Pembalasan Psikopat

Pembalasan Psikopat
24


King berlari sekuat tenaga menuju kamar dimana adiknya berada. Dengan nafas terengah engah pria itu berlari scepat kilat bahkan sampai membuat orang orang yang dia lewati terjatuh.


“ Kenapa bisa begini? pagi tadi masih baik-baik saja dan sekarang dia hilang?” gumam King yang sangat panik dengan berita yang baru saja dia dengar dari ayahnya.


Kakinya yang jenjang membawanya menuju kamar Cindy,” Pa apa yang terjadi?” tanya King dengan tatapan nanar menyisir seluruh ruangan itu. Ranjang cindy kosong , terlihat beberapa barang yang terjatuh di atas lantai dan juga selang infus yang dicabut dengan paksa tergantung di atas tempat tidur pasien.


“ papa juga bingung nak... bagaimana ini , apa yang terjadi pada adikmu?” Tuan Charles gemetar sambil menangis sesenggukan, dia pusing, dia hanya pergi ke kantor selama satu jam, tetapi saat kembali, sang putri sudah tidak berada di ruangannya lagi. Tak ada yang melihat dan tak ada yang tahu kemana gadis itu pergi.


“ Sudah cek CCTV?” tanya King.


Pria tua itu menggeleng lemah, dia memijit kepalanya yang pusing dan berat, rasanya dadanya sesak dan jantungnya berdebar dengan kencang. Belum lagi memikirkan kondisi isrtinya yang belum stabil, Tuan Charles harus dihadapkan dengan hilangnya Cindy dengan cara yang misterius.


“ Sialan, biar King cari...”ucap anak itu sambil berlari dari kamar dan menghubungi seseroang melalui ponselnya.


King berlari sampai dia menubruk Jack yang sedang berjalan tergesa-gesa menuju kamar Atha.


“ hei anak muda perhatikan jalanmu!!” hardik jack yang terjatuh, dia menatap King yang juga terjatuh di depannya.


“ maaf om, saya buru-buru,” ucap King dengan wajah panik sambil berlari menuju ruangan keamanan untuk mencari tahu keberadaan adiknya.


Jack menaikkan sebelah alisnya,” bukannya dia teman nona? Ada apa dengannya?” pikir Jack.


Sementara itu King berlari menuju ruang kontrol keamanan namun beatapa sialnya, karena dia mengenakan seragam SMA, dia tidak diperbolehkan masuk oleh pihak penjaga bahkan sampai diusir dari sana. Jelas dia sudah mengatakan alasannya.


King memjit pelipisya, marah, kesal dan khawatir bercampur menjadi satu.


“ arkhhh sialan, dimana kamu Cindy!!” King memukul dindingrumah sakit saking kesalnya, dia berjalan lagi pergi dari tempat itu sambil menghubungi anak buahnya,” Retas sistem kamanan rumah sakit!" ucap pria itu sambil berjalan dnegan langkah besar.


Percuma dia mencoba untuk melakuannya denagn cara yang normal , ternyata tidak semudah yang dia pikirkan sekalipun dia mengungkapkan alasannya adalah untuk mencari adiknya yang hilang.


Cindy yang hilang belum dilaporkan sehingga pihak keamanan tidak membiarkan pria itu masuk.


King belrari lagi, namun di saat yang sama dia bertemu dengan Atha dan Jin-ji yang menghadangnya dari depan.” Kau mau kemana? Bukannya mau mencari adikmu?” tanya atha dengan wajah bingung.


King menatap mereka berdua, dari mana keduanya tahu pikir pria itu.


“ kalian..


“ Aku kenal ayahmu King, tadi aku mendengar suaranya dari teleponmu dan mengatakan kalau adikmu hilang, ayo kita cari, anak anak lain juga akan membantu, aku sudah memberitahu mereka wajah Cindy,” jelas Jin-ji.


“ tapi.. aku...


Atha menarik tangan King dan melangkah dnegan cepat, mereka kembali berjalan menuju ruang kontrol keamanan rumah sakit,” Tha percuma kesini, mereka tak akan membiarkan siapa pun masuk ke ruangan itu apalagi kita memakai seragam SMA,” ucap King.


“bodoh, hanya kau yang pakaian seragam SMA disini, sadar tidak?” ejek Atha sambil berjalan menuju ruanagn itu.


