
Tiga bulan semenjak kekalahan naga legendaris semua orang sedang duduk di perkarangan rumah sembari menikmati teh bersama.
Kila mendesah seperti orang tua.
"Seharusnya kita biarkan naga tersebut menghancurkan dulu kota baru kita kalahkan nyan, jika seperti ini tidak ada yang tahu bahwa kita sebelumya menghadapi bahaya tersebut, kita juga bahkan tidak diangkat menjadi pahlawan."
Teh pasti telah mempengaruhi kepalanya.
"Menjadi pahlawan bukan berarti kita harus mendapatkan julukan tersebut," atas pernyataanku Kila meringis.
"Padahal aku ingin pamer."
Sejak kapan dia jadi seperti ini, dia mengalihkan pandangan ke Noel.
"Noel juga tidak setuju kan, kita tidak mendapatkan gelar pahlawan."
"Aku tidak keberatan, berkat kita yang mengalahkan guild kegelapan, aku cukup membuat dompetku tebal."
"Keinginanmu hanya itu saja nyan."
Yue yang baru saja menyeruput tehnya menambahkan.
"Gelar pahlawan bukan sesuatu yang mengagumkan, ayahku mengalahkan raja iblis tapi dia hanya jadi seperti itu."
"Jika melihat ayah Yue, aku rasa ada yang salah dengannya."
"Yang dikatakan Marie juga ada benarnya."
Bahkan anaknya sendiri tidak menyangkalnya, Rider sepertinya jelas kehilangan wibawanya. Di sisi lain En terus mengunyah makanannya.
Sebentar lagi kami akan bekerja, meluangkan waktu untuk teh hangat serta cemilan pagi tidak terlalu buruk untuk memulai hari.
Setelahnya kami pergi ke guild yang sudah ramai, sekarang udaranya tidak terlalu dingin ataupun hangat mungkin sekitar pertengahan hari.
"Kalian datang untuk mengambil pekerjaan lagi," yang berkata itu adalah resepsionis guild langganan kami.
Dia yang mengurus soal pekerjaan kami, terkadang mudah, sulit ataupun terlalu sulit dia yang mengaturnya.
Semenjak kami berhasil mengalahkan guild kegelapan kami diberikan peringkat S di sini, walau demikian kami sesekali bisa memilih pekerjaan di bawah peringkat kami.
"Pekerjaan seperti biasa."
"Mengumpulkan herbal kan, apa kalian tidak ingin mencoba pekerja tingkat atas lagi?"
Kami semua menggelengkan kepala.
Kami lebih suka mengambil pekerjaan tidak jauh dari tempat kami tinggal, di kota labirin ini.
Aku menjawab.
"Karena itu bukan permintaan mendesak ataupun dari bangsawan kami memilih untuk menyerahkannya ke petualang lain."
"Aku mengerti, selagi kalian tetap melakukan tugas kalian, guild tidak keberatan."
Setelah memastikan permintaan kami dipenuhi kami membawa keranjang untuk pergi ke wilayah perbukitan. Kila tampak senang sembari mengangkat tangannya.
"Aku dapat banyak nyan."
"Itu rumput."
"Eh, tapi bentuknya sama juga nyan."
Aku benar-benar harus teliti padanya.
Marie adalah orang yang ahli dalam melakukan segala hal, ia yang terbaik diantara kami.
"Setelah pekerjaan ini aku harus mengajar seratus muridku, syukurlah kita bisa mengambil pekerjaan mudah lagi."
Hanya ingin tahu saja Marie sudah diangkat sebagai Maid profesional di kota labirin. Pengikutnya sangat banyak.
"Selagi tidak ada permintaan dari bangsawan, kita akan baik-baik. Bibiku juga sepertinya hanya hidup santai."
Aku senang mendengarnya, Cosetta lebih merepotkan dari siapapun. En yang berubah ke wujud manusianya berteriak dengan senang.
"Aku menemukan jamur, lihat ini... apa mereka bisa dimakan?"
"Kurasa bisa, mari akan aku buatkan sesuatu darinya."
"Yeay.... aku suka."
"Kalau begitu aku juga akan cari jamur nyan."
"Selesaikan dulu pekerjaanmu."
"Nanti saja."
Aku berharap dia tidak memasukan jamur beracun ke dalamnya, ini adalah hari yang damai.
Di bawah matahari cerah lebih tepatnya di bawah pohon rimbun kami menikmati masakan bersama berupa sup jamur, aku harap ini akan terus berlangsung namun seperti apa kata orang, bahkan di laut yang tenang akan selalu badai yang muncul.
Resepsionis yang kami kenal menerobos rumah kami pagi sekali.
"Okta dan yang lainnya, kita punya misi darurat... beberapa desa telah diserang Wyvern, ini permintaan dari pejabat tanah setempat."
Aku bangun dari tempat dudukku.
"Apa boleh buat, kami akan langsung bersiap-siap dan pergi."
Semua orang tersenyum kecil. Petualangan kami tidak berakhir di sini, akan selalu muncul petualang lainnya.
Lagipula semuanya baru saja dimulai.
Tamat.