Painful Love Story

Painful Love Story
Kecurigaan Lyora


Sudah 30 menit berlalu setelah Zyl lebih dulu meninggalkan cafe, namun Lyora masih enggan untuk beranjak dari tempat duduknya.


Ia masih memikirkan setiap kata demi kata yang dilontarkan oleh mantan calon adik iparnya itu dengan perasaan sesak.


Lyora pikir, Zyl akan memahami kondisinya dan sedikit berempati setelah ia mengatakan semua yang terjadi padanya.


Tetapi nyatanya tidak. Zyl malah menyalahkan Lyora walau berulang kali Lyora mengatakan bahwa ia sendiri telah dijebak oleh Devan.


Bahkan tanpa segan Zyl mengatai Lyora bodoh karena dengan mudahnya mantan calon kakak iparnya itu percaya pada seseorang yang baru dikenalnya.


"Ya aku memang bodoh Zyl! Seandainya aku tidak percaya begitu saja pada lelaki brengsek itu, mungkin saat ini aku masih bersama Zean." lirih Lyora.


Lyora berusaha menguatkan hatinya. Toh, nasi sudah menjadi bubur. Semua yang sudah terjadi tidak bisa kembali seperti semula.


Tapi ada beberapa pertanyaan yang masih berkecamuk didalam hati Lyora.


Sebenarnya apa tujuan Devan melakukan itu padanya?


Apa sebelumnya Devan tahu bahwa ia adalah kekasih Zean?


Memikirkan hal tersebut membuat kepala Lyora terasa sakit.


Ia segera menghapus sisa-sisa airmata yang membasahi pipinya kemudian berniat pergi dari sana.


Namun saat baru beberapa langkah berjalan, netranya tak sengaja menangkap sosok pria tua yang sangat dikenalinya.


"Bukankah itu Tuan Wildan?!" gumam Lyora. Seketika matanya berbinar dan seulas senyuman tipis terbit diwajahnya.


Awalnya Lyora hendak menghampiri pria tua itu, namun langkahnya terhenti saat ia mendengar Tuan Wildan menyebut nama Zean.


"Dengar Zean, selagi Kakekmu masih hidup apa salahnya jika kau turuti kemauan Kakekmu ini. Temui gadis itu sekali saja. Kakek berharap kau cocok dengannya, sebab Kakek sudah sangat ingin memiliki cicit darimu! Lagipula, kau sedang tidak dekat dengan wanita manapun bukan? Jadi tak ada alasan bagimu untuk menolak perjodohan ini!"


Deg


A-apa?! Perjodohan?!


Tiba-tiba saja dada Lyora menjadi sesak saat mendengar perkataan Tuan Wildan.


Ia tidak menyangka jika Zean akan dijodohkan oleh sang kakek.


"Hm, baiklah! Dengan kau menemuinya saja itu sudah cukup membuat Kakek merasa senang. Terimakasih cucuku!"


Tuan Wildan pun mematikan teleponnya..


Tak lama ia tersadar bahwa ia dan Zean sudah tak memiliki hubungan apapun lagi.


Kini status mereka berdua adalah mantan kekasih. Jadi tak ada alasan baginya untuk marah pada Tuan Wildan yang sudah menjodohkan Zean dengan gadis lain.


Aku akan berusaha mengikhlaskanmu Zean.


Dengan membawa perasaannya yang hancur lebur dan kaki yang terasa berat, Lyora memutuskan untuk segera pergi dari sana.


Akan tetapi saat Lyora hendak kembali meninggalkan cafe, tiba-tiba ia dikejutkan oleh kedatangan Devan dari arah luar.


Terlihat lelaki itu berniat masuk kedalam cafe tersebut.


Devan?!


Sontak Lyora segera membalikkan tubuhnya hingga ia membelakangi pria itu dengan perasaan gugup.


Devan yang sudah berada didalam tak menyadari keberadaan Lyora disana. Ia mengedarkan pandangannya seolah sedang mencari seseorang.


Lelaki tampan itu pun tersenyum dan sedikit menundukkan kepala ketika ia sudah menemukan orang yang dicarinya.


Perlahan Lyora memutar tubuh dan kepalanya kesamping secara bersamaan.


Lewat ekor matanya ia memperhatikan gerak gerik Devan yang tengah berjalan kearah sebuah meja.


Dan alangkah terkejutnya Lyora ketika melihat meja siapa yang didatangi oleh Devan.


Meja Tuan Wildan?!


Tentu pemandangan tersebut membuat Lyora terperangah.


De-Devan menemui Tuan Wildan?!


Apa mereka saling mengenal?!


.


.


Bersambung...


Jangan like komen hadiah dan votenya yaa akak yg baik hati❤🙏 makasihh