My Hot Daddy

My Hot Daddy
Pelajaran


William mencari keberadaan ibunya yang tidak di temuinya setelah dia membawa Olivia ke kamar mereka dan menyelimutinya.


Dan saat dia keluar dari kamar dia tidak mendapati dimana ibunya berada. Malah dia mendapati Andrew yang makan siang sendirian di meja makan tanpa dampingan siapa pun.


" Kemana nenek kamu Son ?" Tanya William yang berusaha untuk menemani putranya yang sendirian seperti ini.


" Andrew tidak tau Dad, tadi nenek hanya menyuruh Andrew untuk mandi dan makan siang saja. " Jawabnya pada sang Daddy.


Dia tidak tau kemana neneknya pergi karena tadi dia hanya di suruh mandi dan makan saja.


" Oh oke, Daddy juga lapar. " Akhirnya William ikut makan bersama putranya.


Saat mereka tengah menikmati makanan wanita yang tengah dicari William pulang dengan wajah gembira.


Hal itu membuat William bertanya-tanya apa yang terjadi pada ibunya hingga membuat senyumnya begitu merekah seperti ini.


Pasti ada sesuatu yang membuat ibunya tersenyum seperti itu. Jika tidak mana mungkin ibunya yang terkenal memiliki wajah judes itu bisa tersenyum sebegitu indahnya.


" Ibu terlihat sangat bahagia. apa yang terjadi hingga membuat senyum ibu begitu indah seperti ini ? apa ibu memenangkan lotre atau undian lainnya ?" Nyonya Matilda hanya menggelengkan kepalanya saja karena apa yang dikatakan William tidak ada yang benar sama sekali.


Bukan hanya sekedar memenangkan lotre saja bahkan ini lebih menyenangkan lagi saat dia melihat wajah ketakutan Amber yang menatapnya.


" Apa cucu tampan nenek sudah selesai makan ?" nyonya Matilda menghampiri endru yang berada di meja makan dan memberi kecupan di puncak kepala cucu kesayangannya itu.


Dia tidak habis pikir bagaimana bisa seorang amber yang memiliki tabiat seperti itu bisa melahirkan putra luar biasa Andrew. Yang lebih mencengangkan lagi sikap dan sifat keduanya sangat bertolak belakang dan hanya Matilda sangat beruntung bahwa enru tidak sedikitpun mewarisi sikap dan tabiat Amber ibunya.


" Andrew sudah selesai Nek. " jawab Andrew karena memang dia sudah selesai dan menghabiskan makanannya.


" Pergi lihat mommy Olive kamu sayang, temani mommy kamu tidur. " Andrew pun menurut dan meninggalkan meja makan.


Dia segera pergi ke kamar Daddy-nya dan menghampiri sang Mommy yang ternyata memang benar-benar tidur.


Setelah kepergian Andrew ke kamarnya William pun mulai melaksanakan niatnya tadi yang ingin berbicara dengan ibunya.


" Aku ingin berbicara dengan ibu. " ucap William pada ibunya karena memang dia ingin membicarakan tentang Amber mantan istrinya dan juga apa yang terjadi pada Olivia tadi.


" Apa yang ingin kamu bicarakan ? jika hanya untuk membicarakan Amber mantan istrimu ibu tidak berminat sama sekali. " Tidak kaget dengan jawaban sang ibu karena William sendiri tahu bahwa ibunya adalah wanita yang tidak menyukai keributan.


" Amber menemui Olivia di mobilnya tadi saat William tengah membicarakan perihal sekolah Andrew dengan kepala sekolah. Entah apa yang dikatakan Amber pada Olivia tapi yang pasti itu sangat menyakiti hati Olivia hingga dia menangis sesenggukan. " William berusaha menjelaskan apa yang terjadi dengan Olivia karena dia takut bahwa ibunya akan memarahinya lagi karena tidak bisa menjaga Olivia.


Tapi melihat reaksi ibunya seperti tidak terjadi sesuatu dan tidak terpancing emosi William semakin bertanya-tanya sebenarnya apa yang terjadi dan apa yang telah membuat ibunya sebahagia ini.


" Jika hanya ingin membicarakan mantan istrimu yang supermodel itu ibu sudah memberikannya pelajaran. "


" Maksud ibu ?" Tanya William pada ibunya karena dia tidak tahu apa yang dimaksud ibunya saat ini.


" Ibu sudah melihat bagaimana rupa dan bentuk mantan istrimu. Wajahnya tidak terlalu buruk tapi perilakunya sangat buruk. Ibu hampir saja menghantam wajahnya dengan stik golf yang berada di rumah neraka itu. "


" What ?" William memekik kaget saat mendengar akan dijelaskan ibunya.


Ibunya hampir melakukan kekerasan pada Amber ? apa itu artinya ibunya tadi pergi menghampiri Amber di rumah itu ?


" Kenapa kagak seperti itu ? apa kamu tidak suka jika ibu menghampiri wanita itu dan memberinya pelajaran ?" William menggelengkan kepalanya.


Dia masih tidak percaya dengan apa yang dilakukan ibunya bahwa ibunya pergi ke rumah itu untuk memberikan pelajaran pada Amber.


" Lalu apa yang terjadi di rumah itu ? " Tanya William pada ibunya lagi.


" Tidak ada yang kudapatkan di rumah neraka itu selain foto laki-laki yang paling ku benci di dunia ini. Sejak dulu hingga sekarang fotonya masih terpajang di tempat itu. bahkan hingga dia sudah mati pun fotonya masih terpampang nyata di depan wajahku. " William tahu benar foto apa yang dimaksud ibunya saat ini.


Karena yang terjadi sesungguhnya memang seperti itu. sejak dulu hingga sekarang foto kegagahan ayahnya masih terpajang dengan rapi di tempat itu sejak dulu.


Foto di mana setiap orang yang datang ke rumah mereka akan menatap kagum pada foto pria yang gagah memakaikan setelan jas lengkap seperti itu.


Tidak pernah sekalipun William mendengar orang yang tidak memuji foto ayahnya. Tapi itu sama sekali tidak berpengaruh padanya karena memang tidak ada kepentingan dan keuntungan apapun yang didapatkannya dari foto mendiang ayahnya.


Sebaliknya malah setiap William melihat foto itu dia kembali mengingat bagaimana kejamnya pria itu memperlakukannya dan menyuruhnya untuk terus belajar dan mendapatkan nilai sempurna.


Dan itulah yang membuatmu yang tidak betah tinggal di rumah itu dan menyebut rumah itu sebagai rumah neraka. sama seperti yang disebutkan ibunya tadi.


...💦💦💦...