
Pak Bima dibawa ke markas The Chamber yang dibangun di kota itu. Markas yang diisi dengan anak buah terkuat tim itu.
Entah apa yang Atha lakukan padanya, tetapi dia berhasil membuat pria itu membuka mulutnya dan mengungkapkan semua fakta tentang simbol dan pelaku dibalik kematian dan perundungan siswa di SMA Pratama. Siapa sangka ada monster gila yang menggunakan siswa disana untuk memenuhi fantasinya akan dunia imajinasinya yang liar itu.
Pak Bima dikurung dalam tahanan The Chamber sebelum diserahkan ke pihak berwajib, dia dikebiri dan lidahnya di suntiik agar tak bisa berbicara. Hukuman yang paling keji diberikan padanya, pria itu di berikan pada para pecinta sejenis yang sangat senang bermain dengan orang-orang seperti Bima untuk memenuhi fantasi mereka.
Bima dihancurkan dari segi fisik dan mental, baginya kini mati lebih baik daripada bertahan hidup.
Sementara itu, setelah menyelesaikan urusan dengan Bima, King dan Atha membawa Cindy kembali ke rumah sakit. Keduanya tentu sangat syok setelah mendengar penjelasan paksa dari mulut Pak Bima. Pelaku di baliknya yang bahkan tak disangka-sangka oleh siapa pun.
Apa yang terlihat belum tentu sesuai dengan apa yang sebenarnya. Sebelum menilai sesuatu, selalu pikirkan dengan matang.
Cindy kembali di rawat di rumah sakit, bekas luka di kakinya sudah mengering. Dokter menyatakan bahwa gadis itu hanya diberi obat bius dan tak mengalami cedera apa pun termasuk hasil visum menyatakan kalau Cindy bersih, beruntung mereka cepat sehingga pria itu tak sempat melakukan hal bejat mengerikan itu pada Cindy.
Tuan Charles tampak pucat dan lemas. Dia duduk sambil menata wajah Cindy dengan sendu. Tatapan matanya mengatakan segalanya. Bahwa dia berada di titik paling rendah saat ini. Putri dan istrinya dalam keadaan tidak baik-baik Saja. Keriput halus itu malah semakin banyak menghiasi wajah tampan tuan Charles.
King yang berdiri menatap Cindy masih memikirkan kejadian tadi,. Atha melirik King dan tuan Charles bergantian, dia menghela nafas, ini pasti sangat berat bagi mereka.
Gadis itu dengan inisiatif mengambilkan air untuk tuan Charles. Sosok pria paruh baya itu mengingatkannya pada mendiang ayahnya.
" Om minum dulu, tenangkan diri om," ucapnya menyodorkan air minum itu pada tuan Charles.
Pria itu menatap Atha sambil tersenyum lemah," terimakasih nak," ucapnya menerima gelas itu.
" Kamu akan mencaritahu siapa pelaku utamanya Om, untuk saat ini saya menyarankan agar Cindy dipindah dari rumah sakit ini," ucap Atha.
Sontak King dan semua yang berada di ruangan itu menatap Atha.
" Kenapa nona? disini akan aman, bukankah rumah sakit ini...
" Aman apanya kak Adrian, listrik mati selama satu menit dan kalian sudah kecolongan orang sinting itu, ini berarti ada beberapa komplotan yang sudah masuk ke dalam rumah sakit ini mengawasi Cindy selama beberapa hari, kalau tetap di biarkan tinggal disini, dia hanya akan jadi target selanjutnya, sebaiknya dilakukan pengobatan intensif terutama perawatan psikis!" jelas Atha panjang lebar.
" Anakku tidak gila nona, dia hanya trauma saja, untuk apa dipindahkan, lagi pula kenapa kamu yang mengatur, direktur saja mengatakan kalau disini aman, anak kecil seperti kalian tidak tau apa-apa!" ucap Tuan Charles tak setuju dengan pernyataan Atha.
Adrian dan Jack yang mendengar itu malah jadi panik karena kepemimpinan Atha diragukan disini.