Di belakang mereka Jack berlari mengejar nonanya dengan wajah panik, kakinya tampak pincang , tampaknya pria malang itu baru saja terkena tendangan maut dari nona mudanya karena terlalau banyak berbicara.


“ nona muda, biar saya saja, kalau begini mereka akan tahu...


“ Sudah tahu Jack, kau urus saja tim, tunggu aba-aba dariku, kita akan mencari posisi gadis itu, kau sangat lamban, jangan smapai aku menendang kakimu yang satu lagi,” jawab Atha dengan ketus sambil menendang pintu masuk dnegan keras membuat penjaga terkejut.


“ king sebenarnya ini siapa? Apa dia sehebat itu sampai punya pengaruh sebesar ini?” bisik Jin-ji tepat di telinga pria itu.


“ entah, aku tak peduli, aku mau mencari aadikkku,” ucap King cuek.


Jin-ji malah terheran heran melihat betapa Atha dihormati oleh merek aynag berarti Atha memiliki posisi yang kuat yang tidak satu pun yang tahu tentang gadis itu.


“ Apa yang kalian kerjakan, seorang gadis kabur dari kamarnya tapi kalian tidak sadar, apa kalian memakan gaji buta hah? “ pkesal atha yang langsung duduk di meja kontrol utama dan muai memainkan kursor dan melacak keberadaan Cindy hanay dnegan menggunakan foto gadis itu.


Mereka memulai dari kamar inap Cindy. Setelah kepergian tuan Charles, ruangan itu hanya dikujungi oleh perawat yang emmbawa makan siang dnegan troli makanan. Setelah selesai si perawat keluar dan berjalan menuju jalur sebelumnya. Setelah perawat masuk, seorang dokter juga datang dengan masker dan kacamata yang menutupi seluruh wajahnya.


Dia berada disana selama 15 menit, lebih lama dari yang seharusnya. Setelah itu keluar dengan membuka jubahnya. Dan Cindy masih belum terlihat batang hidungnya.


15 menit kemudian tuan Charles tiba dan membuka ruangan namun terkejtu dengan apa yang dia lihar, pria itu langsung menghubungi King dan setelahnya King datang kesana.


Atha dan yang lainnya menyerngitkan kening mereka meloihat video itu, jelas Cindy tida keluar darimana pun dan seharusnya dia beradda disana. Atah teruse mnegulangi video itu samapi beberapa kali, hingga dia menemukn sesuatu yang aneh.


“ ytunggu dulu...” Atha terkejtu.


“ Ada apa? “ tanay King dan Jin-ji akompak.


“ apa tadi mati lampu?” tanya gadis itu.


“ 1 menit, sekitar 1 menit lampu padam setelah itu hidup kembali, kamu masih belum bangun saat itu,” ucap King.


“ Pantas saja durasi videonya kurang, ada rekaman yang hilang selama satu menit dan disnaa mereka beraksi membawa cindy, aku yakin ada yang membawa gadis itu, tepat setelah dokter itu keluar .” ucap Atha.


Atha memutar otaknya, dia memutar smeua rekaman dan menghubungannya, mata jeli dan otak jenius gadis itu bekerja dibantu dnegan otak King dan Jin-ji yang tak bisa diremehkan kemampuan analisisnya.


“ Tha, disini, pria ini tidak lewat dari sana sbeelumnya,” ucap King saat melihat pria berpakaian serba putih dnegan masker, topi dan kacamata mendoorng sebuah kursi roda menuju keluar rumah sakit. Dia berjalan dnegan sedikit pincang dan tertatih.


“ Sialan, kalau begitu merek amsih berada di dekat lingkungan ini,” ucap Atha sambil mengepakan kedua tangannya.


“ Kak Jack siapkan anak anak...” teriak gadis itu yang lasngung berjalan keluar dari sana,” king, jin-ji ayo kita cari mereka,” ucpa Atha.


King dan Jin-ji mengikuti Atha dari belakang, Kingmengirim pesan pada kelompoknya untuk segera menutup akses keluar dari sekitar rumah sakit dengan radius 1 km.


“ Aku akan melacaknya dengan ini,” ucap King yang mulai memasuki sistem jaringan data besar dan melakukan pencarian melalui kamera CCTv yang terhubung dengan jalanan.


“ aku akan meminta Peniel dan raiden melakukan hal yang sama, kita cari bersama,” ucpaJin-ji.


“ Baik...”


.


.


.


Like, vote dan komen