa yang kau katakan tadi, tarik ucapan mu itu bodoh!" pekik King yang langsung berlari menghampiri Atha dan menarik tangan gadis itu sampai maskernya terlepas dari wajahnya.
Namun beberapa detik kemudian keduanya sama sama menjauh,” kau...tarik ucapan mu itu...” geram King sambil menunjuk wajah Atha.
Atha tak gentar sama sekali, dia menatap King dengan tatapan menantang,” untuk apa? Untuk apa aku menarik kata kataku pada sesuatu yang memang sesuai dengan fakta, benar bukan nona?” ucap gadis itu sambil melirik Cindy yang duduk meringsut di atas lantai sambil menangis dan menepuk-nepuk dadanya yang sesak.
“ Kau.... beraninya kau... kau tidak tahu apa-apa, jangan sembarang melayangkan kata-katamu yang tidak berdasar itu sialan, kau pikir dia tempatmu untuk berkeluh kesah dan kau berhak menghinanya seperti itu hah?” King sangat marah, dia takut kondisi adiknya semakin parah belum lagi mengingat pelaku bullying adiknya masih belum ditemukan , kekhawatiran akan kesehatan orangtuanya, ketakutan akan masa depan yang harus mereka hadapi jika Cindy tak kunjung membaik.
Semuanya dia tumpahkan disini,” kau tidak tahu apa-apa, kau belum perah merasakan bagaimana rasanya hampir kehilangan seseorang yang sangat kau sayangi, jangan asal mengucapkan kata katamu bodoh!" geram king.
Mendengar itu hati Atha memanas, bahkan Jack dan anggota Geng The Chamber sampai mengepalkan tangan mereka menatap King karena telah berani menyinggung luka nona mereka.
“ Sialan haruskah ku mutilasi kau sekarang bajingan....” geram Jack namun Bibi Mola menepuk lengan pria itu,” diam dan tenang, dia teman sekelas nona, jangan bertindak gegabah atau identitas nona akan terbongkar sebelum pelakunya di temukan,” bisik Bibi Mola.
Jack terpaksa diam dan menantikan jawaban nona mudanya.
Atha menarik jari King yang menunjuknya dan..
Krekkk...
“ akhhhh apa yang kau lakukan... gadis sinting..” pekik King yang jari telunjuknya dipatahkan begitu saja oleh Atha tanpa peduli pria itu kesakitan,” jaga mulutmu bajingan, atau kau akan kubunuh,” bisik Atha sambil melirik King dengan ekor matanya.
“ urus gadis itu, sepertinya dia akan pingsan sekarang,” ucap Atha sambil berlalu dari sana setelah membuat seorang Yaksen King mengamuk besar.
King menoleh dan melihat adiknya yang kini ditangani pihak medis. Cindy pingsan tak sadarkan diri dan itu berhasil membuat King panik,
“ Awas kau Atha... akan kubuat kau menarik ucapanmu sendiri....” batin King sambil menatap Atha yang pergi dari sana ke arah berlawanan bersama Jack, Bibi Mola dan yang lainnya.
“ Tak kusangka itu dia, beraninya kau menghina adikku sialan, akan kutunjukkan kemarahan seorang King padamu...” batin pria itu.
.
.
.
Like, vote dan komen