
..."Kehilangan sosok sahabat yang melebihi saudara akan memberikan goresan luka tersendiri yang tak bisa disembuhkan bahkan oleh waktu sekalipun,"...
-K.O
Atha dan King berjalan menuju makam Kiel. Atha terus menangis sampai mereka tiba di lokasi itu. Jin-ji dan yang lainnya menatap gadis itu dengan tatapan bingung.
“ Siapa mereka?” seorang gadis berwajah dingin dengan baju olahraga hitam yang menutupi seluruh tubuhnya menatap mereka dengan tatapan dingin, dia adalah Diana, Gadis yang di skors karena terlibat perkelahian dengan Zico dan kakak kelasnya, dia memukuli banyak siswa sebelum dia di skors.
Di sampingnya ada Raiden, pria seram berotot dengan tato yang digambar di sepanjang lengan kirinya, rambutnya cukup panjang dan tatapan matanya sama tajamnya dengan Diana, dia siswa yang di skors karena membakar ruangan kepala sekolah.
“ Kenapa ada hama di tempat ini? Jin-ji apa yang terjadi? Mereka memakai seragam yang sama dengan orang-orang sialan itu,” tanya Raiden.
“ mereka Anggota baru di kelas kita, sama gilanya denganmu,” Brian menjawabn pertanyaan Raiden.
Kedua orang itu tiba di makam Kiel yang selalu dirawat dengan baik dan terjaga tetap asri.
“ Atha, Kiel, kenapa kalian disini?” tanya Jin-ji.
King diam saja, dia hanya melirik Atha yang menangis sesenggukan, gadis itu berjalan dengan kaki lemas, dia mendekati makam kakaknya, dengan tangan gemetar dia memeluk nisan yang bertuliskan nama Kiel Obelia.
“ Atha, apa kau kenal dengan dia?” tanya Beer sambil menarik lengan Atha yang memeluk nisan Kiel.
“ Hei bicaralah, kenapa kau menangis terus, kau ini seperti keluarganya saja, jangan jangan kau hanya orang aneh..” ketus Raiden yang tak suka melihat Atha menangis, rasanya mengganggu dan mengingatkannya dengan Kiel.
“ Ahhkk.... hahahhahaha.... hahahhahaha” Atha tiba-tiba tertawa, dia duduk di atas lantai sambil menatap langit dengan hati yang terluka dan rasa rindu yang besar. Yang lain masih bingung dengan apa yang sedang dilakukan oleh gadis itu.
“ Terimakasih.. hiks hiks hiks... terimakasih telah membuat hidup kakakku setidaknya berwarna selama dia hidup, terimakasih...” ucap Atha tanpa menatap mereka.
Semua anggota kelas itu terkejut dengan ucapan atha.
“ ka.. kakak?” tanya Diana dengan wajah syok, dia menatap Atha dengan tatapan nanar, dia melihat wajah gadis itu, mencari apakah benar kalau dia memang adik Kiel.
“ Ka.. kau... siapa kau!?" tanya mereka.
Atha menatap mereka satu persatu dengan mata merah dan air mata yang mengalir deras dari kedua pelupuk matanya, “ aku adik kembarnya, adik kembar kak Kiel, orang yang sangat bahagia setelah bertemu dengan kalian hiks hiks hiks... ternyata ucapannya benar, dia memiliki kehidupan yang bahagia di sekolah dengan teman teman seperti kalian, tapi... tapi...” Atha tersedu-sedu, bahunya naik turun dan dadanya terasa sesak.
“ TAPI KENAPA DIA MALAH MATI.. KENAPA KAKAKKU MATI, JIKA BUKAN SALAH SATU DARI KALIAN MAKA SIAPA YANG MEMBUAT KAKAKKU MENINGGAL!??" Pekik gadis itu . suaranya sampai serak, air matanya tak berhenti, wajahnya panas dan merah karena menangis sekuat tenaga. Jelas luka yang sangat dalam telah melukai hati gadis malang itu. Kehilangan satu satunya tempatnya bersandar dalam hidupnya.
“ Katakan padaku, kenapa kakakku mati, dia mengatakan kalau dia bahagia bersama kalian,dia selalu menceritakan teman-temannya yang konyol tapi kenapa aku malah menerima panggilan bahwa kakakku satu satunya, keluargaku satu satunya meninggal bunuh diri saat aku tak bersamanya? Katakan padaku siapa yang melakukan itu..... SIAPA.. SIAPA YANG MELAKUKAN ITU!??" pekik Athasambil memukuli dadanya sendiria, sesak, sakit dan sedih membuatnya hancur.
