
Memang sulit dipercaya tapi kami menghabisi seluruh naga di tempat ini, siapa diduga mereka sangat lemah dengan elemen air dan ketika digabungkan dengan elemen es hasilnya jauh lebih mengejutkan.
Yue kamu benar-benar monster dalam hal berbeda tentunya.
Aku hanya lebih banyak bertugas di bagian pembersihan saja, sebelum semuanya dimasukan ke dalam sihir penyimpanan.
Kila menyeka keningnya yang berkeringat selagi menggoyangkan dua ekor di belakangnya.
Perburuannya sukses.
"Iya hehe, hehe, hehe."
Hentikan Noel kau membuatku takut.
Sedangkan Marie sedang membersihkan senjatanya dari darah. Lebih cepat kami keluar dari tempat ini maka lebih baik.
Kami menyetorkan hasil perburuan hari ini, selain memberikan kejutan kami juga membuat seluruh staf guild kerepotan menghitung uang yang kami dapatkan.
"Maafkan kami, kami harus menghubungi guild cabang lain untuk pembayaran sisanya, maukah Anda menunggu selama dua hari."
"Kami tidak keberatan."
"Terima kasih."
Aku bisa mengerti kesulitan yang kami perbuat. Mengesampingkan hal itu aku ingin segera mengisi perutku dan tidur setelahnya.
Tiga hari berikutnya kami berkunjung ke sebuah rumah besar yang merupakan orang yang mempunyai lampion pengendali. Rumahnya besar, sayangnya tidak ada tanda-tanda seseorang menempatinya.
"Okta di sini."
Aku mengikuti panggilan Noel dan melihat kerangka manusia terbaring di lantai.
Di sini juga, di sini dan di sini, yang lain turut menimpali. Mereka mengenakan pakaian mereka semasa hidup, 10 orang pelayan dan satu orang pemilik dinyatakan tewas.
Ini memungkinkan seseorang telah mencuri lampionnya kembali, tapi kami tidak bisa tahu siapa pelakunya.
Aku menemukan potongan kain di tangan mayat pemilik rumah ini, itu tertera simbol peti mati.
Noel seperti mengingat sesuatu.
"Mereka kah, mereka organisasi kriminal yang telah lama dicari oleh para penjaga... Coffin, mereka bertanggung jawab atas kehancuran beberapa desa."
"Jadi mereka yang mengendalikan Orifiel."
Beruntung bahwa kami memiliki Noel yang merupakan mantan kesatria, walaupun kepribadiannya tidak mencerminkan pekerjannya yang dulu.
Setelah melakukan penyelidikan kami akhirnya menemukan markas mereka di dalam pedalaman hutan.
Mereka membuat sebuah rumah kayu yang cukup luas dengan sekelilingnya dipenuhi penjaga berjubah hitam.
Noel menempatkan tangannya di gagang pedang begitu juga aku dengan pedang suciku.
Yue, Marie dan Kila mengangguk ke arahku yang mana menjadikannya kode kami untuk menyerang.
"Serangan!" teriak salah satunya.
Yue segera menembakan sihir petir untuk melumpuhkan penjaga di luar dan kami menerjang ke depan untuk mengatasi sisanya.
Dengan hati-hati aku berlari semakin dalam, ada sebuah ruangan di atas yang pintunya aku tendang. Di dalamnya ada seorang pria dengan satu mata tertutup sementara Orifiel duduk di mejanya.
"Serangan dadakan yah."
"Di mana Lampionnya?"
"Maksudnya ini."
Pria itu menunjukkan benda yang kami cari di tangannya.
"Kau mengendalikan Orifiel bukan."
"Haha tepat sekali, aku perlu kekuatannya untuk menghancurkan wilayah Utara dan memperbesar nama kami."
"Nama kami?"
"Perlu kau tahu saja guild kegelapan kini cukup kacau balau, beberapa kelompok tertangkap dan sisanya dihabisi oleh penjaga, hanya menunggu waktu bahwa kami akan lenyap seutuhnya, sebelum itu terjadi akan lebih baik jika aku musnahkan seluruh pengganggu."
"Jadi begitu, tapi aneh sekali bahwa Orifiel bisa membalas semua ucapanku saat kami bertemu."
Aku sekali lagi melihat ke arahnya.
"Kau mungkin salah mengira, lampion ini tidak mengendalikan seseorang lebih tepatnya memanipulasi ingatannya."
Orifiel mengarahkan tangannya dan itu menembakan cahaya yang aku segera tahan oleh pedangku, karena terlalu kuat aku terlempar ke luar bangunan, menukik ke tanah dengan bunyi memekakkan telinga.