Pembalasan Psikopat

Pembalasan Psikopat
17


Seisi Sekolah dibuat heboh dnegan pemeriksaan alias Evaluasi sistem pendidikan yang dilakukan secara mendadak di SMA Pratama. Tentu hal ini membuat semua guru panik karena beresiko mendapatkan pemecatan langsung bagi setiap guru yang tidak layak di mata badan pendidikan. Belum lagi, kepala badan pendidikan yang tiba-tiba turun tangan secara langsung di masa awal jabatannya.


Kevin alexander baru sebulan menjabat sebagai seorang kepala bidang Badan pengawas pendidikan yang bekerja di bawah menteri pendidikan. Baru sebulan bekerja dia sudah menutup beberapa sekolah yang tidak layak dalam sistem pembelajaran tampaknya SMA Pratama menjadi sasaran selanjutnya mengingat kasus bunuh diri yang menerpa sekolah itu.


Para guru menatap tajam kelas 11 IPS 3 yang kini ikut berbaris di lapangan setelah mendapatkan perawatan di UKS sekolah. Atha dengan wajah yang di beri salep luka , King dengan perban di bagian lengan yang terkena serpihan kaca karena ulah Pak Mario, dan beberapa siswa lain yang juga terluka sudah berdiri disana.


Seluruh sekolah menatap tidak suka ke arah kelas itu, bagi mereka kelas 11 IPS 3 tak lebih dari sekumpulan sampah masyarakat yang tak ada gunanya. Mereka hanya anak-anak tanpa masa depan yang entah kenapa harus barada di sekolah itu padahal sudah jelas seisi sekolah membenci mereka.


Zico menatap ke arah kelas itu, “ seharusnya yang dibuang dari sekolah ini mereka bukan para guru, mereka itu setan yang tidak berguna, kenapa harus di tahan di sekolah ini,” kesal Zico karena harus berdiri lagi mengikuti prosedur pemeriksaan dari badan pengawas.


“ Cih... anak-anak sampah seperti mereka memang sudah seharusnya diusir dari sekolah ini,kenapa masih bertahan padahal jelas ditolak, waktu belajarku jadi terganggu, padahal sebentar lagi ujian semester,” kesal Mike pria kutu buku itu.


“ Kau pikir aku tidak pusing juga Mike, aku bisa ketinggalan materi jika menunggu evaluasi karena kelas sialan itu,” tambah Nena.


Mendengar percakapan siswa terpintar di sekolah itu membuat yang lainnya juga ikut memanas dan menyalahkan kelas buangan itu sebagai pembuat onar dan menghina merkea .


“ Seharusnya kalian yang pergi dari sini dasar pemabuk sialan, datang ke sekolah membawa alkohol pulang sudah mabuk, mempermalukan sekolah saja,” ketus salah satu siswa Senior.


“ Kenapa kalian banyak tingkah sih? Dan kalian anak baru , kenapa kalian malah memperkeruh suasana, seharusnya kalian keluar saja dari kelas tak berguna itu, bikin kesal saja, padahal ujian tengah semester sudah dekat,” kesal yang lain.


“ benar kata mereka, kalian yang seharusnya didisiplinkan oleh badan pengawas pendidikan tetapi kenapa kalian malah berbaris di sini, dasar preman,”


“ Cuihhhhh... dasar sampah masyarakat!!, kalian dua anak baru, sebaiknya kalian berpikir seribu kali untuk masuk ke kelas itu, kenapa juga kalian memilih masuk ke kelas buangan dasar bodoh,” imbuh yang lain .


Mereka semua menjelekkan kelas 11 IPS 3 menghina mereka, menjelekkan nama mereka di depan semua siswa dan menjadikan kelas itu bahan olok olokan. Hanya mantan siwa dari kelas itu yang tetap diam dan menatap teman -teman mereka dengan tatapan sedih, entah rahasia apa yang sedang mereka simpan, tetapi mantan siswa yang dulunya di kelas itu terlihat murung saat yang lain mengejek kelas 11 IPS 3.


“ Ohh iya dengar dengar, anak baru yang masuk ke kelas 11 IPS 3 anak anak bermasalah di sekolah lamanya, iya kan?” seorang gadis cantik dan populer dari kelas 12 MIPA 1 berbicara memecah keributan itu dan membuat dirinya menjadi pusat perhatian.


“ Beneran kak? Masa iya?” tanya siswa kelas 10.


