Pembalasan Psikopat

Pembalasan Psikopat
26


Tendangan maut mendarat tepat di kepala Pak Bima. Pria berkacamata itu terhuyung ke belakang sampai kepalanya terbentur ke tembok.


" Beraninya kau menyentuh adikku bangsat!!!" King berteriak marah. Wajahnya, deru nafasnya dan teriakannya menandakan bahwa sang ketua kelompok Mafia itu telah mengamuk karena adiknya diculik oleh seorang pedofil gila.


Di perjalanan bersama Atha beberapa saat lalu, Jack melaporkan bahwa pria yang mereka kejar adalah guru IPA mereka di sekolah. Pria yang sama dengan orang yang mengejar Hana di depan parkiran sekolah. Orang yang tak sengaja menjatuhkan alat pengaman alias kontrasepsi yang dia pakai untuk mencegah para korbannya hamil.


Amarah King memuncak, dia mengirim anak buahnya untuk mengepung daerah itu. Seluruh area kini diamankan baik oleh anak buah King maupun anak buah Atha.


King menarik pria itu dengan brutal, mengetahui adiknya menjadi korban dari pria sinting yang mencari anak anak gadis sebagai alat pemuas kebutuhan jasmaninya membuat King maupun Atha mengamuk. Amarah King tak terbendung, kekerasan yang dilakukan pria itu terhadap adiknya membuatnya gelap mata.


tangan King yang diisi dengan cincin berduri menerobos rahang Pak Bima. Berkali-kali dia menghajar dan memukuli pria itu dengan amarah yang sudah membuncah. Rasanya tak adil tau kalau adiknya dijadikan mainan oleh gurunya sendiri.


bugh... baghh... bughh...


Pukulan demi pukulan mendarat di wajah pria itu.King benar-benar gelap mata saat ini.


Atha sendiri langsung berlari memasuki rumah itu dan menemukan Tanda yang sama Persis dengan tanda di tubuh kakak laki-lakinya. Lingkaran dan garis tengah memanjang.


Gadis itu menatapnya sejenak, tanda itu berhubungan dengan Pak Bima yang artinya Pak Bima mengetahui sesuatu tentang kematian kakak laki-lakinya.


" Kak Jack bantu aku!!" teriak Atha.


Jack masuk dan menatap Cindy yang berbaring di atas Kasur. Terkena halusinogen dan tak sadar kalau beberapa menit lalu dia dalam bahaya.


" Bawa dia keluar, " ucap Atha.


" Nona, tanda itu!!!" ucap Jack terkejut.


" Aku tau Jack, itu tanda yang sama dengan tanda yang dimiliki oleh Kak Kiel. Bajingan sialan ini pasti terlibat dengan kematian kakak!" ucap Atha.


"Bawa dia, aku akan memeriksa sebentar lagi!!!" ucap Atha.


" Baik nona, tapi ada baiknya matikan lilin itu, akan berbahaya jika anda menghirupnya!!" ucap Jack sebelum dia benar benar keluar dari dalam ruangan itu.


Atha berdiri, menutup mulutnya dengan masker dan menatap seisi ruangan yang sangat menyeramkan itu. Dia penasaran, apakah lambang itu milik Pak Bima atau tidak.


Dengan kaki jenjangnya dia melenggang keluar rumah dan melihat Pak Bima sudah babak belur di ditangan King.


" King jangan membuatnya terllau cepat, harus pelan -pelan agar rasa sakitnya lebih terasa, iya kan Pak? " ucap Atha sambil mencengkram bahu Pak Bima yang terluka.


" Akrrhhhhhhhh sialan!!!" pekik pak Bima kesakitan.


"Aku harus membunuh bajingan ini sekarang, jika tidak, akan ada korban lain Atha!!" ucap king tak sabaran ingin segera mengeksekusi pria itu.


" Shhh jangan gegabah, dia memilik tanda besar itu, sebentar biar kucaritahu dulu!!" ucap Atha dengan tenang. Dia selalu bisa terlihat tenang ketika menghadapi sesuatu yang genting seperti ini.


