Painful Love Story

Painful Love Story
Bab 66


Begitu Zean membuka pintu netranya langsung tertuju pada sesosok tubuh yang berbaring diatas sofa dengan posisi meringkuk.


Jelas Zean tahu bahwa itu adalah Ellina. Zean menduga bahwa perempuan itu pasti ketiduran karena terlalu lama menunggunya pulang.


Memikirkan kemungkinan itu, perasaan Zean langsung dihantam oleh rasa bersalah tak terperi. Apalagi saat mengingat dirinya yang lupa memberi kabar bahkan sampai melakukan pengkhianatan dibelakang punggung wanita yang dicintainya hingga membuatnya seolah menjadi sosok suami jahat tak berperasaan.


Sesaat Zean mematung, berusaha menetralisir gejolak rasa bersalah didalam dadanya. Lantas lelaki itu menarik napas dalam--dalam lalu setelahnya menutup pintu dan melangkah mendekat.


"Ellina." panggil Zean lembut ketika sudah berada dihadapan wanitanya dengan posisi berlutut. Zean mencoba membangunkan Ellina dengan menepuk-nepuk pipinya.


Ellina yang memang sudah jatuh tertidur sama sekali tak menyadari kehadiran Zean. Baru ketika Zean menepuk pipinya untuk kesekian kali secara spontan Ellina membuka mata dan mengerjap.


"Zean?! Kau sudah pulang?!" seru Ellina dengan ekspresi terkejut. Perempuan itu mencoba bangun dan mendudukkan dirinya disofa dengan serampangan, lupa kalau saat ini dirinya tengah hamil karena begitu mengkhawatirkan suaminya.


"Kau baik-baik saja Zean?! Apa sesuatu terjadi padamu?!" tampak kecemasan diraut wajah dan suara Ellina.


Ellina menangkup pipi Zean kemudian lengannya turun memeriksa sekujur tubuh suaminya.


Zean yang mengerti bahwa Ellina begitu khawatir padanya mencoba menenangkan.


"Tenang Ellina! Aku baik-baik saja." jawab Zean. Lelaki itu menyatukan kedua tangan Ellina lalu membawanya kebibir kemudian mengecupnya lembut.


"Maaf sudah membuatmu menunggu dan khawatir sayang. Banyaknya pekerjaan membuatku lupa untuk mengabarimu." ucapnya lirih penuh rasa bersalah.


Maafkan aku juga karena telah mengkhianati pernikahan kita Ellina.


Zean hanya mampu mengucapkan permintaan maaf atas pengkhianatannya dalam hati sambil menundukkan kepala tanpa berani menatap wajah sang istri.


"Jangan lakukan lagi!" ucap Ellina dengan suara bergetar. Sontak Zean mendongak hingga tatapan mereka bertemu dan bisa dia lihat bahwa saat ini netra istrinya tengah berkaca-kaca seolah berusaha menahan tangis.


"Aku benar-benar takut jika sesuatu terjadi padamu Zean. Maka jangan lakukan lagi dengan tidak mengabariku sesibuk apapun dirimu." Ellina langsung menggigit bibirnya ketika bulir kristal itu jatuh tanpa bisa ditahan.


Melihat sang istri menangis karena mengkhawatirkan dirinya jelas membuat hati Zean berdenyut nyeri. Perasaan bersalah kembali menderanya.


Perlahan Zean mengusap pipi Ellina yang membasah lalu membawa wanitanya kedalam pelukan.


"Tentu! Tentu aku tidak akan melakukan itu lagi sayang. Sekali lagi maaf." ucap Zean penuh sesal.


Ellina mengangguk kecil dan membalas pelukan Zean. Cukup lama keduanya berpelukan hingga Zean melepaskan pelukannya lebih dulu.


"Sudah jangan menangis lagi. Ayo! Aku akan membawamu kekamar untuk beristirahat!" ajak Zean.


Lelaki itu berdiri kemudian merengkuh tubuh Ellina dalam gendongannya untuk membawanya kekamar mereka.


*


*


Beberapa hari setelah kejadian malam itu, hubungan Zean dan Ellina semakin harmonis.


Meski awalnya Ellina sempat marah lantaran Zean kembali menyentuh minum-minuman beralkohol ketika menemui kliennya, namun itu tak berlangsung lama.


Sebab Zean berhasil memberi pengertian pada Ellina bahwa itu dilakukannya demi menghargai klien mereka. Dan untungnya Ellina mengerti.


Zean tidak mau jika kejadian malam itu terulang kembali dimana Ellina mengkhawatirkannya setengah mati.


Dan kebetulan hari ini Zean yang kembali sibuk dengan segudang pekerjaannya memutuskan untuk tidak makan siang di apartemen. Lelaki itu segera menghubungi Ellina untuk memberitahu. Lalu setelahnya ia kembali melanjutkan pekerjaannya.


Disisi lain, Ellina yang sudah terlanjur memasak jelas merasa kecewa. Tak ingin masakannya mubazir, Ellina pun memutuskan untuk datang kekantor Zean tanpa meminta izin pada suaminya.


Setibanya di Royal Group, beberapa cleaning service yang pernah mengenal Ellina, jelas menyapa wanita itu ketika melihat Ellina baru saja memasuki gedung kantor.


Tampak dari mereka memandang heran pada penampilan Ellina yang jauh berbeda dari sebelumnya.


Ellina yang sekarang tampak berkelas. Bahkan kini dengan berani Ellina datang untuk mencari atasan mereka! Tapi untuk apa?


Apa Ellina hendak membalas dendam karena dulu Tuan Zean pernah memecatnya?!


Belum sempat salah satu dari mereka bertanya, Ellina dengan sigap buru-buru meninggalkan mereka semua.


Perempuan itu berjalan cepat kearah lift yang akan membawanya kelantai paling atas dimana ruangan suaminya berada.


Ellina berpikir, wajar saja jika teman-temannya itu berspekulasi macam-macam. Sebab sudah pasti satu kantor ini tidak ada yang tahu bahwa Ellina dan Zean sudah menikah.


Mengingat pernikahan mereka yang dilaksanakan secara tertutup dan hanya dihadiri oleh keluarga terdekat Zean saja.


Tanpa sadar Ellina menghela napas berat. Statusnya benar-benar seperti istri simpanan.


Tapi Ellina mencoba tak mempermasalahkan. Toh, selama ini Zean sudah berusaha memperlakukannya dengan baik.


Suara denting lift berbunyi. Ellina menegakkan punggung dan melangkah keluar.


Ellina melihat ruangan ini sedikit lenggang. Mungkin beberapa karyawan yang menempati lantai tersebut tengah keluar untuk makan siang.


Ellina pun tidak tahan untuk tidak tersenyum. Zean pasti akan terkejut begitu melihatnya berada dikantor ini.


Dengan penuh semangat dan tanpa mengetuk pintu, Ellina yang sudah tahu dimana ruangan Zean mencoba menerobos masuk.


Namun alangkah terkejutnya ia ketika mendapati Zean tengah berciuman panas dengan seorang wanita!


Klontang!


Suara rantang jatuh seketika menghentikan aksi dua orang yang ada didalam ruangan tersebut.


Zean dan Lyora sama-sama menoleh kearah pintu. Dan saat itu juga netra keduanya membelalak. Tidak menyangka bahwa perbuatan mereka akan dipergoki oleh Ellina.


"Ellina?!"


"Zean...kau?! Lyora?!" Ellina tampak shock saat mengetahui wanita yang bersama suaminya adalah Lyora.


"Ka-kalian??"


.