
Selagi menguap lebar. Rider, ayah Yue membalas permintaanku.
"Aku tidak keberatan untuk mengajarimu."
"Apa yakin Anda memutuskannya secepat itu."
"Menyelamatkan dunia itu hal merepotkan aku akan senang jika ada orang lain yang bisa menjaga dunia ini, dan aku bisa santai-santai."
Aku penasaran bagaimana orang ini hidup selama ini? Yang jelas aku berterima kasih.
Setelah latihanku selama tiga bulan selesai di sini, targetku adalah mengambil pedang suci di wilayah selatan setelahnya aku pasti bisa melakukan sesuatu pada orang yang menjatuhkan Fel serta guild Dragontrail.
Selama tiga hari kelompokku tinggal di kediaman Yue sebelum mereka kembali pulang dan hanya menyisakan Yue saja yang menemaniku.
Perlu ada orang yang merawat mansion dan juga mengambil pekerjaan di guild, akan buruk jika lisensi kami semua diambil. Di desa sendiri ada guild namun itu hanya guild kecil yang tidak memiliki pekerjaan besar.
"Kalau begitu kalian berdua jaga diri."
"Kalian juga."
Aku akan menemui mereka nanti, saat ini aku memiliki latihan berikutnya yaitu menghancurkan batu hanya dengan tangan kosong.
Ada dua batu yang berhasil kuhancurkan sayangnya Rider bilang sebelum aku bisa menghancurkan semuanya ia tidak akan melanjutkan latihannya dengan materi berbeda.
Aku sudah mengatakan siapa yang menjadi lawannya dan ia bilang latihan fisik akan lebih bagus dibandingkan latihan sihir saat berhadapan dengan malaikat itu.
Mengingat apa yang terjadi pada Fel, aku rasa itu memang benar.
Aku terbaring di tanah selagi mencium aroma rumput hijau, Yue muncul di depanku berdiri dengan keranjang di tangannya.
Ia mengenakan gaun panjang sehingga aku benar-benar tidak bisa mengintipnya.
"Bagaimana kalau makan dulu, aku membuatkan roti lapis."
"Terima kasih."
Aku menerimanya dengan senang lalu berteriak pedas disuapan ketiga, Yue sedikit tertawa.
"Kamu tidak beruntung... dari delapan potong roti aku meletakkan satu yang diisi saos pedas."
"Kenapa kamu melakukan itu?"
"Tentu saja untuk hiburan."
Ternyata Yue jahil juga.
"Masih belum ada kemajuan."
"Heh memukul batu bukan hal sulit kan."
"Aku tidak mau mendengarnya dari orang yang memiliki kekuatan super."
"Mana mungkin, aku hanya seorang gadis."
Yue berjalan ke salah satu batu, dia hanya menggunakan ujung jarinya dan itu meledak.
"Tuh kan."
"Tubuhku hanya diisi oleh banyak mana, jika aku melawan malaikat itu, aku pasti tidak akan melakukan apapun."
Meski begitu.
"Tidak banyak yang mengetahui hal ini, sebenarnya aku ini setengah roh dan manusia."
Itu membuatku terkejut.
"Apa ibumu?"
"Benar, ibuku Virgo adalah nama dari roh bintang dan ayahku adalah orang yang menyelamatkan dunia ini, bisa dibilang jasanya lebih banyak dibandingkan bibi Fel."
"Walau aku ragu sepertinya itu bukan kebohongan."
Terlebih Rider jelas terlihat muda walaupun ia sudah memiliki Yue yang sudah sebesar ini, istrinya juga demikian.
"Ayahku di usia mudanya cukup mengalami kehidupan sulit karenanya ia memutuskan hidup menganggur, walaupun ia sesekali bekerja juga, sifatnya memang seperti itu... tapi aku menyayanginya."
"Begitu, kurasa sudah waktunya aku latihan lagi.. kini menjaga kedamaian dunia ini menjadi tugasku."
Yue hanya membalas dengan senyuman tipis.
"Dibandingkan pahlawan dari selatan yang bertugas menggantikan Fel sebagai ikon perdamaian, sosokmu lebih bersinar."
"Apa kamu mengatakan sesuatu?" tanyaku demikian.
"Bukan apa-apa, cepat selesaikan latihan ini, aku cukup bosan melihatmu hanya menghancurkan batu. Latihan selanjutnya pasti membuatmu menderita."
Itu jelas bukan sebuah motivasi.