“ Benar , kalian bisa tanya sendiri pada kedua orang itu, yang penampilannya paling urakan dan tidak jelas, laki lakinya seperti preman dan perempuannya seperti seorang wanita malam...” ucapnya dengan berbisik.


Semua siswa tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan gadis populer yang biasa disapa Tasya itu. Gadis populer yang cantik dan menjadi bunga sekolah itu.


Beer, Hana, Jin – ji dan teman-teman sekelas Atha dan King terkejut mendengar kata kata kasar dari Tasya, sontak mereka menatap kedua orang itu.


“ King, Atha.. mereka...


“ No. problem Jin-ji, biar mereka berbicara seenak jidat, “ ucap King yang tetap santai dengan keripik pedas hasil meminta dari Billy si Pitbull kelas 10.


“ Selow jin, nggak masalah," tambah Atha dengan santai sambil berdiri tegap dan menatap ke depan.


Brian, Jin-ji, Alex dan yang lainnya saling menatap mendengar respon kedua orang itu, seolah ejekan itu bukan hal baru bagi mereka.


" Saran gue, lebih baik kita berbaris dengan rapi dan tegap, biar mereka menjadi tukang gosip dan kelas kita tetap tenang, cara caper ke kepala badan pengawas, dia akan ada di sisi kita kalau mau mempertahankan kelas ini!!" usul King.


" Caper? maksudnya kita cari perhatian Cowok tampan tadi!?" celetuk Beer.


" Ya elah Beer, nengok cogan Lo


" Heheh ya iya dong, mata Beer gitu," ucapnya sambil tertawa.


" Jadi gimana nih? mau caper gak sama kepala Badan pengawas?" tanya Atha yang tampaknya setuju dengan usul King.


Mereka semua mengangguk, sontak anak anak yang biasanya paling ribut dan suka berbuat onar itu berbaris dengan susunan rapi dan berdiri tegak dengan posisi tangan di belakang badan menatap lurus ke depan.


" Apa ini bakal berhasil? " tanya Peniel pada Bob.


" Karena kita sudah dilihat berkelahi tadi, sebaiknya kita curi simpati kepala badan pengawas, dengan begitu kita bisa menjaga kelas ini tetap Utuh!" ucap Bob dengan serius.


Peniel mengangguk paham, " Ahh biasanya gue molor di depan sana tapi gak apa deh, ikutin aja, ada baiknya kelas ini sedikit berubah, mungkin dengan cara itu pelakunya akan menunjukkan diri," batin Peniel.


Mereka berdiri tegap, berbaris rapi tanpa mengindahkan ejekan dari kelas lain bahkan tatapan seram dari para guru.


Kelas itu tampak tenang tetapi tidak untuk salah satu anggotanya yaitu Hana. Gadis itu terlihat gelisah, sejak dikatakan tentang mencari perhatian kepala badan pengawas dia menjadi gelisah dan gugup.


Gadis itu berdiri di depan Atha, Jelas Atha melihat tingkah aneh dari Hana yang seolah sedang ketakutan .


" Han ada apa!?" bisik Atha.


" Arkjhhh... A..Atha!!" Hana terkejut, dia sampai terjungkal ke atas tanah dengan Wajah pucat pasi sambil menatap Atha dengan ketakutan berlebihan. Tubuhnya gemetar dan suaranya tercekat.Mata gadis itu melirik ke kanan dan kiri, entah siapa yang dia awasi atau mengawasinya.


" Han kenapa!?" tanya Beer mencoba mendekati Hana namun Hana cepat-cepat menepis tangan gadis itu.


" JANGAN SENTUH AKU!!!" Hana tiba-tiba berteriak histeris sambil menutup kedua telinganya, dia menangis lalu berlari pergi dari lapangan tak peduli dengan panggilan teman-teman nya.


" Hana ada apa!!" teriak Bob.


" Jin kenapa si Hana,? dia gak pernah begini!?" tanya Alex dengan wajah khawatir.


" Gue juga gak tau Lex, dia tiba tiba seperti itu!" balas Jin Ji.


"Kalian tetap di sini, biar kami temui!" ucap Bob dan Brian yang langsung mengejar Hana.


Atha dan King terkejut dengan tingkah aneh gadis itu, sejak kejadian di dalam kelas tadi, Hana mulai menunjukkan sikap aneh.


" Ada apa ini?"


"Kenapa dengan Hana!??


.


.


.


like, vote dan komen