
Robin mengayunkan jangkarnya sembari melompat di udara dengan seringai di wajahnya.
Noel bergegas menahannya hingga serangan tersebut saling tertahan satu sama lain.
"Hoh, kau ternyata kuat juga."
Jangkar yang digunakan Robin memercikkan petir yang membuat Noel secara tidak terduga melompat menjaga jarak, Kila disampingnya bertanya.
"Kau tidak apa-apa nyan."
"Iya, sekilas senjatanya biasa tapi dia mampu mengalirkan sihir ke dalamnya."
"Benar sekali."
Pernyataan itu dibalas dengan serangan petir yang membuat keduanya meledak dan terbang.
"Sihir yang aku gunakan peningkatan senjata, senjata apapun yang aku sentuh akan menjadi sangat mematikan saat bertarung, tidak perlu merapal, hanya dengan ini aku bisa menggunakan sihir dengan mudah."
Kila bangun selagi menyeka pipinya yang berkeringat.
"Kau yakin mengatakan rahasiamu begitu saja nyan."
"Tidak masalah, lagipula dari dulu aku tidak pernah kalah dalam pertarungan."
Noel merasa dia harus serius juga, ia memunculkan sebuah perisai di tangan kirinya sementara tangan lain masih tetap pedang.
"Akan aku hilangkan kepercayaan dirimu nyan.. Noel."
Mereka berdua menyerang dari segala arah, ketika berbenturan dengan jangkar ledakan petir terjadi di mana-mana.
Kila mengirim tinjunya tepat setelah dia memiliki celah yang dibuat dari tebasan Noel. Tidak membiarkan wajahnya tertinju. Robin menangkapnya dengan satu tangan lalu melemparkan Kila menghantam Noel yang hendak menyerang kembali.
Satu putaran jangkar memaksa mereka terbang menukik ke tanah.
"Kuat sekali nyan."
Ini pertama kalinya ada seseorang yang setara dengan Kila, atau mungkin lebih darinya.
Robin meletakan jangkarnya di bahu sembari tersenyum bangga.
"Ayolah, bukan itu saja kekuatan kalian bukan, sebelumnya kalian sudah mengalahkan guild kegelapan, hanya ini tidak ada apa-apanya... jika kalian tidak mau menyerang maka aku sendiri yang menyerang."
Robin melompat ke udara sembari mengayunkan jangkarnya, serangan seperti itu tidak akan bisa ditahan oleh tangan Kila karenanya sekali lagi Noel melangkah maju.
Dari puing-puing bebatuan sosok Robin muncul, tidak hanya senjatanya kini tubuhnya juga dibalut dengan petir.
"Aku mulai serius."
"Begitu juga kami."
Kila dan Noel saling bergantian menyerang sosok Robin, walau beberapa kali tersengat mereka terus berdiri, seharusnya dua orang melawan satu sudah menang jumlah namun dalam hal pertarungan ini, terbalik.
Robin melesat maju tepat di depan wajah Noel, Noel memilih menghindarinya lalu berputar untuk memberikan tebasan balasan.
Dia hendak memutar jangkarnya sayangnya Kila telah memeganginya.
"Kena kau nyan."
"Kalian terlalu meremehkanku."
Sebelum tebasan Noel mengenainya mereka lebih dulu tersambar petir yang muncul dari langit, membuat mereka berdua berteriak kesakitan.
"Aku tidak melihat dari kalian menggunakan sihir, bertarung hanya menggunakan otot tidak akan merubah apapun."
Tubuh Kila ditendang menjauh begitu juga Noel hingga keduanya mengerang kesakitan.
"Kila kamu memiliki ide untuk mengalahkannya?"
"Tidak sama sekali, dia bisa mengeluarkan petir dan petir tidak berpengaruh padanya, sulit untuk tahu kelemahannya nyan."
"Benar sekali."
Keheningan sesaat muncul di antara keduanya. Hingga Kila membuka mulutnya.
"Walau begitu aku akan melakukan sesuatu untuk membuka celah, ketika ada kesempatan Noel selesaikan semuanya."
"Kila?"
Sebuah energi menyeruak ke luar dari tubuh Kila, energi itu seolah memberikan banyak perubahan padanya.
"Hoh, kamu memiliki senjata tersembunyi, meski begitu...."
Sebelum Robin menyelesaikan perkataannya wajahnya telah dipukul hingga terbang menjauh.