
Beberapa hari kemudian kami mengunjungi tempat kelahiran Yue, itu memang tidak jauh dari kota labirin hanya saja, untuk sampai ke sana jalannya agak menanjak dan lebih memudahkan jika pergi dengan berjalan kaki.
Sesampainya di sana, mata kami dimanjakan dengan pemandangan indah dengan deretan rapih rumah-rumah serta beberapa orang yang berlalu lalang melakukan aktivitas mereka. Hampir setiap orang menyapa Yue.
"Bibi biar aku bantu."
"Maaf merepotkan."
"Tidak masalah."
Yue jelas gadis yang baik yang mau meluangkan dirinya untuk membantu orang, sesampainya di rumah kami menemukan orang tua Yue yang bagaimana mengatakannya.
Mereka sedikit unik.
"Kenapa ayahmu tidur di tanah?" tanya Marie yang dibalas oleh Kila.
"Aku tahu nyan, dia sedang memakan cacing tanah nyan."
"Ayahku cuma pengangguran, dia lebih sering melakukan itu untuk membuang waktu."
Yue menendang tubuhnya.
"Ah, sepertinya ayahku sudah mati."
"Aku masih hidup, dan bersikaplah lembut terhadap ayahmu sendiri, apalagi di depan temammu."
Mereka berdua entah kenapa mirip seperti pelawak.
"Aku hanya akan bersikap lembut jika ayah mau bekerja."
"Apa? Itu akan sulit."
Noel menganggukkan kepalanya.
"Hidup menganggur memang mengasyikan, aku juga ingin melakukannya namun jika aku menganggur aku akan mati kelaparan."
"Kamu sepertinya punya bakat, apa kau mau belajar seni menganggur."
Oi, apa kau tidak dengar dia bisa mati jika menganggur?
Yue memukul perut ayahnya hingga dia terbang ke langit.
"Jangan mengajari orang-orang hal aneh-aneh!"
"Apa ia akan baik-baik saja?"
"Tenang saja ayahku sangat kuat, dia tidak akan mati hanya jatuh setinggi itu."
Hanya katanya?
Tak lama kemudian orang yang merupakan ibu Yue muncul.
"Owh, kamu sudah datang."
"Mama, maaf telah merepotkan."
"Tidak, tidak, ibu sangat senang kamu akhirnya membawa teman-temanmu kemari, mulai sekarang tolong jaga putriku dengan baik."
Ibunya sangat cantik dan sopan, aku nyaris menyangka bahwa dia bukan manusia, kami balik menyapanya saat Yue secara bergiliran memperkenalkan kami.
"Begitu, kamu cukup tampan apa kamu calon menantuku?"
Aku tidak keberatan, terkadang orang tua memang seperti ini.
"Ngomong-ngomong di mana ayahmu?"
"Aku sudah menerbangkannya ke langit."
Ibunya mengangkat jempol sebagai balasan.
"Kerja bagus."
Sepertinya ayahnya sangat dibenci di sini. Ayah Yue bernama Rider sedangkan ibunya Virgo. Ia anak tunggal.
"Aku sebenarnya ingin punya adik tapi orang tuaku bilang sudah cukup punya aku saja, mereka mengatakan seperti ini demi keseimbangan dunia."
Apa maksudnya? Yue sangat kuat mungkinkah jika ada Yue yang lain itu akan membuat kehancuran.
Aku bisa membayangkan dunia dipenuhi Yue sekarang dan tiba-tiba hancur karenanya.
"Yah, meski kami cuma ingin punya satu anak, kami selalu bergairah tiap malam."
Apa yang kau jaga ibu? Jangan mengatakan hal-hal itu di depan umum, teriakku dalam hati.
Noel menimpali.
"Aku juga ingin seperti itu, tiga kali kurasa cukup."
Apa kau sedang berbicara soal obat atau sebagainya.
Marie melirik ke arahku dan ia segera mengalihkan pandangannya jauh. Kenapa?
"Jika kamu mau menikahi Yue, kamu hanya boleh menikahi satu orang lagi jika lebih dari itu aku melarangnya."
"Mama kami tidak datang untuk itu."
"Biar aku buatkan teh dan camilan dulu."
"Aku suka cemilan nyan."
"Biar aku bantu."
"Maid yang pengertian."
Keluarga ini terasa tidak normal namun jelas bahwa suasana terasa lebih hangat dari rumah lainnya.
Tak lama ayah Yue muncul.
"Aku kembali."
Aku bertanya kepadanya.
"Apa Anda baik-baik saja?"
"Aku tidak apa-apa."
"Kepala Anda bocor."
"Nanti juga sembuh."
Jika aku dipukul Yue seperti itu jelas akan mati.