My Hot Daddy

My Hot Daddy
Bab 132


Dia memang sangat cantik" gumam Alex yang tanpa sadar orang-orang di dekatnya mendengar gumaman miliknya. Rona merah muncul di wajah milik Cyla saat mendengar gumaman milik Alex.


'astaga ini tidak mungkin pujian untukku kan? kenapa wajahku jadi panas seperti ini' pikir Cyla yang langsung mengibas-ngibaskan tangannya. Irene yang mendengar ucapan yang diucapkan oleh anaknya dan melihat ekspresi dari menantunya membuat dia menggoda menantunya.


"Cyla wajahmu memerah loh nak, mau ibu minta obati sama Alex" goda Irene kepada calon menantunya. Ah senang rasanya melihat wajah menantunya yang memerah dan wajah Alex yang sudah berubah malu karena ketahuan bergumam keras tanpa sadar.


"Aduhhh sayang kenapa anak laki-laki kita bisa memiliki wajah seperti anak bayi begini" Lanjut Irene menggoda Alex.


"Musim dingin kita sudah mencair oleh musim panas, Rene" ucap Vero yang memberikan piring berisi daging yang sudah dipotongnya.


"Dad mom sudah lebih baik kita makan saja" ucap Alex menghentikan godaan dari ibunya. Entah kenapa untuk pertama kalinya dia bisa merasakan malu seperti ini. Apalagi saat dirinya bergumam memuji kecantikan Cyla. Ya Cyla sangat cantik bahkan bisa mengalahkan kecantikan model-model yang sering mendekatinya. Tetapi tidak ada yang seperti perempuan di hadapannya manis namun memiliki gairahnya sendiri.


'aku harus menyelesaikan ini semua secepatnya' pikir Alex dan memakan hidangannya. Mereka semua menyelesaikan makanan mereka masing-masing. Waktu berlalu dengan cepat membuat Irene, Cyla dan Rei pergi ke tempat kebun bunga. Dengan adanya Rei yang ingin ikut serta menemani ibunya kemanapun ibunya berada.


"Rei kamu beneran mau ikut? kalau gak suka gak apa-apa bisa ikut Daddy loh" tanya Cyla meyakinkan kepada Rei.


"Tidak apa-apa, Rei akan ikut kok sekalian bisa menghabiskan waktu bersama mommy" girang Rei dan menoleh ke belakang. Dimana ayah nya sudah bersiap dengan kakeknya untuk pergi menuju lokasi pernikahan akan dilaksanakan dan lokasi wawancara.


"Lebih baik kamu tidak usah ikut Rei bisa-bisa kamu hanya mengganggu mommymu" larang Alex kepada anak semata wayangnya.


"Kok Daddy ngelarang mommy aja ngebolehin , iyakan mom?" tanya Rei dengan wajah memelasnya.


"Iya gak apa-apa, kalau begitu kamu duluan ya" pamit Cyla saat mobil yang akan mengantar dirinya, Rei dan ibu mertua sudah datang di depan mereka. Alex menganguk mengizinkan calon istrinya untuk pergi meninggalkan nya untuk sementara. Ingat sementara tidak mungkin dia membiarkan istrinya itu pergi berlama-lama.



Sesampainya di kebun bunga yang memiliki jenis bunga bermacam-macam dan tentunya bunga itu masih sangat segar dan terurus dengan baik.


"Kamu mau bunga apa untuk dihiasi di pernikahanmu?" tanya Irene kepada calon menantunya itu. Bunga sangat dibutuhkan untuk acara pernikahan milik Cyla dengan tema pernikahan yang diambil dari tema bernama Rustic mungkin orang menganggap tema itu adalah tema yang sederhana tapi sayang tema itu sudah dimodifikasi oleh Irene dan menjadi tema yang lebih mewah.


"Mommy bagaimana dengan tulip?" ucap Rei mengajukan idenya. Tulip bewarna merah pasti sangat cocok dengan ibunya yang memiliki arti cinta sejati.


"Sepertinya tidak Rei walau artinya bagus mommy kurang suka bunga tulip" tolak Cyla sopan dan melihat-lihat maupun menciumi aroma serbuk bunga.


"Bagaimana dengan ini sayang ini bunga Krisan putih dan merah muda?" ucap Irene dan memberikan sekuntum bunga Krisan. Cyla mencium aroma bunga Krisan yang segar itu. Bunga yang memiliki banyak kelompok dan juga memiliki warna sebersih susu.


