
Kami mengisi formulir sebelum akhirnya masuk ke dalam kota. Berita tentang adanya sebuah pedang suci di dalam dungeon telah menarik banyak petualang untuk datang.
Karenanya bukan hanya kami, sepanjang jalan kami bisa bertemu dengan party-party berbeda, sebelum penjelajah kami disarankan untuk pergi ke guild untuk mendaftar.
Dengan sistem yang diterapkan kami kemungkinan bisa pergi besok hari karena antriannya yang cukup panjang.
Resepsionis menerima pendaftaran kami dan bahkan ia merekomendasikan penginapan murah yang bisa kami sewa.
Rasanya seperti sedang berlibur saja.
Kami mendapatkan dua kamar dengan masing-masing bisa diisi dua orang.
Kila, Marie, Yue dan Noel melakukan suit untuk memutuskan siapa yang tidur denganku. Tentu aku tidak memiliki niat tertentu hingga akhirnya Marie yang mendapatkannya sebagai orang yang kalah.
"Kita bisa mengorbankan Marie, dia akan hamil dan akan pensiun lebih cepat dari kita sebagai petualang."
Orang-orang ini suka seenaknya.
Pada akhirnya aku menemukan jalan yang lebih aman, mereka tidur di satu kamar sementara aku tidur sendiri, pelayan di sini memberikan keringanan untukku.
Entah kenapa aku berterima kasih.
Kamar mandi yang nyaman, tempat tinggal yang empuk. Inilah kenyamanan dari penginapan murah.
Aku sedikit penasaran bagaimana dengan penginapan mewah, jelas itu dua kali lipat dari semua yang kami terima.
Kota ini sengaja memprioritaskan kepuasan para petualang untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan. Aku menutup mataku dan baru pagi harinya menyiapkan perbekalan.
Pertama kami sepakat untuk menaruh perbekalan di sihir penyimpanan Yue, di bandingkan menggunakan item mahal sihirnya sangat berguna untuk penghematan.
Dari yang aku dengar item itu berharga ratusan emas.
"Kalian semua sudah siap."
"Aku juga."
"Akan kuberikan pelayanan dari seorang maid bagi monster-monster itu."
"Dungeon ini sangat berbahaya, haaah haaah."
Aku tidak ingin tahu apa yang sedang Noel pikirkan di dalam kepalanya, tak ingin sampai membayangkannya kami segera memasuki dungeon.
Walau bentuknya seperti menara ke atas namun sesungguhnya kami turun ke bawah, di lantai pertama sampai lima merupakan tempat tinggal monster lemah, itu diisi slime, laba-laba, kadal, katak dan ular, baru lantai berikutnya monster yang kami hadapi lebih bervariasi seperti goblin, Orc, tengkorak dan lain-lainnya.
Kami sejauh ini bisa mengatasinya.
Ada ruangan yang mirip sebuah koridor panjang.
"Ini merupakan jalan satu-satunya yang dihindari petualang, pasti ada sesuai yang luar biasa," Noel mengatakannya dengan terengah-engah.
Ide buruk untuk mencoba semua kemungkinan di tempat ini, namun jiwa petualangku memilih untuk memeriksanya juga.
Akan ada sesuatu harta yang tidak terduga jika kamu mau mengambil resiko tersebut.
Noel menyiakan rantainya, berbeda dari sebelumnya dia mengaitkan rantai miliknya dengan bola besi yang disekelilingnya ditempatkan besi-besi tajam yang mengerucut.
Terkena benda itu sudah cukup membuat kepalamu hancur.
Di sisi lain Kila akan menggunakan pukulannya, kemampuan berburunya serta memasang jebakan tidak akan berguna di tempat seperti ini.
Kami menemui jalan akhir yang merupakan area luas, ada banyak tulang berulang di tempat ini yang kemudian membuat keseluruhannya terangkat ke udara lalu menyusun dirinya menjadi tengkorak utuh dengan tubuh raksasa, memiliki dua kepala serta dua tangan yang masing-masing memegang pedang besar.
"Ini area bosnya, kalian berhati-hatilah."
Tengkorak itu mengayunkan pedangnya dan kami semua melompat untuk menghindar sebelum berpencar untuk membalas serangan dengan berbagai keahlian masing-masing.