
Sejujurnya kami tidak terlalu peduli dengan bagaimana kepribadian mereka. Yang ingin kami tahu apa ada cara mengalahkan Orifiel.
Aku menunjukan sebuah batu kerikil yang dipegang olehku, sebagai orang yang tidak memiliki batas kehidupan Gabriella akan segera menyadarinya.
"Bukannya itu, Rider?"
"Seperti itulah, Orifiel sebenarnya dalam pengaruh seseorang."
"Jadi begitu, pantas saja... aku pikir dia memang berniat menghancurkan dunia, bagaimanapun ia terlalu memiliki keadilan tinggi."
Gabriella menjatuhkan bahunya lemas.
Yue, Marie, Kila dan Noel turut mengangguk menegaskan.
"Kami hanya ingin tahu apa ada sesuatu yang bisa mengendalikan seseorang bahkan malaikat?" tanyaku demikian.
Gabriella diam memikirkannya lalu membalas setelah dia yakin.
"Lebih tepatnya sebuah benda, aku pernah dengar sebuah benda ajaib bernama lampion pengendali, dengan hanya itu siapapun akan mudah dikendalikan."
Yue tampak bersemangat saat mendengar beda tersebut, seolah mengingatkan kembali ingatannya.
"Aku pernah membacanya di salah satu buku, apa mungkin bisa digunakan untuk malaikat?"
"Hal itu masih bisa terjadi."
"Jika demikian lalu siapa yang mencoba melakukannya?" tanya Noel.
"Aku hanya tahu bahwa benda itu pernah dilelang di daerah utara hanya itu, aku akan menuliskan tempatnya kalau mau."
"Tolong."
Setelah percakapan ringan dan jamuan sederhana, En dalam bentuk pedang membawa mereka kembali.
Yue tertawa kecil yang membuat semua orang terlihat bingung.
"Ada apa nyan?"
"Tidak bukan apa-apa, hanya saja kejadian ini pernah terjadi pada ayahku. Ayahku menjual pedang suci pada pelelangan dan dulu ia juga harus mencarinya kembali karena dipaksa oleh bibi Fel."
"Dia melakukan itu."
En kelihatan berfikir keras.
"Benar juga, saat itu aku dibawa lari oleh seekor naga dan pria itu membawaku dan menjualku."
Aku bisa mengerti seberapa kuat Rider saat dia melakukannya.
"Kelihatannya luar biasa, bagaimana kalau kita mengalahkan naga juga."
Ide itu muncul dari Noel, aku tahu kenapa dia menginginkannya maka kami semua menolaknya.
"Kelihatannya menarik, ini bisa membuktikan seberapa tingginya aku menjadi seorang maid."
Tidak ada kaitannya, teriakku dalam hati.
"Mari lakukan."
Suara minoritas akan selalu kalah dalam hal apapun.
Beberapa hari kemudian kami telah pergi ke guild untuk mencari pekerjaan.
Ini bukan kota labirin namun memiliki guild sama yang besar di dalamnya. Kemana pun keberadaan kami akan mencolok.
Satu pria dengan banyak gadis cantik di sekelilingnya, terlebih beberapa orang tahu pedang yang aku bawa.
"Itu pedang suci."
"Mungkin tiruan."
"Jelas sekali, jika pun benar pria itu pasti seorang pahlawan."
"Tapi kelihatannya lemah."
Aku sebisa mungkin untuk mengabaikannya saat Yue berteriak semangat dan mengambil satu lembar quest untuk diberikan pada resepsionis.
"Kami mau mengambil ini," katanya.
Dia menunjukan wajah tidak percaya.
"Memburu red dragon?"
"Ini perkejaan yang cocok untuk kami."
Noel benar-benar mengatakan hal tidak perlu.
"Aku mengerti, pastikan untuk membawa bukti perburuannya. Kami juga akan membeli semua materialnya."
Naga memiliki harga yang cukup tinggi terlebih setiap tubuhnya bernilai, dengan membuat sedikit kegemparan kami telah pergi menuju lereng api. Di sinilah habitat red dragon, semenjak mereka muncul mereka terkadang menyerang desa-desa setempat karena itulah quest ini ada di guild.
Kami bersembunyi di balik batu dan melihat sekumpulan naga sedang bersantai di sana.
"Mari kita lakukan."
"Aku jadi bersemangat nyan."
"Akan aku buktikan bahwa aku seorang maid tingkat atas."
Semakin lama Marie jelas semakin sesat.