Semuanya terduduk lemas saat mendengar ucapan Atha, ternyata gadis itu adalah adik yang seirng Kiel bicarakan saat dia masih hidup. Kiel tak pernah menunjukkan adiknya pada publik, saat pemakaman pun mereka tidak bertemu dengan Atha yang saat itu pingsan dan dirawat oleh Jack dan Bibi Mola.
Brian, Peniel, Raiden dan Alex duduk dengan mata berkaca-kaca saat luka itu kembali diungkit. Jin-ji , Josua, Bob, Diana, Beer dan Hana menangis sesenggukan sambil berpelukan saat kematian teman mereka masih menjadi misteri besar yang belum ditemukan penyebabnya,
King juga tak menyangka, bahwa hubungan spesial yang dimaksud Atha disini adalah hubungan sedarah yang tak bisa dibandingkan dengan hubungan lainnya. King merasa bersalah dnegan kata katanya pada Atha, dia tak sangka kalau Atha menanggung beban yang lebih besar dari yang dia pikirkan, bahkan luka yang dialami gadis yatim piatu itu sangat dalam dan sakit, butuh waktu yang sangat lama untuk memulihkannya.
King mendekati Atha, dia duduk di samping gadis itu, mengusap punggungnya dan merangkulnya dengan lembut sebagai seorang teman yang peduli padanya.
Atha terus menangis, rasanya sangat sesak, wajahnya pucat dan dia sangat terpukul. Alwanya dia pikir dengan memasuki kelas kakaknya dia akan tahu siapa penyebab kematian saudara kembarnya itu, tetapi nyatanya, teman teman sekelasnya memiliki luka yang sama dengannya, luka yang selamanya tak akan bisa mereka sembuhkan.
Mereka semua terpukul dengan kematian mendadak Kiel, tak bisa menerima keadaan dan hanya bisa menangisi kenangan yang mereka lalui bersama. Kiel, pria yang baik ,tidak memilih teman, ramah dan sangat perhatian, dia sering tertawa dan merupakan mood booster bersama Jin-ji, Raiden, Diana dan juga Josua, tetapi kini sosok itu telah hilang dari pelukan mereka.
Sekali saja, mereka ingin bertemu dengan sosok itu, sekali lagi dan mengatakan betapa mereka menyayangi Kiel, betapa mereka menghargai pria itu sebagai teman mereka, betapa mereka menginginkan Kiel di dekat mereka, tidak seperti pesannya di dalam unggahan media sosial sebelum dia meninggal.
Semuanya berkabung hari ini, seolah kiel baru ditemukan kemarin. Seolah pria baik itu baru saja meninggal dunia.
Atha memeluk King, dia menangis sambil mencengkram kaos yang dipakai King. Depresi, marah, takut dan hancur membuatnya lemah dan tak berdaya.
Gadis itu terus menangis sampai tiba-tiba tubuhnya ambruk, dia pingsan dalam pelukan King dengan wajah pucat dan sembab.
"Tha.. Atha!!?? bangun Tha!!!" teriak King panik sambil menepuk nepuk pipi gadis itu.
Mereka semua terkejut melihat Atha pingsan, semuanya panik dan takut.
" Kita bawa ke rumah sakit, ikut aku!!!" teriak King yang langsung berdiri dan menggendong tubuh Atha dan berlari sekuat tenaga menuju mobil yang dia dan Atha kendarai tadi.
Mereka semua berlari dan mengikuti King setelah merapikan barang bawaan mereka. Semuanya menaiki kendaraan mereka masing-masing, mengikuti King dar belakang.
Sementara itu, Hana berdiri di samping Bob, dia menatap nisan Kiel sebentar, lalu menangis lagi sambil memeluk lengan Bob," Kiel, katakan padaku apa yang harus kulakukan, adikmu... dia disini, apa yang harus kulakukan, orang itu... dia akan mengincar kami semua... aku bahkan tidak tau wajahnya, tolong aku Kiel...." Batin Hana menangis pilu.
" Ayo Han, kita ikuti mereka," Bob merangkul Hana, membawa gadis itu menuju mobilnya. Hana mengangguk lemah, dia menatap sekali lagi kuburan Kiel, wajah Kiel yang tersenyum jelas dia lihat disana, wajah yang membuat kelas mereka berwarna perlahan-lahan hilang memudar, seolah mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja.
.
.
.
like, vote dan komen