" Tanda?? berarti dia yang membully adikku!?? kalau begitu sudah jelas bajingan sialan ini haru mati !!!" pekik King dengan nafas terengah engah saking marahnya dengan semua perbuatan bejat pria yang dia hajar sampai wajahnya babak belur itu.


"King stop, kalau kau melakukannya dengan amarah maka kita tidak akan tau siapa saja yang terlibat dengan orang ini, kita harus cari tahu sejauh mana jaringan mereka!!!" ucap Atha sambil menepuk Bahu King terbawa amarah.


Hahhh ....


" Baiklah, lalu apa yang harus kita lakukan!???" tanya King.


Atha tersenyum licik, garis bibirnya tersungging pertanda dia memiliki rencana besar untuk mengungkap siapa pelakunya dengan memanfaatkan Pak Bima yang gila di depannya itu.


"Kita lakukan dengan cara licik, sama seperti cara mereka yang tidak secara terang-terangan menyiksa korbannya, Hana, Cindy dan kak Kiel jelas korban mereka, ini bukan pekerjaan satu orang, pria ini hanya kaki tangannya!!!" ucap Atha sambil menarik kaos Pak Bima dan menunjukkan tato lingkaran dengan garis memotong di perut pria itu.


" Bagaimana kau tau!??" tanya King.


" instingku selalu benar King, ada pelaku yang mengatur semua ini agar berjalan sesuai dengan keinginannya, pengacau yang harus segera diselesaikan!!" jelas Atha.


King berdiri, kakinya menginjak pria itu, dia menatap Atha dengan tatapan bingung. sebenarnya bagaimana gadis di depannya itu bisa tau kalau ada orang di balik kejadian ini?


" Sekarang katakan padaku, dari mana kau tau hal itu dan bagaimana kau bisa mengarang hal tersebut!?" King menatap Atha sambil berkancah pinggang.


" Kak Jack!" panggil Atha.


Jack menghampiri gadis itu dan memberikan ponselnya berisi data data tentang simbol itu dan data tentang Pak Bima.


Jack dan timnya dengan cepat mengetahui semua info tentang Bima. Ketikan mencari tahu identitas pria itu, mereka menemukan foto simbol yang sama yang diunggah pada akun media sosialnya namun diunggah secara private.


Dari Bima mereka mengetahui bahwa pria itu bekerja menjadi kaki tangan seseorang yang mengendalikan semua kejadian ini. Setidaknya mereka mendapatkan kesimpulan itu untuk sekarang.


" Sudah dicari tahu, dia mengunggah simbol itu pada akun media sosial pribadinya. Hanya dilihat oleh orang-orang tertentu dan orang-orang itu adalah mereka yang memiliki tanda ini, termasuk Cindy, Hana dan Kak Kiel!!" jelas Atha.


King menatap informasi itu, dia tentu terkejut dengan semua informasi detail yang berhasil diperoleh Atha dan anggotanya. Tentu saja hal ini menimbulkan pertanyaan bagi King tentang identitas gadis itu.


King menatap Atha sambil menaikkan sebelah alisnya," kau siapa!? bagaimana bisa menemukan informasi sedetail ini?" tanya pria itu sambil menatap Atha.


Gadis itu menoleh, " Athanasia dari The Chamber, kalau kau tergabung dalam kelompok mafia kau mungkin pernah mendengar nama itu kan?" ucap Atha sambil berjalan mendahului King.


" Bawa si berengsek itu ke markas, kita eksekusi pedofil sialan itu!!!" titah Atha.


"Siap Nona!" jawab mereka serentak.


King terdiam di tempatnya sambil menatap gadis itu, tentu nama Athanasia dari The Chamber telah terdengar di telinganya. Seorang pimpinan kelompok gangster yang sangat kuat dan markas besarnya ada di Kota tetangga.


" Jadi Athanasia itu seorang gadis!? wahh.... tak pernah kutemui secara langsung, rumor mengatakan dia seorang berdarah dingin dan bermulut pedas, rumor memang terkadang berbicara terlalu jujur!" gumam King.


" Tak kusangka aku bertemu dengan gadis ini, sangat menarik!!!" gumamnya.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