" Tu..tuan dia itu yang paling tau soa...
" Ekhmm..." Atha memotong ucapan Jack dengan berdeham dan menatapnya dengan tatapan tajam. Jack sontak terdiam, hampir saja dia keceplosan lagu soal identitas Atha.
" Pa, ucapan si gunung es itu ada benarnya, King takut mereka akan melakukan hal yang sama pada Cindy, memangnya apa yang Papa khawatirkan kalau Cindy dipindah ke tempat yang lebih aman? ini juga untuk keselamatan Cindy," bujuk King.
" Tidak!! Papa tidak setuju, siapa yang akan menjaga dia Jiak dia dipindah? Papa mana sempat, Mama kamu depresi, Papa masih harus mengurus perusahaan dan banyak pekerjaan lainnya, Kalau Cindy dipindah, lokasinya pasti akan jauh dari kantor dan itu akan menyulitkan pekerjaan Papa!" tegas pria itu.
Melihat pembicaraan serius antara ayah dan anak itu paramedis bersama Adrian dan Jack perlahan lahan keluar dan member mereka ruang untuk berbicara.
King berdecak kesal, jawaban tuan Charles membuatnya marah karena pria itu lebih memikirkan pekerjaan nya dibandingkan dengan kesehatan putrinya.
" Pa ini tentang kesehatan Cindy, Papa masih sibuk memikirkan perusahaan saat ini!?? sebaiknya kita bawa mereka ke kota A, disana lebih aman!!" ucap King dengan tegas.
" Tidak, Papa tidak bisa, perusahaan lebih penting dia hanya seorang gadis, dia akan cepat sembuh jika dirawat disini, Papa tidak mau menghabiskan uang untuk perawatan sia sia, untuk apa jauh-jauh kalau disini bisa!!!" balas Tuan Charles yang berkeras hati.
" Pa!!! ini sebabnya King malas pulang ke rumah, yang Papa pikirkan itu hanya uang, uang dan uang, sampai papa tak peduli pada anak anak Papa sendiri, Aku yang akan membawa Cindy dan Mama ke luar kota, Papa bisa tetap stay disini bersama perusahaan Papa, jangan membuatku kesal dan marah Charles!!!" geram King.
Plak...
Satu tamparan telak mendarat di wajah King," Diam kau anak durhaka, beraninya kau berteriak pada ayahmu sendiri, terserah kau mau melakukan apa, urus urusanmu sendiri, anak tidak tau diri, lebih baik kau tetap di desa jika membuat kekacauan seperti ini!!!" geram tuan Charles.
King terkejut, ini kali pertama ayahnya memukul dirinya, akhir-akhir ini sifat ayahnya banyak berubah. Tuan Charles terkadang bersifat jenaka dan seperti sahabat bagi King tetapi perlahan-lahan sifat itu berubah dan dia mulai menunjukkan sifat kasarnya pada King.
King mengeraskan rahangnya, dia sangat menghargai ayahnya bahkan dipukul seperti saat ini pun King tak menyalahkan ayahnya. Dia berjalan menuju ke luar ruangan," Aku akan membawa Cindy dan Mama, mereka akan kutempatkan di lokasi yang aman, Papa bisa mengurus bisnis Papa, tapi jangan lupa kunjungi mereka!" ucap King dengan tegas sebelum dia menghilang dari balik pintu.
CK...
" Sial!" tuan Charles mengumpat, dia mengusap kepalanya dengan kasar. Ponselnya tiba-tiba berdering, nama seseorang tertulis disana, dengan menarik nafas dalam dia mengatur emosinya lalu menjawab panggilan itu dengan senyuman merekah di wajahnya.
Sementara itu,King berjalan keluar, dia menatap Atha yang berdiri di ujung koridor sambil berbicara dengan Jack.
King dengan inisiatif berjalan dengan cepat dan menarik tangan Atha tanpa seijin gadis itu," Bicara dengan ku!" ucapnya sambil membawa Atha.
.
.
.
like, vote dan komen 🤗