"Harum" gumam Cyla saat mencium aroma itu lembut.


"Saran yang bagus Oma bunga Krisan memiliki arti yang sangat indah dan tentunya harganya relatif murah tetapi elegan" jelas Rei kepada sang ibu dan nenek. Bunga Krisan atau seruni ini memiliki arti simbol cinta yang murni, kejujuran, kepercayaan, kesetiaan dan ketulusan maupun persatuan.



"Sepertinya aku pilih bunga Krisan putih ini mom, seperti yang mom pilih ini harum dan memiliki arti yang indah" ucap Cyla yang memilih bunga Krisan putih.


"bagaimana bila ditambah dengan bunga Krisan merah muda dan ungu?" tanya Irene.


"Sepertinya kurang cocok Oma, bila bunga Krisan warna pink atau merah mengandung arti cinta dan sempurna dalam menyampaikan pesan cinta tetapi ini untuk pernikahan bukan untuk melamar" tolak Rei pada saran neneknya.


"Benar mom sepertinya kurang cocok dan bila Krisan ungu artinya semangat kuat dan optimis kurang enak rasanya bila meletakkan bunga Krisan warna ungu di acara pernikahan" timpal Cyla yang diangguki setuju oleh Rei.


"Huft.. sepertinya kalian benar juga dan Oma harus belajar banyak arti bunga kalau seperti ini jadinya" lesu Irene. Dia baru mengetahui makna bunga oleh cucu dan menantunya. Untung saja mereka tidak memilih bunga dengan warna yang salah bisa-bisa akan sangat aneh di pernikahan nanti.


Cyla dan Rei terkekeh melihat Irene yang lesu karena merasa bersalah memilih bunga yang salah tanpa tau arti bunga itu sendiri. Pemilik perkebunan yang ada di samping mereka bertiga merasa terpukau saat melihat kedua orang yang sangat mengetahui bahkan mendalami makna tentang bunga.


"Saya terkejut nona dan tuan muda mengetahui arti bunga-bunga tersebut tanpa saya jelaskan" ungkap pemilik belum bunga. Jarang-jarang dia memiliki pelanggan yang sangat mengetahui makna bunga karena kebanyakan orang kaya harus dia jelaskan terlebih dahulu baru memilihnya kemudian.


"Saya hanya mengetahui sedikit tidak banyak" malu Rei saat dirinya di puji dan bersembunyi di belakang tubuh ibunya. Sedangkan Cyla memberikan senyum manis nan hangatnya saat menyadari pemilih kebun bunga menyambut mereka bertiga.


"Senang bertemu dengan anda pak, dan juga saya mengetahui makna bunga karena dari kecil saya sudah menyukainya" jawab Cyla sopan dan diangguki oleh pemilih bunga. Mereka berempat membahas pesanan bunga Krisan warna putih dan tanggal berapa bunga itu dikirim dan tidak lama kemudian mereka sudah menyelesaikan hal-hal yang diperlukan untuk dekorasi bunga di pernikahan. Cyla meminta satu buket bunga Krisan untuk dibawanya ke rumah dan dengan bahagia pemilik kebun juga itu memberikannya secara gratis.


"Makasih banyak pak atas bunganya" ucap Cyla lalu pamit untuk melanjutkan ke pekerjaan berikut nya yaitu memilih undangan ataupun yang lain-lain. Sedangkan di tempat lain, Alex, Vero dan beberapa penjaga sedang melihat-lihat aula gedung yang akan mereka pakai.


"Sepertinya kita adakan di pulau saja Dad ini sangat kurang kalau disini" ucap Alex yang melihat-lihat ukuran aula yang sedang dipinjaki nya.


"Ini sudah gedung yang ketiga Lex dan kamu bilang ini terlalu kecil padahal ini sudah seukuran lapangan bola" tegas Vero kepada anaknya yang dari tadi protes inilah itulah. Alex yang mendengar ucapan ayahnya hanya menggerutu tidak jelas dan diam-diam mengutuk ayahnya.


'Ini terlalu kecil, pak tua' gerutu Alex.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


β€’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:


My Ex Secretary


β€’Dari bab ini kalian bisa memahami beberapa arti bunga yang tentunya juga sangat penting. Sekian terima kasih sampai jumpa di bab selanjutnya!